BALITA DAN ANAK
9 April 2020

Gejala Ini Muncul Saat Anak Kurang Protein, Cek Yuk Moms!

Anak Moms mengalami kekurangan protein atau tidak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ninta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Di usia pertumbuhan, anak-anak membutuhkan banyak nutrisi dan vitamin untuk tumbuh kembang yang maksimal. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya adalah protein.

"Anak-anak yang sedang tumbuh membutuhkan protein untuk membantu mereka membangun dan memperbaiki sel, enzim, dan hormon, dan menyediakan energi bagi tubuh" ujar dokter Jodie Shield, Spesialis Kesehatan dari Akademi Nutrisi dan Dietetika, dikutip dari Share Care.

Akan muncul beragam gejala ketika anak kurang protein dalam tubuhnya.

Berapa Kebutuhan Protein Anak Per Hari?

Untuk anak-anak usia 1-3 tahun membutuhkan protein sebanyak 13 gram per hari, anak usia 4-8 tahun butuh 19 gram protein setiap harinya, sedangkan mereka yang berusia 9-13 membutuhkan 34 gram per hari.

Secara keseluruhan, anak-anak bisa mendapatkan protein yang cukup setiap hari jika mereka mengonsumsi makanan tertentu.

Sebut saja seperti dua porsi makanan berbahan dasar susu, seperti susu formula, yogurt, keju, dan satu atau dua porsi makanan yang mengandung protein tanpa lemak, seperti daging sapi tanpa lemak, unggas, dan ikan.

Baca Juga: Mengapa Harus Memberikan Anak Beragam Jenis Protein? Ini Penjelasan Ahli

Gejala Ketika Anak Kurang Protein

Anak kurang protein bisa jadi disebabkan karena anak terlalu memilih makanan.

"Sebagai ahli terapi makanan anak-anak, saya bekerja sama dengan Ahli Diet Terdaftar ketika saya mencurigai bahwa anak picky eater bisa mengalami gizi buruk yang berdampak pada kesehatannya," jelas spesialis makanan anak dan penulis buku masak ramah anak Adventures in Veggieland, Melanie Potock, MA, CCC-SLP.

Gejala yang muncul tentu sangat beragam dan semua itu akan membuat pertumbuhannya kurang maksimal dan mengganggu aktivitas hariannya. Ini dia gejala yang perlu Moms pahami.

1. Sering Merasa Lapar

gejala ketika anak kurang protein

Foto: Red Tricycle

Tubuh akan merasa kenyang dengan sempurna ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi lengkap, baik bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Kekurangan salah satu nutrisinya, termasuk protein, akan membuat tubuh merasa terus lapar.

Coba perhatikan ketika Si Kecil mulai ngemil snack atau junk food, bisa jadi dia butuh protein dalam tubuhnya.

Baca Juga: Ini 4 Alasan Kenapa Kita Harus Makan Tempe Dibanding Protein Lain

2. Cepat Lelah

gejala ketika anak kurang protein

Foto: KidStreet Urgent Care

Protein adalah salah satu 'bensin' tubuh. Energi disediakan oleh protein yang kemudian diserap oleh tubuh untuk melakukan aktivitas setiap hari.

Ketika anak kekurangan protein, maka dia bisa dengan mudah kekurangan energi sehingga cepat lelah dan malas menggerakkan tubuhnya.

Kalau dibiarkan terus bisa berbahaya untuk kesehatannya, lho.

3. Mudah Sakit

gejala ketika anak kurang protein

Foto: Popsugar

Di dalam protein terkandung asam amino yang sangat dibutuhkan darah untuk untuk membangun sistem imun.

Ketika asam amino yang dibutuhkan tidak ada, tentu saja produksi imun di tubuh anak akan berkurang.

Hasilnya, Si Kecil jadi mudah sakit dan proses penyembuhannya bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Berikan 3 Makanan untuk Mencukupi Kebutuhan Protein Harian Balita Berikut Ini

4. Anak Mudah Rewel

gejala ketika anak kurang protein

Foto: Romper

Gejala ketika anak kurang protein lainnya adalah anak jadi mudah rewel. Ini adalah bola salju dari ketidakpuasan tubuh anak akan konsumsi makanannya.

Dia kekurangan protein yang mengandung omega-3 yang berfungsi menyeimbangkan suasan hatinya.

Alhasil, otaknya memproses rasa lapar yang kemudian membuatnya jadi cranky dan rewel karena kebutuhan makanannya atau proteinnya tidak terpenuhi.

5. Suasana Hatinya Mudah Berubah

gejala ketika anak kurang protein

Foto: Insider

Dari senang, mendadak anak jadi marah-marah. Pernahkan Moms dan Dads mengalami hal itu? Itu bisa jadi adalah gejala ketika anak kurang protein.

Tidak hanya memproduksi imun tubuh anak, asam amino di dalam protein bekerja sama dengan omega-3 untuk menyeimbangkan suasana hati Si Kecil.

Saat kebutuhan proteinnya terpenuhi, ia cenderung punya suasana hati yang stabil, tidak mudah rewel, merasa cemas, atau depresi.

Baca Juga: Manfaat Protein untuk Bayi dan Tumbuh Kembangnya

Yuk, Moms dan Dads, penuhi asupan kebutuhan protein anak setiap harinya. Dengan memenuhi asupan protein dalam tubuhnya, Moms juga memenuhi asupan nutrisi lainnya.

Sebab makanan yang mengandung protein juga akan memberikan asupan seng, magnesium, vitamin B (tiamin, niasin, vitamin B-6 dan B-12), vitamin E dan zat besi.

Perhatikan juga gejala ketika anak kurang protein di atas supaya Moms dan Dads bisa segera memberikan bantuan yang tepat untuk tumbuh kembangnya.

Artikel Terkait