2-3 TAHUN
27 Agustus 2020

Waspada Gejala Usus Buntu pada Anak dan Bayi Berikut Ini

Usus buntu merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang patut diperhatikan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi pembengkakan yang menyakitkan dan infeksi pada usus buntu. Penyakit ini merupakan darurat medis yang butuh penanganan secepatnya.

Apabila tidak dirawat sesegera mungkin, usus buntu bisa pecah atau bocor. Akibatnya pun bisa fatal. Karena itu, penting bagi Moms untuk mengetahui gejala usus buntu pada anak.

Dilansir dari WebMD, radang usus buntu terjadi ketika usus buntu tersumbat, seringkali oleh tinja, benda asing, atau kanker. Penyumbatan juga bisa terjadi karena infeksi, di mana usus buntu membengkak sebagai respons terhadap infeksi di dalam tubuh.

Dr. William O'Brien, MD mengatakan, setiap orang punya risiko rendah, sekitar 7 persen, untuk memiliki penyakit usus buntu selama hidup mereka. Namun, usus buntu paling umum terjadi pada anak-anak, rentang usia 10-19 tahun.

"Faktanya, usus buntu merupakan alasan paling umum untuk melakukan operasi darurat pada anak-anak," ujar dr. O'Brien.

Setelah tersumbat, usus buntu akan meradang dan membengkak, sebab bakteri mulai menyebar dengan cepat.

Saat pembengkakan bertambah parah, suplai darah ke apendiks akan terhenti, sedangkan semua organ dalam tubuh butuh asupan darah yang cukup bila ingin tetap sehat. Saat aliran darah berkurang ke apendiks inilah, radang usus buntu terjadi.

Baca Juga: Apakah Usus Buntu Bisa Sembuh tanpa Operasi?

Gejala Usus Buntu pada Anak

Berdasarkan Italian Journal of Pediatrics, secara keseluruhan, 1-8% dari anak-anak yang mengalami sakit perut memiliki usus buntu akut.

“Moms harus lihat bagaimana tingkat rasa sakit anak. Jika Si Kecil mengeluh sakit perut, namun masih bermain, tertawa dan makan, kemungkinan itu bukan masalah serius,” kata William J. Cochran, dokter anak di Pennsylvania.

Radang usus buntu tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tapi bisa juga terjadi pada anak-anak. Gejala pada tiap anak bisa bervariasi, tetapi tetap perhatikan dan waspadai beberapa gejala usus buntu pada anak di bawah ini, Moms.

1. Nyeri di Perut

anak sering mengeluh sakit perut hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Rasa nyeri di perut jadi gejala usus buntu pada anak yang paling umum. Dilansir dari St. Louis Children's Hospital, rasa sakit mungkin mulai di area sekitar pusar, pindah ke sisi kanan bawah pusar atau sebaliknya.

Seringkali, rasa sakit ini jadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Nyeri akan lebih terasa apabila anak bergerak, menarik napas dalam-dalam, disentuh, mengejan, atau batuk dan bersin.

Apabila usus buntu sudah pecah, rasa nyeri bisa terjadi di seluruh perut.

2. Kehilangan Nafsu Makan

3 tips atasi anak yang melakukan gtm (gerakan tutup mulut) 3

Foto: Orami Photo Stock

Kehilangan nafsu makan jadi salah satu gejala usus buntu pada anak yang patut diwaspadai.

Radang usus buntu kadang berdampak pada saluran pencernaan sehingga nafsu makan bisa menurun.

Baca Juga: Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

3. Mual dan Muntah

Sudah Tahu 5 Penyebab Anak Mual dan Cara Mengatasinya 02.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala lain yang bisa ikut menyertai adalah mual dan muntah. Selain bisa berdampak pada saluran pencernaan, radang usus buntu pun bisa berdampak ke sistem saraf yang memungkinkan Si Kecil mengalami mual dan muntah.

4. Kesulitan Buang Angin

Penyebab Bibir Kering pada Anak 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, bila Si Kecil mengeluh kesulitan buang angin atau kentut, Moms wajib waspada karena ini juga jadi salah satu gejala usus buntu pada anak.

Usus buntu bisa berdampak pada gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.

Menjadi salah satu gejala usus buntu pada anak, bila anak susah kentut, itu berarti sudah terjadi penyumbatan pada sebagian atau seluruh usus sehingga angin tidak bisa keluar.

