BAYI
4 Juni 2020

6 Jenis Gendongan Ergonomis, Wajib Tahu!

Ternyata gendongan ergonomis bukan hanya gendongan mahal lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gendongan apa yang cocok untuk saya, ya? Gendongan apa yang paling nyaman dan antipegal ya?

Hal ini kerap kali ditanyakan oleh para orang tua yang baru saja memulai perjalanannya dalam menggendong anak. Walaupun terkadang ditakut-takuti mitos bau tangan, orang tua tetap juga membutuhkan gendongan sebagai alat bantu menggendong.

Ketika memilih gendongan, pastikan gendongan adalah gendongan ergonomis. Menurut dr Rosie Knowles, gendongan yang ergonomis akan menjaga pertumbuhan tulang bayi sesuai dengan usianya, menjaganya tetap aman dan berada di posisi alami yang nyaman.

Menurut International Hip Dysplasia Institute, gendongan yang tidak tepat bisa secara tidak sengaja dapat menempatkan pinggul pada posisi yang tidak sehat, terutama jika digunakan untuk waktu yang lama.

Gendongan yang menahan kaki bayi dalam posisi yang tidak sehat harus dianggap sebagai risiko potensial untuk perkembangan pinggul yang tidak normal. Untuk menghindari perkembangan pinggul yang tidak normal itu, Moms harus memilih gendongan ergonomis.

Gendongan ergonomis menekankan pada posisi optimal untuk bayi dan juga memberikan kenyamanan untuk penggendong.

Jenis Gendongan Ergonomis

Sebelum memilih jenis gendongan yang sesuai, hal yang harus diperhatikan adalah budget, usia bayi, dan kebutuhan. Moms, gendongan ergonomis tidak melulu gendongan mahal yang suka dipakai artis dan selebriti.

Nah, penasaran jenis gendongan ergonomis yang pas buat Moms? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Rekomendasi Gendongan Bayi di Bawah Rp 500 Ribu

1. Jarik

jarik

Foto: Dok. Pribadi Indah Siauw

Jarik adalah jenis gendongan khas Indonesia dan dipakai secara turun temurun sejak lama. Jarik bisa menjadi gendongan ergonomis paling ekonomis dan mudah didapat dengan menggunakan beberapa teknik tertentu seperti simpul jangkar, no sew ringsling dan membuat pouch sling dengan jarik.

Gunakanlah jarik dengan panjang minimal 2,4 meter dan memiliki bahan dasar 100 persen katun. Jarik gendong biasanya berbeda dengan kain batik untuk pakaian. Lebar kain jarik untuk gendong biasanya adalah 100 cm dan panjangnya minimal 2,4 meter.

Di ujung-ujung kain biasanya juga memiliki corak yang khas. Jika menggunakan jarik turunan yang sudah berusia puluhan tahun, mesti diperhatikan kualitas kain apakah mulai ringkih dan mudah sobek.

2. Ringsling

ring sling

Foto: Orami Photo Stock

Ring Sling adalah jenis gendongan yang menyerupai jarik, yakni berupa kain panjang, namun di satu sisinya dijahit sepasang ring. Ring yang digunakan adalah ring bulat sempurna terbuat dari bahan aluminium, nilon, atau polypropelyn.

Ukuran ring beragam disesuaikan dengan ketebalan kain yang digunakan. Pemilihan ringsling yang baik adalah dengan memastikan bahwa ring tidak bercelah dan bukan terbuat dari besi atau plastik yang ringkih karena bisa membahayakan saat di pakai.

Ringsling bisa digunakan untuk bayi baru lahir hingga anak memasuki usia prasekolah.

3. Soft Structured Carrier (SSC)

gendongan ransel depan

Foto: Orami Photo Stock

Soft Structured Carrier atau SSC adalah jenis gendongan ergonomis yang bentuknya menyerupai tas ransel dan memiliki waistpad. SSC menjadi gendongan primadona masyarakat karena bentuknya yang modern dan lebih mudah cara pakainya.

SSC juga bisa dipakai oleh berbagai ukuran penggendong, sehingga bisa dengan mudah bergantian pakainya dengan pengasuh yang lain. SSC memiliki beragam ukuran yang bisa digunakan dari newborn hingga preskul.

SSC cocok digunakan oleh orang tua yang modern yang ingin serba simple.

Baca Juga: 7 Jenis Gendongan Bayi Sesuai Usia dan Berat Badan Serta Plus Minusnya

4. Stretchy Wrap

gendongan1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Stretchy Wrap adalah jenis kain panjang sekitar 4,5 meter yang memiliki tingkat elastisitas cukup tinggi, sehingga ketika ditarik kain akan mulur. Stretchy wrap sering di sebut sebagai gendongan kanguru dan umumnya memang dipakai untuk bayi baru lahir hingga 6 bulan.

Bahan kain yang elastis cenderung akan membuat penggendong merasa tidak nyaman ketika menggendong bayi yang sudah semakin berat apalagi di atas 7 kg. Stretchy wrap cukup mudah cara pakainya dan karena bahannya yang elastis dan lembut sangat aman digunakan untuk bayi baru lahir.

5. Woven Wrap

gendongan kain vs gendongan modern hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stock

Berseberangan dengan stretchy wrap, woven wrap merupakan kain panjang yang tidak mulur. Penggunaan woven wrap mungkin lebih sulit dan terkesan ribet ketimbang stretchy wrap, namun woven wrap disukai karena sangat serbaguna. Woven wrap bisa digunakan dari newborn hingga prasekolah.

Saat tidak digunakan untuk menggendong bisa menjadi alas tidur bayi, selimut bayi, bahkan bisa menjadi penutup saat menyusui. Woven wrap juga memungkinkan penggendong untuk menggendong dengan berbagai macam posisi serta variasi yang sangat menarik.

Warna, motif serta bahan woven wrap juga sangat beragam yang membuat harga woven wrap sangat beragam dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Woven wrap cocok digunakan untuk orang tua yang menyukai tantangan dan suka bereksplorasi.

6. Mehdai

Mehdai

Foto: Dok. Pribadi Indah Siauw

Mehdai merupakan gendongan asal Tiongkok dan merupakan cikal bakal dari pembuatan SSC. Berbeda dengan SSC yang semuanya serba instan hanya dengan memasang buckle, pada mehdai terdapat 4 buah tali atas bawah kanan kiri untuk mengikat. Mehdai cenderung lebih nyaman digunakan karena mampu mengikuti bentuk tubuh penggendong ketimbang SSC.

Bisa dikatakan, Mehdai merupakan gabungan dari SSC dan juga woven wrap. Bisa lebih mudah dipakai dari pada menggunakan woven wrap, namun memiliki kenyamanan yang sama dengan menggunakan woven wrap.

Mehdai bisa digunakan dari newborn hingga toddler. Kelemahan mehdai adalah kain panjang di keempat sisi agak merepotkan ketika bepergian dan gendongan tidak sedang dipakai.

Baca Juga: Review 5 Gendongan Baby Carrier Favorit Moms, Pilih yang Mana?

Nah, itulah jenis-jenis gendongan ergonomis yang bisa Moms pilih. Kira-kira jenis gendongan apa ya yang cocok untuk Moms? Apapun pilihannya, harus disesuaikan dengan budget ya.

Artikel Terkait