DI ATAS 5 TAHUN
12 September 2020

Perhatikan 8 Gejala Kecemasan pada Anak Secara Fisik

Seperti apa gejala fisik yang terlihat saat anak sedang merasa cemas?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Intan Aprilia

Kecemasan pada anak sebenarnya adalah respon alami tubuh saat menghadapi bahaya, meski ancamannya tidak selalu selalu nyata.

Gangguan kecemasan umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah gangguan mental yang menunjukkan kecemasan atau kekhawatiran berlebihan.

National Institute of Mental Health menyebutkan, rasa khawatir dan cemas ini akan berlangsung setidaknya 6 bulan.

Ketakutan dapat menyebabkan masalah signifikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Kecemasan bisa dipicu oleh rasa takut akan ketidakpastian, tekanan, maupun situasi atau pengalaman baru.

Mengutip penjelasan dari Harvard Health Publishing, gejala kecemasan memang bisa muncul secara fisik maupun psikologis.

Gejala psikologis dari kecemasan umumnya adalah kesulitan berkonsentrasi dan mengingat, pikiran negatif berlebihan, juga gelisah.

Sedangkan gejala fisik muncul saat neurotransmitter mengirimkan sinyal pada sistem saraf simpatik agar tubuh bersiaga.

“Koneksi otak dan tubuh itu sangat kuat. Apa yang terlihat seperti kondisi mental dan fisik tapi tidak saling terkait, sebenarnya bisa punya hubungan yang berkelanjutan. Misalkan, rasa cemas menyebabkan masalah pencernaan,” ujar Dr. David Merrill, psikiater dari Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica.

Gejala Kecemasan Anak Secara Fisik

Nah, seperti apa gejala kecemasan pada anak yang bisa dilihat dari fisiknya? Silakan baca sampai selesai untuk tahu jawabannya ya, Moms.

1. Detak Jantung Cepat

7 Gejala Fisik Kecemasan Pada Anak 1.jpg

Foto: ilslearningcorner.com

Menurut National Institute of Mental Health, gejala kecemasan pada anak yang paling umum adalah palpitasi atau jantung berdebar dan berdetak lebih cepat dari biasanya.

Rasa cemas adalah bentuk alarm tubuh, yang memperingatkan kita terhadap bahaya di lingkungan sekitar.

Ketika bagian dari otak yang disebut amigdala berdering, maka hal tersebut menjadi ancaman bagi tubuh. Di dalam proses ini, gelombang hormon kortisol dan adrenalin akan memacu.

Nah, hal inilah yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ketika mengalami gangguan kecemasan, maka akan sering mengalami detak jantung yang lebih berdebar.

Dilansir dari National Health Service, detak jantung akan terasa kuat, cepat, dan tidak teratur.

Gejala ini kerap kali dibarengi dengan nyeri otot dan tubuh yang terasa tegang atau gemetar. Hal ini yang secara signifikan membedakan gangguan kecemasan dan rasa cemas yang biasa terjadi.

Respon ini sebenarnya dimaksudkan agar tubuh siap kabur atau melawan bahaya, tapi nyatanya seringkali malah membuat anak tambah cemas dan gugup.

Baca Juga: Kenali 6 Tipe Gangguan Kecemasan pada Anak

2. Napas Pendek

Gangguan kecemasan berkaitan erat dengan serangan panik, fobia, gangguan obsesif-kompulsif, dan lainnya.

Ketika seseorang mengalami gangguan mental ini, jantung dan paru-paru dipaksa untuk tetap bekerja lebih kuat, yang akhirnya menyebabkan gejala tertentu.

Jantung yang berdetak dengan cepat akan mengalirkan oksigen melalui darah dengan lebih cepat pula.

Untuk mengimbangi sirkulasi darah yang lebih cepat, tubuh otomatis akan merespon dengan mempercepat pernapasan untuk memberikan lebih banyak oksigen.

