2-3 TAHUN
26 Agustus 2019

Waspada 5 Gejala Usus Buntu Pada Anak

Usus buntu merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang patut diperhatikan
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi pembengkakan yang menyakitkan dan infeksi pada usus buntu.

Penyakit ini merupakan darurat medis yang butuh penanganan secepatnya.

Apabila tidak dirawat sesegera mungkin, usus buntu bisa pecah atau bocor. Akibatnya pun bisa fatal.

Dilansir dari WebMD, radang usus buntu terjadi ketika usus buntu tersumbat, seringkali oleh tinja, benda asing, atau kanker.

Penyumbatan juga bisa terjadi karena infeksi, di mana usus buntu membengkak sebagai respons terhadap infeksi di dalam tubuh.

Dr. William O'Brien, MD mengatakan, setiap orany punya risiko rendah - sekitar 7 persen - untuk memiliki penyakit usus buntu selama hidup mereka. Namun, usus buntu paling umum terjadi pada anak-anak, rentang usia 10-19 tahun. "Faktanya, usus buntu merupakan alasan paling umum untuk melakukan operasi darurat pada anak-anak," ujar dr. O'Brien.

Baca Juga: Apakah Usus Buntu Bisa Sembuh tanpa Operasi?

Setelah tersumbat, usus buntu akan meradang dan membengkak, sebab bakteri mulai menyebar dengan cepat.

Saat pembengkakan bertambah parah, suplai darah ke apendiks akan terhenti, sedangkan semua organ dalam tubuh butuh asupan darah yang cukup bila ingin tetap sehat. Saat aliran darah berkurang ke apendiks inilah, radang usus buntu terjadi.

Radang usus buntu tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tapi bisa juga terjadi pada anak-anak.

Gejala pada tiap anak bisa bervariasi, tetapi tetap perhatikan dan waspadai beberapa gejala usus buntu pada anak di bawah ini, Moms.

1. Nyeri di Perut

anak sering mengeluh sakit perut hero banner magz (1510x849)

Rasa nyeri di perut jadi gejala usus buntu pada anak yang paling umum. Dilansir dari St. Louis Children's Hospital, rasa sakit mungkin mulai di area sekitar pusar, pindah ke sisi kanan bawah pusar atau sebaliknya.

Seringkali, rasa sakit ini jadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Nyeri akan lebih terasa apabila anak bergerak, menarik napas dalam-dalam, disentuh, mengejan, atau batuk dan bersin.

Apabila usus buntu sudah pecah, rasa nyeri bisa terjadi di seluruh perut.

2. Kehilangan Nafsu Makan

3 tips atasi anak yang melakukan gtm (gerakan tutup mulut) 3

Kehilangan nafsu makan jadi salah satu gejala usus buntu pada anak yang patut diwaspadai.

Radang usus buntu kadang berdampak pada saluran pencernaan sehingga nafsu makan bisa menurun.

Baca Juga: Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

3. Mual dan Muntah

Sudah Tahu 5 Penyebab Anak Mual dan Cara Mengatasinya 02.jpg

Gejala lain yang bisa ikut menyertai adalah mual dan muntah. Selain bisa berdampak pada saluran pencernaan, radang usus buntu pun bisa berdampak ke sistem saraf yang memungkinkan Si Kecil mengalami mual dan muntah.

4. Kesulitan Buang Angin

Penyebab Bibir Kering pada Anak 1.jpg

Apabila Si Kecil mengeluh kesulitan buang angin atau kentut, Moms wajib waspada karena ini juga jadi salah satu gejala usus buntu pada anak.

Usus buntu bisa berdampak pada gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.

Bila anak susah kentut, itu berarti sudah terjadi penyumbatan pada sebagian atau seluruh usus sehingga angin tidak bisa keluar.

5. Demam

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Yang Pura-Pura Sakit Untuk Menghindari Sesuatu 2.jpg

Tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penyakit. Bila anak memiliki penyakit di dalam tubuhnya, sudah dipastikan ia akan mengalami demam.

Radang usus buntu bisa menyebabkan demam ringan dengan suhu berkisar 37 - 38 derajat Celcius. Bila semakin parah, demam bisa meningkat disertai denyut jantung yang kian cepat.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

Moms, itulah beberapa gejala usus buntu pada anak yang wajib diwaspadai. Segera ajak Si Kecil berobat ke dokter, ya, apabila ia sudah menunjukkan beberapa gejala di atas. Jangan tunda-tunda dan menunggu, segera obati agar Si Kecil cepat sehat kembali.

(SR/ERW)

Artikel Terkait