BAYI
19 Mei 2020

7 Gejala Rakitis pada Bayi, Jangan Dianggap Sepele!

Rakitis adalah penyakit tulang pada anak yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan lunak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Rakitis adalah penyakit tulang pada anak yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan lunak. Jika seorang anak memiliki tulang yang lebih lunak, tulang itu bisa bengkok dan menjadi bentuk yang tidak normal.

Rakitis hanya terjadi pada pertumbuhan tulang, sehingga penyakit ini sebagian besar terjadi pada bayi dan anak kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan, bisa juga terjadi pada remaja. Rakitis paling umum ketika anak-anak tumbuh dengan cepat.

Rakitis biasanya disebabkan oleh asupan vitamin D yang rendah, terutama jika anak-anak juga memiliki asupan kalsium atau fosfat yang rendah.

Menurut penelitian yang diterbitkan Journal of the American Medical Association, bayi harus mendapatkan asupan vitamin D untuk proses mineralisasi tulang.

Kalsium dan fosfat adalah mineral yang sebagian besar ditemukan dalam susu dan makanan olahan susu. Kandungan mineral ini penting untuk kesehatan tulang yang kuat.

Rakitis sebenarnya bukan penyakit yang umum terjadi. Faktor-faktor risiko untuk rakitis sama dengan faktor-faktor risiko akibat defisiensi atau kekurangan vitamin D.

Ada juga kondisi-kondisi tertentu terkait dengan bentuk-bentuk rakitis yang diwariskan, tetapi ini sangat jarang. Terkadang masalah ginjal juga menyebabkan rakitis dengan memengaruhi cara tubuh menangani vitamin D, kalsium, dan fosfat.

Baca Juga: Infeksi Tulang Osteomielitis Pada Bayi, Waspadai Gejalanya Moms!

Gejala Rakitis pada Bayi

Meski jarang terjadi, Moms perlu tahu juga apa saja gejala rakitis pada bayi. Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Kelainan Bentuk Tulang di Kaki

gejala rakitis pada bayi

Foto: firstcry.com

Gejala rakitis pada bayi yang pertama adalah kaki yang berbentuk tidak normal. Paling sering adalah busur kaki tetapi juga bisa ketukan lutut.

2. Pembengkakan

gejala rakitis pada bayi

Foto: inspirepodiatry.com

Pada penderita rakitis biasanya terjadi pembengkakan di pergelangan tangan, lutut dan pergelangan kaki karena ujung tulang lebih besar dari biasanya

3. Masalah Gigi

gejala rakitis pada bayi

Foto: sleepbaby.org

Gejala rakitis pada bayi yang selanjutnya adalah email gigi yang lemah, keterlambatan pertumbuhan gigi, dan peningkatan risiko gigi berlubang

4. Masalah pada Bagian Kepala

gejala rakitis pada bayi

Foto: verwellfamily.com

Berikutnya, gejala rakitis pada bayi adalah penutupan fontanelle atau bagian lunak di atas kepala bayi yang terlambat. Selain itu, tulang tengkorak juga menjadi lunak (craniotabes).

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak Pada Bayi

5. Rasa Sakit pada Tulang

gejala rakitis pada bayi

Foto: photos.com

Bayi yang terkena rakitis, tulang-tulangnya bisa terasa sakit dan nyeri. Karena kondisi ini, Si Kecil mungkin enggan berjalan atau mudah lelah. Selain itu, cara berjalan anak juga mungkin terlihat berbeda.

6. Pertumbuhan dan Perkembangan yang Buruk

gejala rakitis pada bayi

Foto: healthline.com

Gejala rakitis pada bayi yang selanjutnya adalah pertumbuhan dan perkembangannya buruk. Jika kerangka tubuh tidak tumbuh dan berkembang dengan baik, maka Si Kecil akan memiliki perawakan yang lebih pendek dari tinggi rata-rata anak seusianya.

Di samping itu, keterampilan motorik yang tertunda. Bayi mungkin juga mengalami keterlambatan dalam merangkak dan berjalan

7. Tulang Rapuh

gejala rakitis pada bayi

Foto: mayoclinic.org

Gejala rakitis pada bayi yang terakhir adalah mudah mengalami patah tulang setelah jatuh ringan atau trauma.

Baca Juga: Cara Mencukupi Kebutuhan Vitamin D Anak untuk Pertumbuhan Tulang

Itulah beberapa gejala rakitis pada bayi yang perlu Moms ketahui. Bayi dan anak-anak dengan rakitis juga seringkali pemarah dan mudah tersinggung karena tulang mereka terasa sakit. Terkadang bayi dengan rakhitis dapat memiliki gejala kadar kalsium yang sangat rendah, seperti kram otot atau kejang.

Kejang dari kalsium rendah sebagian besar terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun, tetapi dapat juga terjadi pada anak yang lebih besar. Jika sudah terjadi kejang, maka ini bisa dikategorikan keadaan darurat dan memerlukan perawatan medis segera ya Moms.

Artikel Terkait