5. Demam

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Yang Pura-Pura Sakit Untuk Menghindari Sesuatu 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penyakit. Bila anak memiliki penyakit di dalam tubuhnya, sudah dipastikan ia akan mengalami demam.

Radang usus buntu bisa menyebabkan demam ringan dengan suhu berkisar 37 - 38 derajat Celcius. Bila semakin parah, demam bisa meningkat disertai denyut jantung yang kian cepat.

Baca Juga: Nyeri Perut Mendadak, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu pada Anak yang Perlu Konsultasi ke Dokter

gejala usus buntu yang butuh penanganan dokter

Foto: Orami Photo Stock

Moms harus membawa Si Kecil berkonsultasi ke dokter, jika gejala usus buntu pada anak yang terjadi pada Si Kecil mulai mengeluhkan hal-hal berikut ini:

  • Rasa sakit yang dimulai di dekat pusar (bellybutton) dan menyebar ke bagian kanan bawah perut. Ini bisa berarti radang usus buntu, yang berarti kondisi gawat darurat.
  • Perut buncit, yang bisa berarti obstruksi atau masalah lain seperti radang usus buntu.
  • Anak mengeluh sakit perut dan berbaring miring dengan kaki diangkat ke arah perut. Ini sering terjadi ketika radang usus buntu terjadi.
  • Anak mengeluh sakit perut dan berjalan membungkuk.
  • Nyeri perut yang dikaitkan dengan darah baik itu muntah atau feses.
  • Muntah cairan berwarna hijau. Hal ini bisa disebabkan empedu, atau hal lainnya. Kondisi itu harus dirawat dengan cepat.
  • Nyeri ketika perut ditekan, terutama jika ditekan lalu dilepaskan secara tiba-tiba. Ini bisa berarti bahwa lapisan peritoneum, selaput yang melapisi rongga perut, meradang. Hal ini hanya dapat terjadi dalam kondisi seperti usus buntu.

Selain itu, American Pediatric Surgical Association menerangkan bahwa perlu diketahui bahwa ada gejala awal dan gejala lanjut dari penyakit usus buntu pada anak.

1. Tanda dan Gejala Awal

Saat radang pada usus buntu dimulai, ada rasa sakit di sekitar bagian tengah perut dekat pusar. Anak mungkin mengalami penurunan nafsu makan dan merasa ingin muntah.

Gejala usus buntu pada anak di awal terjadi rasa sakit tidak pernah sepenuhnya hilang dan menjadi lebih tajam seiring waktu. Kebanyakan anak dengan apendisitis mengalami demam 38-39 derajat Celcius.

2. Tanda dan Gejala Lanjut

Lebih dari 24 jam setelah nyeri dimulai, gejala usus buntu pada anak dengan nyeri berpindah ke sisi kanan bawah perut. Terkadang, Si Kecil mengeluh sakit perut bagian kanan bawah saat berjalan, atau menolak berdiri atau berjalan karena sakit.

Anak-anak yang lebih kecil (di bawah lima tahun) kemungkinan lebih tinggi mengalami ruptur usus buntu karena Si Kecil mungkin tidak dapat berbicara dengan jelas tentang gejalanya.

Jika usus buntu pecah, demam tinggi mungkin bisa terjadi pada anak. Mungkin ada beberapa kali diare pada anak.

Baca Juga: Perut Balita Buncit, Apakah Itu Masalah Serius?

Cara Mengatasi Usus Buntu pada Anak

operasi gejala usus buntu pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi usus buntu pada anak. Mengutip University of Rochester Medical Center Rochester, perawatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum Si Kecil.

Apendisitis adalah keadaan darurat medis. Kemungkinan usus buntu akan pecah dan menyebabkan infeksi yang serius dan mematikan. Untuk alasan ini, penyedia layanan kesehatan mungkin akan menyarankan agar anak menjalani operasi untuk mengangkat usus buntu.

Sebagai cara mengatasi gejala usus buntu pada anak, ia mungkin diberi antibiotik dan cairan melalui infus sebelum operasi dimulai.

Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk apendisitis. Tetapi untuk beberapa anak, penyedia layanan kesehatan mungkin memberikan antibiotik sebagai pengganti operasi.

