BALITA DAN ANAK
30 Maret 2020

Gigi Balita Patah, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan panik, gigi patah akibat jatuh biasanya bukan kondisi serius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pada balita yang sedang senang-senangnya belajar berjalan dan berlari, jatuh dan cedera sudah jadi makanan sehari-hari. Terkadang, jatuh yang begitu keras menyebabkan gigi balita patah. Bagaimana pertolongan pertamanya?

Gigi patah tidak selalu serius. Namun, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi gigi, terutama pada anak-anak yang belum bisa menjaga kebersihan gigi atau berbicara dengan lancar.

Penanganan Saat Gigi Balita Patah

gigi balita patah.jpg

Foto: drlisafeldman.com

Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Moms lakukan saat gigi balita patah, seperti direkomendasikan oleh situs web Stanford Children’s Health:

  1. Tetap tenang dan buat Si Kecil nyaman
  2. Jika berdarah, tempelkan kain bersih kecil atau kain kasa dan tekan dengan agak kuat untuk menghentikan perdarahan.
  3. Berikan air dingin, kompres dingin, atau es loli untuk mengurangi bengkak dan nyeri
  4. Jika gigi Si Kecil patah, kumpulkan patahannya. Pastikan tidak ada yang menancap di bibir, lidah, atau gusi.
  5. Bawa Si Kecil ke dokter gigi anak. Gigi yang runcing mungkin perlu dikikir agar halus dan memerlukan perawatan agar tetap sehat. Selama perjalanan, minta anak menggigit kain basah untuk mencegah gigi tajamnya melukai bibir atau lidahnya sendiri.
  6. Jika Moms tidak dapat menemukan patahan gigi Si Kecil dan ia tampak kesulitan bernapas, bawa ia ke ruang gawat darurat di rumah sakit untuk memastikan Si Kecil tidak menelan patahan gigi.

Baca Juga: 5 Masalah Gigi Pada Balita

Jika tidak ada masalah yang terlalu urgent seperti pada poin 6, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter gigi anak, bukan dokter umum atau ke ruang gawat darurat. Sebab, dokter gigilah yang mengerti penanganan gigi patah.

Selain itu, sebaiknya datangi dokter gigi anak, bukan dokter gigi umum, karena ia lebih memahami cara menghadapi anak-anak yang sulit duduk diam atau mengamuk dan memiliki peralatan yang sesuai. Karena itu, penting untuk Moms menyimpan nomor telepon dokter gigi anak agar bisa berkonsultasi di luar jam praktiknya.

Selama 1-2 hari setelah gigi balita patah, berikan makanan lunak kepada Si Kecil. Kalau ia masih merasakan sakit, coba berikan ibuprofen.

Perubahan Warna pada Gigi yang Patah

perubahan warna di gigi balita patah.jpg

Foto: arcticdental.com

Terbentur keras bisa membuat gigi Si Kecil berubah warna menjadi cokelat, hitam, merah, atau abu-abu. Ini karena pembuluh darah di gigi pecah, seperti memar di kulit ketika terkena benda tumpul dengan keras.

Perubahan warna ini sementara, kok, Moms. Setelah pembuluh darah sembuh dan lebam menghilang, warna gigi akan kembali seperti semula.

Meski gigi patah pada balita biasanya bukan masalah serius, tampilannya mungkin jadi kurang bagus.

Jika Moms atau Si Kecil tidak sabar menunggu sampai gigi susu yang rusak tersebut tanggal sendiri, menurut situs web Children’s Dental, Moms bisa berkonsultasi kepada dokter gigi anak tentang opsi memperbaiki gigi Si Kecil.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Balita Rewel Karena Tumbuh Gigi

Pada kasus gigi tanggal karena jatuh, gigi permanen biasanya disarankan segera dipasangkan lagi di tempatnya. Namun, gigi susu sebaiknya dibiarkan saja, Moms.

Sebab, menanamnya kembali dikhawatirkan bisa mengganggu gigi permanen yang akan tumbuh di bawahnya. Bagaimanapun, prioritas utama ketika gigi Si Kecil rusak adalah menjaga gigi permanen yang nanti akan tumbuh.

Tanda Gigi Anak Harus Segera Diperiksakan ke Dokter

dokter gigi balita patah.png

Foto: nelsonsbooks.com

Retakan yang sangat kecil di gigipun bisa menyebabkan bakteri masuk ke pulpa gigi, sehingga menimbulkan abses. Nah, Moms harus mewaspadai tanda abses gigi sedini mungkin. Jika dibiarkan, abses bisa menyebar ke jaringan lain di wajah, bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak atau kebutaan.

Seperti dikutip dari situs web childrensdent.com, berikut beberapa tanda bahaya yang harus Moms waspadai setelah gigi balita patah:

  • Gigi tetap berwarna hitam atau abu-abu. Dokter akan mengecek tanda infeksi atau nekrosis.
  • Sakit di wajah. Cek apakah gusi di area gigi patah berwarna merah atau bernanah
  • Bengkak, biasanya di bibir, leher, dan rahang.
  • Demam.
  • Ada darah di mulut, tapi bukan karena tidak sengaja tergigit atau menggosok gigi terlalu keras. Bisa jadi itu abses yang berdarah.
  • Perubahan kebiasaan makan. Karena gigi yang patah terasa tidak nyaman, Si Kecil jadi enggan menggunakannya. Tandanya, Si Kecil mengunyah di satu sisi gigi, menggigit dengan gigi samping dan bukan gigi depan, atau menghindari makanan yang panas dan dingin.
  • Tidur terganggu karena nyeri dari abses.

Baca Juga: Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Balita Suka Menggigit

Sayangnya, gigi yang mengalami trauma hebat kemungkinan tidak dapat pulih sepenuhnya. Kekuatan benturan bisa menyebabkan gigi perlahan mati dalam beberapa bulan, bahkan meski tanpa perubahan warna.

Jadi, kalau gigi balita patah setelah terjatuh, konsultasikan ke dokter gigi anak, ya, Moms, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait