KESEHATAN
9 November 2019

Gejala Penyakit Artritis yang Perlu Diwaspadai

Sering sakit pada persendian? Sendi kaku atau sulit digerakkan? Mungkin itu gejala artritis
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Artritis adalah peradangan yang terjadi pada sendi. Kondisi ini biasanya menyebabkan sendi kaku dan sulit digerakkan.

Gejala artritis berkembang dari waktu ke waktu, tetapi dapat juga muncul tiba-tiba. Namun, umumnya orang akan merasakan nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi yang mengalami peradangan. Kebanyakan orang yang mengalami artritis, merasakan sakit yang lebih buruk di pagi hari.

Baca Juga: Moms, Cegah Osteopororsis Saat Hamil Dengan 4 Cara Berikut Ini

Gejala Penyakit Artritis

Gejala Penyakit Artritis

Terdapat banyak sekali jenis artritis, tapi yang paling umum adalah osteoartritis dan rheumatoid artritis. Gejala artritis berbeda-beda tergantung jenisnya.

1. Osteoartritis

Gejala Penyakit Artritis

Osteoartritis adalah jenis artritis yang menyebabkan tulang rawan rusak. Tulang rawan adalah jaringan ikat yang kuat tapi fleksibel di persendian kita.

Tulang ini melindungi sendi dengan menyerap tekanan dan goncangan yang diciptakan saat kita bergerak.

Risiko terkena osteoartritis mungkin akan lebih tinggi jika Moms memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini.

Gejala osteoartritis biasanya meliputi:

- Rasa nyeri pada persendian, bahkan membuat sulit tidur

- Sendi terasa kaku saat bangun tidur atau setelah lama tidak digerakkan

- Fleksibilitas berkurang

- Sensasi gesekan pada sendi, terkadang disertai bunyi berderak saat digerakkan

- Pembengkakan pada sendi

Osteoartritis juga mempengaruhi seluruh sendi. Ini menyebabkan perubahan pada tulang dan kerusakan jaringan ikat yang menempel antara otot ke tulang dan menyatukan sendi.

Baca Juga: Cara Menggendong Anak yang Benar Agar Tak Nyeri Bahu

2. Rheumatoid Artritis

Gejala Penyakit Artritis

Seperti dikutip dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, rheumatoid artritis adalah penyakit kelainan autoimun. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita menyerang jaringan tubuh.

Serangan-serangan ini memengaruhi sinovium, jaringan lunak pada sendi yang menghasilkan cairan dan melumasi sendi.

Penyebab pasti dari RA tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mempercayai jika genetik adalah penyebab utamanya.

Tidak seperti osteoartritis yang biasanya menyerang orang-orang ketika mereka semakin tua, rheumatoid artritis dapat muncul di umur 30-an atau lebih cepat.

Dalam kasus rheumatoid artritis, Moms mungkin akan merasakan gejala artritis seperti:

- Nyeri sendi dan bengkak selama 6 minggu atau lebih

- Sendi terasa kaku, khususnya di pagi hari

- Biasanya lebih dari satu sendi yang mengalami pembengkakan. Seringkali terjadi pada sendi kecil di tangan, pergelangan tangan, dan kaki

- Sendi terasa hangat atau panas

- Sendi terasa empuk dan lembut saat disentuh

- Kelelahan

- Demam

- Nafsu makan berkurang

- Kekurangan darah atau anemia

“Artritis reumatoid tidak hanya memengaruhi persendian, tetapi juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya, jika tidak dikontrol dengan baik. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan mata dan mulut kering," kata Dr. Vikas Gupta, asisten profesor di departemen reumatologi dan imunologi di Dayanand Medical College & Hospital.

"Penyakit ini juga dapat mempengaruhi paru-paru yang menyebabkan sesak napas. Terkadang saraf dan ginjal juga bisa terkena,” lanjutnya.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Tulang, Kenali 3 Fungsi Vitamin K Berikut Ini

Nah, bila Moms merasakan gejala-gejala di atas, jangan disepelekan ya! Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

(DH)

Artikel Terkait