Dalam jurnal Canadian Family Physician, apendisitis akut adalah kegawatdaruratan bedah yang paling umum pada anak-anak. Apendisitis terjadi sepanjang masa kanak-kanak dan dewasa, tetapi kejadiannya paling tinggi di antara usia 10 dan 19 tahun.

Apendiks dapat diangkat dengan dua cara:

1. Operasi Terbuka atau Tradisional

Pada cara mengatasi gejala usus pada anak ini, Si Kecil akan diberi anestesi. Potongan atau sayatan dibuat di sisi kanan bawah perut. Dokter bedah menemukan usus buntu dan mengangkatnya.

Jika usus buntu pecah, selang kecil dapat dipasang untuk mengeluarkan nanah dan cairan lain dari perut. Pintasan akan dikeluarkan dalam beberapa hari, saat ahli bedah merasa infeksinya sudah hilang.

2. Operasi Laparoskopi

Si Kecil diberi anestesi. Metode ini menggunakan beberapa sayatan kecil dan kamera yang disebut laparoskop untuk melihat ke dalam perut.

Alat bedah ditempatkan melalui satu atau lebih sayatan kecil. Laparoskop dimasukkan melalui sayatan lain. Metode ini biasanya tidak dilakukan jika apendiks sudah pecah.

3. Penggunaan Antibiotik

Mengutip Children's National, setelah operasi, anak tidak diperbolehkan makan atau minum apapun dalam jangka waktu tertentu agar usus bisa sembuh.

Cairan diberikan ke dalam aliran darah melalui tabung plastik kecil yang disebut infus sampai anak Anda diizinkan untuk mulai minum cairan.

Seorang anak yang apendiksnya pecah harus tinggal di rumah sakit lebih lama dari pada anak yang melakukan operasi usus buntu sebelum pecah. Beberapa anak perlu minum antibiotik untuk jangka waktu tertentu setelah pulang.

Sebagai rangkaian cara mengatasi gejala usus buntu pada anak, Si Kecil juga akan menerima antibiotik dan obat-obatan untuk membantunya merasa nyaman melalui infus.

4. Pola Makan dengan Konsumsi Cairan

Pada akhirnya, anak-anak akan diizinkan untuk minum cairan bening (seperti air, minuman olahraga, atau jus apel), dan kemudian secara bertahap beralih ke makanan padat.

Baca Juga: Jauhi Makanan Ini Agar Terhindar dari Penyakit Usus Buntu

Pencegahan Gejala Usus Buntu pada Anak

mencegah gejala usus buntu pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya, Healthlinemenerangkan tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadinya gejala usus buntu pada anak. Tapi Moms mungkin bisa menurunkan risiko mengembangkannya dengan makan makanan kaya serat.

Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian tentang peran potensial makanan, radang usus buntu lebih jarang terjadi di negara-negara di mana orang makan makanan tinggi serat.

Makanan yang tinggi serat meliputi buah-buahan, sayuran, lentil, kacang polong, oatmeal, beras merah, gandum utuh, dan biji-bijian lainnya. Dokter mungkin juga mendorong Anda untuk mengonsumsi suplemen serat.

Hubungi dokter segera jika Si Kecil mengalami gejala usus buntu pada anak. Ini adalah kondisi serius yang membutuhkan perawatan medis, dan tidak aman mengandalkan pengobatan rumahan untuk mengobatinya.

Bila Si Kecil menjalani operasi untuk mengangkat usus buntu, dokter mungkin meresepkan antibiotik dan pereda nyeri untuk mendukung proses pemulihan.

Selain minum obat sesuai resep, Moms bisa melakukan beberapa langkah untuk membantu memulihkan tubuh, seperti banyak beristirahat, minum banyak cairan, berjalan-jalan santai setiap hari, serta jaga lokasi sayatan bedah bersih dan kering.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mendorong anak untuk menyesuaikan pola makan. Jika anak merasa mual setelah operasi, makan makanan lunak seperti roti dan nasi mungkin membantu.

Moms, itulah beberapa gejala usus buntu pada anak yang wajib diwaspadai. Segera ajak Si Kecil berobat ke dokter, ya, apabila ia sudah menunjukkan beberapa gejala di atas. Jangan tunda-tunda dan menunggu, segera obati agar Si Kecil cepat sehat kembali.

Artikel Terkait