KESEHATAN
23 Maret 2020

Kenali Gejala Gonore pada Pria, Jangan Terlambat Diobati!

Sering buang air kecil merupakan salah satu gejalanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Jedi Satu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gonore disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Bisa menjangkiti pria atau pun wanita, sebab bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Bakteri gonore dapat menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

“Gonore paling sering menular melalui kegiatan hubungan intim. Misalnya seperti oral atau anal, penggunaan mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru setiap digunakan, dan berhubungan intim. tanpa menggunakan kondom,” kata Emilie Alirol, kepala program infeksi menular seksual di Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Antibiotik Global.

Oh iya Moms, bayi juga dapat terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore. Dan biasanya menjangkiti mata bayi, hingga berpotensi mengakibatkan kebutaan permanen.

Perlu diketahui, bakteri gonore tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama. Itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagai gelas, ciuman, dan pelukan.

Baca Juga: Bayi Bisa Tertular Penyakit Gonore?

Gejala Gonore pada Pria

B9328281939Z.1_20170630081540_000_GGTIS7QI1.1-0.jpg

Foto: Detroit Free Press

Infeksi gonore sering kali tidak menimbulkan gejala gonore pada pria. Namun, jika gejalanya muncul, infeksi gonore dapat berdampak pada berbagai organ tubuh selain sistem reproduksi.

“Periode inkubasi, atau masa terpapar bakteri hingga muncul gejala gonore, biasanya terjadi sekitar 10 hari. Namun, kondisi ini tidak sama untuk setiap pengidap, dan terkadang tidak muncul hingga berbulan-bulan,” kata Dr Alirol.

Dikutip dari National Health Service, berikut gejala gonore pada pria yang perlu Moms ketahui:

  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering,
  • Keluarnya nanah dari penis (tetesan cairan) berwarna putih, kuning, krem, atau kehijau-hijauan
  • Bengkak dan kemerahan di bukaan penis.
  • Bengkak atau nyeri pada testis.
  • Sakit tenggorokan yang datang secara terus-menerus.

Baca Juga: Apakah Komplikasi Gonore Bisa Disembuhkan Total?

Dampak Gonore pada Pria

Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria 02.png

Foto: Orami Photo Stock

Ketika sudah diobati, infeksi ini mungkin masih akan bertahan di tubuh selama beberapa hari. Pada kasus yang jarang ditemukan, gonore dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, khususnya uretra dan testis. Rasa nyeri juga dapat dirasakan hingga ke rektum.

Pada pria, konjungtivitis dapat terjadi jika sperma atau cairan vagina yang terinfeksi mengenai mata. Infeksi pada mata dapat menyebabkan pembengkakan, keluarnya cairan dari mata, iritasi, dan rasa sakit.

Sementara infeksi pada tenggorokan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Infeksi pada dubur menyebabkan keluarnya cairan, rasa sakit, dan tidak nyaman. Gonore juga dapat menjangkiti persendian dan membuat persendian terasa sakit saat digerakkan, bengkak, berwarna merah, hingga terasa hangat.

Apabila gonore dibiarkan begitu saja dan tidak diobati, infeksi akan terus berkembang dan ada kemungkinan terjadi komplikasi yang serius, termasuk masalah kesuburan.

Jadi, sangat disarankan bagi Moms untuk memeriksakan diri jika merasa memiliki risiko terinfeksi. Bahkan, walaupun Moms tidak mengalami gejala yang jelas, atau gejala telah hilang dengan sendirinya.

Baca Juga: Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Nah, itulah beberapa gejala gonore pada pria yang perlu Moms ketahui. Jika ternyata Dads memiliki risiko dan menunjukkan gejala, segara cari bantuan medis agar tidak berdampak buruk pada kesehatan ya.

Artikel Terkait