Masalahnya, bernapas lebih cepat justru mengganggu keseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida di paru-paru sehingga gejala kecemasan justru semakin parah.

Napas pendek hingga sesak napas bisa terjadi saat anak mengalami serangan panik.

Hal ini bisa mengakibatkan nyeri dada jika gejalanya tidak kunjung mereda.

Apabila terjadi lebih dari beberapa menit, Moms harus segera minta bantuan medis.

Moms juga sebaiknya mengajarkan Si Kecil untuk menggunakan teknik relaksasi seperti mengatur pernapasan atau bernapas melalui diafragma saat anak sedang cemas.

3. Ritme Tidur Terganggu

7 Gejala Fisik Kecemasan Pada Anak 3.jpg

Foto: nexalin.com

Moms juga mungkin pernah merasakan sendiri, bagaimana sulitnya tertidur dengan lelap saat sedang cemas.

Selain karena munculnya banyak pikiran negatif berlebihan, meningkatnya kadar hormon adrenalin dan kortisol juga membuat tubuh terus waspada sehingga susah rileks dan terlelap.

Sebaliknya, insomnia dan gangguan tidur juga membuat anak gampang cemas.

Baca Juga: Moms, Perhatikan 4 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kecemasan

4. Keluhan di Area Perut

Menurut dokter Mona Potter, M.D., direktur medis McLean Anxiety Mastery Program, kecemasan pada anak umumnya disertai dengan keluhan sakit perut, konstipasi, diare, dan berbagai masalah pencernaan lain.

Gejala kecemasan ini diduga terjadi karena hubungan erat antara otak dan perut, di mana otak dan sistem saraf enterik saling berkomunikasi untuk mengatur pencernaan.

5. Keringat Berlebihan

7 Gejala Fisik Kecemasan Pada Anak 5.jpg

Foto: understood.org

Banyak berkeringat meski tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat atau kepanasan, atau sering disebut juga keringat dingin, adalah gejala kecemasan lainnya.

Alasannya, saat sedang cemas sistem saraf simpatik menjadi aktif dan mempengaruhi kelenjar keringat di seluruh tubuh.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Menderita Depresi?

6. Gemetar atau Menggigil

Walau gemetar bisa disebabkan oleh suhu dingin atau turunnya gula darah karena belum makan, meningkatnya kadar hormon adrenalin dan kortisol saat sedang cemas juga bisa membuat tubuh atau tangan Si Kecil gemetar.

Saat mengalami gangguan kecemasan, maka ada bagian lain dari otak yang terlibat yaitu hipotalamus.

Nah, hipotalamus ini mengatur panas tubuh. Si Kecil akan sangat mungkin mengalami perubahan suhu mendadak saat dilanda rasa cemas yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh menggigil.

7. Gampang Sakit

7 Gejala Fisik Kecemasan Pada Anak 7.jpg

Foto: dailystar.co.uk

Si Kecil yang gampang sakit tanpa alasan jelas juga mungkin sedang mengalami kecemasan.

Pasalnya, fungsi sistem kekebalan tubuh akan menurun saat seseorang merasa cemas atau stres dalam jangka panjang.

Saat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan optimal, Si Kecil jadi lebih mudah terkena berbagai penyakit ringat seperti salesma atau flu.

8. Kesemutan

Terlihat tidak ada hubungannya, tapi ternyata seseorang yang alami gangguan kecemasan bisa mengalami kesemutan.

Faktanya, seluruh bagian tubuh bisa menerima respon yang diberikan sistem saraf pusat. Maka itu, Moms bisa mengalami jari tangan atau kaki kesemutan, hingga bulu kuduk berdiri.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak dengan Gangguan Kecemasan

Jika Si Kecil menunjukkan gejala kecemasan pada anak di atas, sebaiknya ajak mengobrol atau diskusi untuk mencari tahu dan mengatasi penyebabnya supaya ia lebih tenang.  

Nah, apa yang biasanya Moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang merasa cemas?

Artikel Terkait