KESEHATAN
9 Juli 2019

Bagaimana Gen Ayah Memengaruhi Penyakit Turunan Pada Anak?

Gen ibu tidak selalu lebih dominan pada anak
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Rupa anak adalah hasil dari turunan ayah dan ibunya. Moms melihat Si Kecil memiliki bentuk hidung yang sama, tetapi warna mata dan bentuk wajah yang lebih menyerupai ayah.

Namun, selain hal baik yang diturunkan kepada anak, begitu juga dengan penyakit turunan yang mungkin akan dialami Si Kecil.

Banyak yang mengatakan bahwa gen ibu lebih dominan dalam hal kesehatan yang dimiliki seorang anak. Tetapi, kesehatan seorang anak tidak sepenuhnya diturunkan oleh sang ibu.

Penyakit seperti jantung, diabetes, dan penyakit turunan lain disebabkan oleh interaksi yang kompleks antara gen yang diwarisi dari ibu dan ayah, pola makan, dan faktor-faktor lain di lingkungan sepanjang hidup.

Jadi, bagaimana dengan gen ayah? Apakah gen ayah memengaruhi penyakit turunan yang nantinya akan dialami oleh Si Kecil? Berikut penjelasannya mengutip!

Baca Juga: 5 Fakta Seputar Penyakit Lupus

Proses Mewarisi Gen Pada Anak

5 Cara Mendekatkan Hubungan Dengan Anak Adopsi 1.jpg

Proses mewarisi gen cukup adil, tetapi para ilmuwan belajar bahwa dari pihak mana seorang anak mewarisi gen yang memengaruhi kondisi fisik dan penyakit turunan.

Proses ini disebut "pencetakan," dan mungkin berdampak pada kesalahan genetik, atau mutasi, yang menghasilkan penyakit.

"Jika Anda memiliki mutasi pada gen yang dicetak, bagaimana mutasi itu akan berdampak pada Anda sepenuhnya bergantung pada pihak orang tua mana yang Anda dapatkan," jelas Christopher Gregg, PhD, asisten profesor neurobiologi dan anatomi dan asisten asisten profesor genetika manusia di Universitas Utah, mengutip WebMD.

Perlu diketahui juga, seberapa besar pengaruh gen kedua orang tua tergantung pada penyakitnya. Jika Moms memiliki kondisi seperti penyakit Huntington, anak akan memiliki peluang 50:50 untuk mendapatkan penyakit tersebut.

Baca Juga: Fakta Dibalik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

Jika seorang ibu menderita hemofilia, yang dibawa oleh kromosom X, anak putra akan berisiko lebih besar untuk penyakit ini karena mereka hanya memiliki satu kromosom X (XY).

Sementara, anak perempuan yang memiliki dua kromosom X (XX), pada dasarnya justru melemahkan gen bermasalah tersebut. Ini karena anak perempuan mewarisi kromosom X dari masing-masing orang tua.

Mengutip Muscular Dystrophy Association, meski anak perempuan juga memiliki kemungkinan 50 persen untuk mewarisi gen yang rusak tetapi biasanya tidak terpengaruh.

Ini karena kromosom X sehat yang diterima dari ayah mereka dapat mengimbangi kesalahan yang diterima dari ibu mereka.

Sementara, ayah yang memiliki gen rusak tidak dapat menularkan kelainan kepada putra mereka yang punya kromosom XY, tetapi putri mereka akan menjadi pembawa kelainan itu dari ayahnya.

Tetapi, penyakit turunan seperti lupus atau diabetes mengalami proses yang jauh lebih rumit.

Meskipun gen ibu dan gen ayah dapat menempatkan anak pada risiko penyakit-penyakit ini, anak perlu terpapar faktor-faktor tertentu untuk benar-benar mengembangkan penyakit tersebut.

Baca Juga: Waspadai Gejala Lupus, Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Apakah Gen Ayah Memengaruhi Penyakit Turunan?

ayah berubah setelah memiliki anak hero banner magz (1510x849)

Lebih lanjut, Gregg menambahkan bahwa tidak hanya ibu memiliki pengaruh untuk kondisi fisik anak. Namun, gen ayah pun juga berkontribusi pada penyakit turunan.

"Ada bukti yang menunjukkan bahwa para ayah mengirimkan informasi kepada anak-anak mereka melalui sperma. Ayah juga bisa memiliki pengaruh," jelasnya.

Ayah tidak hanya berkontribusi pada gen anak, tetapi mereka juga memainkan peran penting dalam memberi makan, merawat, dan mengasuh anak itu selama tahun-tahun awal.

Namun, para ilmuwan masih belajar tentang interaksi antara gen dan lingkungan dan bagaimana mereka dapat menentukan kesehatan masa depan bayi.

"Anda tidak memiliki kendali atas urutan DNA yang Anda berikan kepada anak-anak Anda. Apa yang dapat Anda lakukan adalah tetap menjadi sehat, dan ajarkan anak-anak untuk membuat pilihan gaya hidup yang baik," kata Gregg.

Artikel Terkait