COVID-19
27 Agustus 2020

5 Gejala Tak Biasa yang Bisa Dialami Penderita COVID-19

Batuk, sesak napas, dan demam adalah gejala umum COVID-19 yang paling banyak ditemukan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Batuk, sesak napas, dan demam adalah gejala umum COVID-19 yang paling banyak ditemukan.

Meski begitu, COVID-19 diketahui menyerang organ tubuh manusia hingga menimbulkan komplikasi dan memungkinkan adanya gejala yang berbeda terhadap pasien positif COVID-19.

Semenjak COVID-19 menyerang di berbagai belahan dunia, ilmuwan terus melakukan penelitian dan mendokumentasikan gejala-gejala yang tak terduga dari pasien COVID-19.

Baca Juga: Jangan Panik, Mayoritas Kasus Virus Corona COVID-19 Ringan dan Bisa Disembuhkan

Gejala Tak Biasa pada Pasien COVID-19

Menurut Lisa Winston, seorang ahli epidemiologi dan profesor kedokteran klinis di University of California, San Francisco, menyebut bahwa beberapa pasien yang positif COVID-19 melaporkan beberapa gejala yang tak biasa.

Hal ini meyakinkan para peneliti bahwa virus Corona tak hanya menyebabkan masalah pernapasan namun juga memunculkan serangan penyakit lainnya di seluruh bagian tubuh.

Agar Moms lebih waspada, berikut ini lima gejala tak biasa pada pasien COVID-19.

1. Jari Kaki Berubah Warna

gejala tak biasa yang bisa dialami penderita covid-19

Foto: Orami Photo Stocks

Seorang pasien positif COVID-19 dilaporkan bahwa jari kakinya membengkak, terasa seperti terbakar, gatal, dan berubah warna menjadi merah atau ungu setelah terinfeksi COVID-19.

Esther Freeman, Direktur Rumah Sakit Umum Massachusetts General Global Health Dermatology dan asisten profesor dermatologi di Harvard Medical School, menerangkan bahwa gejala tak biasa ini bisa hilang dan tidak menimbulkan kerusakan permanen.

Gejala tak biasa ini mirip dengan kondisi kulit seseorang yang terpapar suhu dingin ekstrem.

Selain itu, beberapa pasien yang mengalami hal serupa dan positif COVID-19 juga melaporkan adanya gejala ruam yang mirip dengan cacar air dan terasa gatal.

2. Ereksi Berkepanjangan

gejala tak biasa yang bisa dialami penderita covid-19

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Emergency Medicine berjudul Priapism in a patient with coronavirus disease 2019 (COVID-19): A case report, disebutkan bahwa seorang pria asal Perancis berusia 62 tahun mengalami ereksi selama 4 jam tanpa adanya rangsangan atau aktivitas seksual.

Beberapa hari setelahnya, pria tersebut mengalami gejala umum COVID-19 seperti demam, batuk kering, dan diare.

Dua hari kemudian, pria tersebut mengalami sesak napas dan harus memakai ventilator dan dirawat di rumah sakit karena sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

Setelah dites, ternyata pria tersebut positif COVID-19.

Karenanya para ahli menetapkan bahwa kondisi penis yang ereksi lebih lama dari biasanya tanpa stimulasi seksual bisa jadi potensi gejala COVID-19.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Pria Sulit Ereksi?

3. Diare, Mual, Muntah, dan Kehilangan Napsu Makan

gejala tak biasa yang bisa dialami penderita covid-19

Foto: Orami Photo Stocks

Pada beberapa pasien positif COVID-19 dalam rentan usia yang tak terbatas yakni tua dan muda mengalami gejala diare, mual, muntah, dan kehilangan napsu makan.

Dalam studi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Stanford berjudul High Prevalence of Concurrent Gastrointestinal Manifestations in Patients With Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2: Early Experience From California, menemukan bahwa hampir sepertiga dari 116 pasien yang terinfeksi COVID-19 melaporkan adanya gejala gastrointestinal ringan (GI).

Sementara itu, pada laporan sebelumnya, menunjukkan bahwa lebih dari 200 pasien COVID-19 di China mengalami diare, mual dan muntah.

William Chey, Profesor Ilmu Gastroenterologi dan Nutrisi di University of Michigan, mengatasi virus Corona dapat secara langsung menginfeksi sel-sel yang melapisi saluran GI.

Selain itu, gejala-gejala yang ditimbulkan juga bisa jadi salah satu bukti bahwa tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap COVID-19.

4. Kehilangan Indra Perasa dan Penciuman

gejala tak biasa yang bisa dialami penderita covid-19

Foto: Orami Photo Stocks

Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat (CDC) baru-baru ini menambahkan daftar gejala COVID-19 yakni kehilangan indra perasa dan indra penciuman.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Jurnal Nature Medicine mencatat dari 2,5 juta peserta yang berpotensi terjangkit COVID-19, 65% di antaranya melapor kehilangan indra perasa dan penciuman.

Selain itu, gejala lain yang dirasakan pasien ialah pusing, sakit kepala, dan gelisah.

Baca Juga: Ketahui Proses Pembekuan Darah yang Bantu Sembuhkan Luka, Beserta Kelainannya

5. Pembekuan Darah

gejala tak biasa yang bisa dialami penderita covid-19

Foto: Orami Photo Stocks

Pembekuan darah juga menjadi gejala tak biasa yang dirasakan oleh 30% pasien positif COVID-19 dengan komplikasi parah.

Bahkan sebanyak 40% pasien meninggal dunia karena adanya pembekuan darah yang menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kerusakan paru-paru.

Pembekuan darah diakibatkan oleh infeksi dan peradangan.

Clot Alex Spyropoulos, ahli penyakit dalam dan profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Donald dan Barbara Zucker di Hofstra / Northwell, mengatakan jika Moms merasakan kesemutan atau gejala pembekuan darah lainnya seperti darah menggumpal, sakit, bengkak, kemerahan, atau stroke ringan diikuti perasaan gelisah, pusing, dan mati rasa, jangan disepelekan karena bisa jadi gejala COVID-19 yang sudah parah.

Itulah lima gejala tak biasa yang ditemui pada pasien COVID-19, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan di manapun dan kapanpun agar terhindar dari COVID-19.

Artikel Terkait