3-5 TAHUN
9 Oktober 2020

Kenali Gejala Disleksia Pada Balita yang Sebenarnya Mudah Diketahui

Moms dapat memastikan jika Si Kecil perlu bantuan khusus dalam belajar membaca
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Disleksia adalah gangguan pada proses belajar yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, mengeja, menulis, dan berbicara.

Gangguan ini bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Pada penderita disleksia, misalnya, huruf “d” bisa terlihat seperti huruf “b”.

Selain itu, penderita disleksia juga kesulitan mengucapkan kata-kata, meski ia tahu cara membacanya.

Untuk menambah wawasan tentang gejala disleksia balita, perhatikan poin-poin penting berikut, Moms.

Gejala Disleksia Balita Bisa Terlihat Sejak Dini

698100310-H.jpg

Foto: Firstcry Parenting

Gejala disleksia balita bisa dideteksi sejak usia 1–-2 tahun, tepatnya saat anak mulai belajar mengucap kata-kata.

Dikutip dari situs jurnal Paediatric Child Health, bayi yang lahir dengan bobot di bawah 1500 gram lebih berisiko mengalami disleksia.

Anak yang pada usia 15 bulan belum mampu mengucap kata pertamanya, atau pada usia 2 tahun belum mengucap frasa pertamanya, disebut berisiko tinggi mengalamu gangguan disleksia.

Baca Juga: Tanda-Tanda Disleksia Anak Usia Sekolah

Gejala Disleksia Balita Lebih Terlihat Saat Anak di Tahap Prasekolah

Girl-with-books-and-magnifier.jpg

Foto: melbournechildpsychology.com

Pada usia prasekolah, anak mulai belajar mengenal huruf dan kata.

Itu sebabnya, sebagaimana dijelaskan dalam situs web Yale Center for Dyslexia & Creativity, gejala disleksia balita akan lebih terlihat di periode ini.

Gejala Disleksia Balita Sering Disalahartikan

reading-best-method.jpg

Foto: languageduringmealtime.com

Anak yang memiliki masalah disleksia sering disalahartikan sebagai lambat atau malas belajar.

Menurut Maryanne Wolf, Ed.D., direktur Center for Reading and Language Research di Tuft University di Medford, Massachusetts, hal ini terjadi karena belum banyak sekolah atau orang tua yang memahami tentang disleksia.

Padahal, anak dengan gangguan disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal seperti anak sebayanya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Disleksia pada Anak, Ini Ciri-cirinya

Berikut Gejala Disleksia Balita pada Usia Prasekolah

dyslexia-a-common-learning-disability-in-children.jpg

Foto: healthxchange.com

  • Kesulitan memahami (dan mengingat) nama-nama huruf dalam alfabet
  • Kesulitan mengingat huruf-huruf dalam nama sendiri
  • Sering terbalik atau keliru mengucapkan kata-kata yang sering didengar sehari-hari
  • Tidak mengenali pola kata berima, seperti “gelas-kelas”, “buku-kuku”, dan sebagainya
  • Terdapat riwayat disleksia atau gangguan belajar lain di keluarga
  • Kesulitan memahami jika kata dapat dibelah menjadi suara-suara
  • Mengeluh kesulitan saat belajar membaca
  • Tidak bersemangat ke sekolah (karena ia kesulitan saat belajar membaca)
  • Terlihat mengalami kesulitan dalam berbicara dan pengucapan
  • Tidak mengaitkan huruf dengan cara penyebutannya (misalnya, huruf “p” bunyinya “pe” atau “pa”)
  • Kidal atau tidak terampil jika hanya menggunakan satu tangan
  • Bingung membedakan sisi kanan dan kiri
  • Tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu
  • Pemahaman kosakatanya sedikit dan sering menggunakan kata “ini” atau “itu” untuk merujuk kepada benda atau hal tertentu

Jika Moms dan Dads melihat gejala disleksia balita pada Si Kecil, segera konsultasikan dugaan tersebut kepada dokter anak, psikolog anak, atau spesialis gangguan belajar.

Semakin awal gejala disleksia balita diidentifikasi, orang tua dapat memberi bantuan yang tepat dalam membantu anak belajar.

Artikel Terkait