2-3 TAHUN
21 Februari 2020

Ketahui Gejala dan Langkah Mencegah Anemia Pada Anak

Apakah Si Kecil terlihat lemas dan gampang sakit? Waspada, bisa jadi ia terkena anemia!
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Tahukah Moms bahwa seorang anak pun bisa terkena anemia? Ya, Anemia merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi pada semua usia, tanpa terkecuali anak-anak.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), anemia berarti tak tercukupinya sel darah merah dalam tubuh.

Sel darah merah diisi dengan hemoglobin, protein berpigmen khusus yang memungkinkan untuk membawa dan mengirimkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh.

Sel-sel di otot dan organ Si kecil membutuhkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh. Sedangkan, penurunan jumlah sel darah merah dapat memberi tekanan pada tubuh.

Baca Juga: Anemia Aplastik: Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Menurut dokter anak, Robin E Miller, MD ada beberapa ciri anak yang terkena anemia, yaitu :

  • Kulit pucat atau kuning
  • Pipi dan bibir pucat
  • Lapisan kelopak mata dan kuku mungkin terlihat kurang merah muda dari biasanya
  • Sifat lekas marah
  • Kelemahan ringan
  • Mudah lelah, tidur lebih sering
  • Anak-anak yang mengalami kerusakan sel darah merah dapat mengalami jaundice (kulit atau mata menguning) dan memiliki teh hitam atau air seni berwarna cola

Anak-anak dengan anemia berat mungkin memiliki tanda dan gejala tambahan:

  • Sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Tangan dan kaki bengkak
  • Sakit kepala
  • Pusing dan pingsan

Cara Mencegah Anemia Pada Anak

Selain melihat gejala, Moms juga bisa melakukan beberapa cara mencegah anemia pada anak berdasarkan penelitian dari AAP:

1. Jangan Berikan Susu Sapi Sampai Anak Berusia di Atas 12 Bulan

Susu

Memberikan susu sapi sebelum anak siap dapat menyebabkan kehilangan darah di tinja dan juga dapat mengurangi jumlah zat besi yang diserap dalam usus.

Jika Moms memberikan ASI eksklusif, bayi akan memiliki persediaan zat besi yang cukup hingga usia setidaknya 4 bulan.

Pada usia 4 bulan, bayi yang diberi ASI harus diberi zat besi sampai mereka cukup makan makanan pendamping yang mengandung banyak zat besi seperti daging atau sereal yang diperkaya zat besi.

Bicarakan dengan dokter anak tentang makanan yang paling cocok, serta berapa banyak tambahan zat besi yang ditumbuhkan.

Jika Moms memberi susu formula kepada bayi, berikan formula dengan zat besi tambahan.

Formula rendah zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi dan tidak boleh digunakan.

Baca Juga: 4 Cara Menghindari Kepala Bayi Peyang

2. Setelah 12 Bulan, Hindari Memberi Lebih dari 2 Gelas Susu Sapi Sehari

Anak Minum Susu

Langkah mencegah anemia pada anak selanjutnya adalah jangan memberi terlalu banyak susu sapi pada Si Kecil.

Susu rendah zat besi dan dapat membuat anak merasa kenyang, yang dapat mengurangi jumlah makanan kaya zat besi lainnya yang mereka makan.

3. Berikan Makanan Bergizi Seimbang untuk Anak

Anak Makan

Beri makanan bergizi seimbang untuk mencegah anemia pada anak. Pilih juga makanan yang mengandung zat besi.

Banyak biji-bijian dan sereal telah menambahkan zat besi (periksa label untuk memastikannya).

Sumber zat besi baik lainnya termasuk daging merah, kuning telur, kentang, tomat, kacang-kacangan, sirup gula, dan kismis.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

4. Konsumsi Vitamin C

Konsumsi Vitamin C

Usahakan agar seluruh keluarga untuk mengonsumsi buah jeruk atau makanan lain yang tinggi vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi tubuh. Konsumsi vitamin C ini dapat mencegah anemia pada anak.

Nah, sudah tahu kan berbagai cara mencegah anemia pada anak? Bila Si Kecil menderita anemia, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisinya ke dokter ya, Moms!

(WAR/ERW)

Artikel Terkait