BAYI
26 Maret 2020

Gejala & Pengobatan Penyakit Kurap Pada Bayi

Sering dianggap eksim, cek gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit kurap pada bayi atau yang juga dikenal dengan sebutan ringworm, merupakan infeksi jamur yang tidak ada hubungannya dengan cacing (worm).

Ada beberapa jenis jamur yang dapat menjadi penyebab penyakit kurap pada bayi, antara lain: trichophyton rubrum dan epidermophyton floccosum.

Penyakit kurap pada bayi dapat menyebabkan ketidaknyamanan, namun sebenarnya sangat mudah diobati. Kenali gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi berikut ini.

Penyakit Kurap Pada Bayi

1 Penyakit Kurap Pada Bayi.jpg

Foto: pregnantchicken.com

Gejala penyakit kurap pada bayi berupa ruam bulat berwarna kemerahan. Perbatasan ruam kulit pada kurap biasanya kasar dan bersisik, sedangkan bagian tengahnya terlihat bersih.

Ukuran ruam biasanya mencapai setengah sampai satu inci, namun dapat semakin melebar dan seringkali disertai dengan rasa gatal yang mengganggu.

“Beberapa jenis eksim kulit dapat terlihat persis seperti kurap, terutama pada bayi,” ungkap Dokter anak di Pediatric Associates, Kansas City, Missouri, Natasha Burgert, MD, FAAP, seperti dikutip dari thebump.com.

Penyakit kurap pada bayi tidak hanya muncul di kulit tubuh, tapi juga bisa muncul di kulit kepala. Seringkali orang tua menganggap kurap pada bagian kulit kepala bayi sebagai ketombe.

Untuk itu, jika Moms atau Dads melihat ruam aneh pada bayi dan tidak dapat memastikan dengan jelas kondisi yang sedang dialami bayi, maka segeralah berkonsultasi dengan Dokter.

Baca Juga: Cara Mengobati Kurap pada Kulit Anak

Pengobatan Ringworm

2 Pengobatan Ringworm.jpg

Foto: chezbeate – Pixabay.com

Penyakit kurap bisa dialami oleh segala usia, namun paling banyak dialami oleh anak usia sekolah. Untuk mengatasi penyakit kurap pada bayi, Moms dapat mengaplikasikan krim anti jamur (misalnya: Lotrimin atau Lamisil) yang dapat dibeli di apotik tanpa resep Dokter.

Oleskan krim anti jamur tersebut sesuai petunjuk penggunaan dan konsultasikan pada Dokter jika ruam atau kurap tidak juga membaik setelah beberapa hari.

“Kurap pada kulit sangat mudah diobati, namun pengobatan untuk kurap pada kepala, biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu penyembuhan dengan pengobatan lewat mulut,” ungkap Karen Gill, MD, FAAP, seperti dikutip dari healthline.com.

Baca Juga: 11 Jenis Penyakit Kurap (Tinea) pada Tubuh

Menular

3 Menular.jpg

Foto: Ryan Stone – Unsplash.com

Penyakit kurap pada bayi merupakan penyakit menular dan bisa terjadi secara berulang, sehingga tindakan pencegahan juga perlu dilakukan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penularan dapat dilakukan antara orang ke orang yang telah memiliki kurap sebelumnya hingga melalui hewan.

Penularan melalui hewan bisa melalui peliharaan berupa anjing dan kucing. Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan hewan peliharaan agar terhindar dari kurap.

Kurap pada hewan memiliki gejala ruam yang sama seperti pada manusia. Jamur yang menyebabkan penyakit kurap pada bayi juga dapat hidup di permukaan, terutama pada area lembap.

Baca Juga: Mengenal Tinea Capitis: Kurap Kulit Kepala Anak

Untuk menghindari penyebaran infeksi, ada baiknya tidak menggunakan pakaian, handuk, sisir, atau barang pribadi lain yang sama dengan penderita kurap.

Dengan mengetahui gejala dan pengobatan penyakit kurap pada bayi, Moms kini bisa memberikannya perawatan yang tepat atau berkonsultasi dengan Dokter untuk memastikan diagnosa yang tepat.

Artikel Terkait