BAYI
25 Februari 2020

Kenali Gejala Sembelit pada Bayi, Jangan sampai Terlambat Ditangani!

konstipasi pada bayi
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms terkadang khawatir ketika bayi sedang buang air besar karena wajah bayi jadi memerah ketika mengejan dan bayi terlihat mengalami kesulitan ketika buang air besar. Sebenarnya, hal ini terbilang hal wajar.

Menurut Kids Health, bayi mengejan merupakan reaksi normal ketika mereka sedang buang air besar.

Bagi bayi, buang air besar lebih merupakan tantangan karena tidak seperti orang dewasa yang buang air besar dengan jongkok atau duduk. Bayi harus buang air besar dalam keadaan berbaring.

Walaupun bayi sering buang air besar atau terlihat berusaha keras mengejan ketika buang air besar, selama feses bayi lunak, maka kemungkinan bayi mengalami konstipasi kecil.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengatasi Sembelit pada Bayi

Gejala Sembelit pada Bayi

Photo by zelle duda on Unsplash.jpg

Foto: Unsplash.com/Zelle Duda

Mengetahui frekuensi buang air besar bayi bisa membantu Moms mengidentifikasi apakah bayi mengalami sembelit. Bayi yang mendapat asupan ASI akan lebih sering buang air besar daripada bayi yang diberi susu formula, karena ASI lebih mudah dicerna oleh bayi.

Dan mulai usia sekitar 3-6 minggu, bayi yang mendapatkan ASI akan lebih jarang buang air besar, hanya satu atau dua kali seminggu. Sedangkan bayi yang diberi susu formula biasanya buang ari besar setiap hari.

Konstipasi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Bayi yang mengalami sembelit, jarang buang air besar. Selain itu, feses yang keras dan kering juga bisa dialami bayi yang mengalami sembelit.
Salah satu penyebab bayi mengalami sembelit adalah ketika bayi mulai makan makanan padat. Untungnya, sebagian besar kasus sembelit pada bayi bersifat sementara.

Berikut ini merupakan gejala-gejala yang mungkin tampak pada bayi yang mengalami sembelit:

  • Bayi buang air besar kurang dari tiga kali seminggu
  • Bayi mengalamai kesulitan mengeluarkan feses karena kering dan keras
  • Bayi rewel karena kesakitan ketika mengejan saat buang air besar
  • Bayi mengalami sakit perut
  • Pada bayi, ditemukan bercak feses pada popok, yang merupakan tanda bahwa feses sudah di rektum tapi susah keluar.

Baca Juga: 3 Resep Menu MPASI untuk Mencegah Bayi Sembelit

Gejala Sembelit pada Bayi yang Butuh Pemeriksaan Dokter

3113653.jpg

Foto: freepick.com

Sembelit pada bayi biasanya bersifat tidak serius. Penanganan sembelit di rumah seperti pijat, pemberian asupan yang berserat dan mandi air hangat, cukup mampu membantu bayi yang mengalami sembelit.

Akan tetapi, jika sembelit pada bayi terus berkelanjutan walaupun sudah mendapatkan penanganan di rumah, Moms sebaiknya segera membawa bayi untuk periksa ke dokter anak.

Berikut ini tanda sembelit harus ditangani oleh dokter yang perlu Moms ketahui.

  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Ada darah pada feses bayi
  • Terjadi pembengkakan perut
  • Terjadi penurunan berat badan bayi
  • Bayi mengalami sakit saat buang air besar
  • Sebagian dari dinding rektum usus yang keluar dari anus

Ketika sembelit semakin parah dan menjadi kronis, maka bisa terjadi komplikasi penyakit lain. Yang termasuk penyakit komplikasi dari sembelit adalah:

  • Fisura Ani, yaitu kondisi ketika ada robekan yang menyakitkan pada kulit anus, yang bisa disebabkan karena feses yang kering dan keras
  • Prolaps rektum, ketika sebagian dari dinding rektum usus keluar dari anus
  • Encopresis, kondisi keluarnya feses tanpa disengaja karena feses sudah menumpuk di usus besar dan rektum, sehingga keluar dengan sendirinya.

Baca Juga: Cegah Sembelit Pada Bayi dengan Makanan Kaya Serat

Walaupun lebih jarang terjadi, sembelit yang dialami bayi merupakan efek dari kondisi penyakit tertentu. Penyakit inilah yang membuat bayi mengalami sembelit. Penyakit yang bisa mengakibatkan bayi mengalami sembelit antara lain:

  • Penyakit Hirschsprung, yaitu penyakit yang mempengaruhi usus besar dan menyebabkan gangguan dalam mengeluarkan feses. Kondisi ini muncul sejak lahir (kongenital) sebagai akibat dari sel saraf yang hilang pada otot usus besar bayi.
  • Hipotiroidisme, yaitu gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang membuat sel-sel imun menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan terganggunya fungsi kelenjar ini dalam memproduksi hormon.
  • Fibrosis kistik, yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru, sistem pencernaan, dan organ lain di dalam tubuh. Penyakit ini memengaruhi sel-sel yang menghasilkan lendir, keringat, dan cairan pencernaan.

Nah, itulah beberapa gejala sembelit pada bayi yang perlu Moms ketahui. Ketahui juga gejala sembelit yang perlu segera ditangani oleh dokter. Jangan sampai terlambat ya Moms!

Artikel Terkait