3-12 BULAN
21 Februari 2020

TBC Pada Bayi, Kenali Gejala dan Risikonya

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang mudah menular dan rentan terjadi pada bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Bayi sangat rentan terkena penyakit infeksi. Hal ini karena ketahanan tubuh Si Kecil masih belum sekuat orang dewasa.

Maka itu, salah satu penyakit infeksi yang mesti Moms waspadai adalah tuberkulosis (TBC).

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru.

Menurut data World Health Organization (WHO), pada 2018, 1,1 juta anak di dunia terjangkit TBC dan terdapat 205.000 kematian anak akibat penyakit ini.

WHO menjelaskan bahwa anak dan remaja yang terkena TBC biasanya tidak ditangani dengan serius karena sulit didiagnosis. Oleh sebab itu, Moms harus belajar mengenali gejala TBC pada bayi dan anak.

Gejala TBC Pada Bayi

1 Gejala Bayi Batuk Rejan.jpg

TBC disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang mudah menyebar dari kontak air liur yang keluar ketika penderitanya batuk.

Ini artinya cara penularannya sangat mudah dan Si Kecil sangat rentan terhadap virus atau penyakit.

Berikut beberapa gejala TBC pada bayi yang harus Moms waspadai:

  • Demam
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Tumbuh kembangnya terhambat
  • Batuk terus-terusan
  • Keluar keringat di malam hari
  • Nafsu makan menurun
  • Si Kecil tidak aktif dan cenderung lesu
  • Beberapa bagian tubuh membengkak, terutama pada bagian yang terdapat kelenjar

Bila bakteri penyebab TBC yang masuk ke dalam tubuh Si Kecil hanya sedikit, sistem kekebalan tubuhnya akan mampu melawan.

Respon perlawanan ini umumnya akan menimbulkan gejala-gejala tertentu misalnya demam.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Namun, bila sang buah hati tak hanya mengalami demam saja, mungkin bakteri di dalam tubuhnya sudah berkembang, semakin banyak, dan mudah menular ke mana saja.

Agar tahu pasti apakah sang bayi benar terkena penyakit infeksi ini atau tidak, sebaiknya Moms segera periksakan ke dokter anak.

Ketika ada kecurigaan terkena TBC, si bayi harus menjalani serangkaian tes lengkap oleh dokter.

Bahaya TBC Pada Bayi Jika Tidak Cepat Ditangani

fakta menarik growth spurt pada bayi 2.jpg

Bila tak segera ditangani, penyakit ini akan menimbulkan masalah yang lebih serius pada bayi. Beberapa risiko yang mesti diwaspadai bila bayi terjangkit TBC.

1. Gangguan fungsi ginjal

TBC pada bayi dapat memengaruhi kerja ginjal dalam menyaring cairan tubuh.

Umumnya jika tak ditangani dengan baik, sang buah hati berisiko terkena infeksi saluran kemih dan bengkak pada bagian prostat.

2. Gangguan fungsi otak

Bakteri penyebab tuberkulosis mungkin saja menyebar ke bagian otak hingga menyebabkan sistem imun sangat turun, sakit kepala terus-terusan, hingga tak sadarkan diri.

3. Perikarditis

Perikardium adalah kondisi saat lapisan selaput jantung (perikardium) mengalami infeksi dan meradang. Masalah ini dapat mengganggu fungsi jantung sang buah hati.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

Cara Mengobati TBC Pada Bayi

Bahaya Diare Pada Bayi Baru Lahir.jpg

Bila Si Kecil baru sekadar terinfeksi oleh bakteri penyebab TBC, dokter biasanya akan memberikan satu obat khusus yang mesti diminum teratur selama 9 bulan. Hal ini untuk mencegah bayi tidak mengalami penyakit TBC.

Namun, jika infeksi yang terjadi sudah sampai menyebabkan penyakit TB, dokter akan menganjurkan Si Kecil minum 3 atau 4 jenis obat selama enam bulan berturut-turut tanpa putus.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Jika nantinya Si Kecil sudah terlihat membaik setelah minum obat, Moms tidak boleh memberhentikan obat tanpa sepengetahuan dokter. Obat yang diberikan pada sang buah hati biasanya termasuk golongan obat antibiotik.

Obat antibiotik harus diminum sampai habis sesuai anjuran dokter agar bakteri penyakit berhenti tumbuh dan tidak datang lagi.

(IA/ERW)

Artikel Terkait