BAYI
19 Februari 2020

Gigi Bayi Rusak, Waspadai Penyebab dan Gejalanya!

Moms perlu memperhatikan kesehatan gigi Si Kecil sejak gigi susu pertama muncul
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pada sebagian besar bayi, gigi susu muncul pertama kali ketika bayi berusia 6 sampai 9 bulan. Walaupun gigi susu bayi tidak bersifat permanen, karena nanti akan digantikan oleh gigi dewasa. Tapi Moms harus tetap memperhatikan gigi susu bayi, sejak awal gigi susu tumbuh.

Gigi susu bayi memiliki peranan penting untuk kesehatan dan perkembangan bayi. Dikutip dari Mouthhealthy.org, gigi susu membantu bayi mengunyah, berbicara, dan tersenyum. Selain itu, gigi susu juga menjaga ruang di rahang untuk gigi permanen yang tumbuh di bawah gusi.

Ketika gigi bayi tanggal terlalu dini, gigi yang tumbuh disekitar gigi tanggal dapat bergerak dan menempati ruang tempat gigi tanggal. Ini menyebabkan gigi dewasa tidak memiliki ruang untuk tumbuh dengan baik dan menyebabkan penumpukan gigi atau arah gigi bengkok.

Baca Juga: Kenapa Bayi Belum Tumbuh Gigi di Usia 1 Tahun?

Waspada Gigi Bayi Rusak

Photo by Phan Anh Tran on Unsplash.jpg

Foto: Unsplash.com/Phan Ahn Tran

Menurut American Academy of Pediatrics, kerusakan gigi atau karies gigi merupakan penyakit menular kronis yang paling umum terjadi pada anak-anak. Moms perlu memperhatikan kesehatan gigi Si Kecil sejak gigi susu pertama muncul.

Hal ini bisa dilakukan dengan memulai kebiasaan merawat gigi sejak dini, karena kerusakan gigi dapat berkembang segera setelah gigi susu pertama muncul.

Mencegah terjadinya gigi bayi rusak bisa dilakukan dengan merawat gigi susu dengan baik. Selain itu, pencegahan kerusakan gigi bisa dilakukan dengan mengetahui penyebab gigi bayi mengalami kerusakan sekaligus gejala-gejala kerusakannya sehingga kerusakan gigi bisa dihindari.

Penyebab Gigi Bayi Rusak

Photo by Henley Design Studio on Unsplash.jpg

Foto: Unsplash.com/Henley Design Studio

Kerusakan gigi terjadi ketika mulut bayi terinfeksi oleh bakteri penghasil asam. Asam yang dihasilkan bakteri inilah yang akan secara perlahan-lahan merusak gigi bayi.

Salah satu penyebab munculnya bakteri penghasil asam bisa terjadi melalui penularan dari orang tua atau pengasuh ke bayi melalui air liur.

Baca Juga: 3 Fakta Gigi Pertama Bayi yang Harus Moms Tahu

Penyebaran bakteri bisa terjadi ketika orang tua dan pengasuh menggunakan alat makan atau minum yang sama tanpa dicuci lagi terlebih dahulu, sehingga bakteri yang ada pada air liur orang tua atau pengasuh ikut masuk dalam mulut bayi.

Gigi bayi rusak juga terjadi ketika gigi dan gusi bayi terpapar asupan bayi yang mengandung karbohidrat (gula dan pati) dalam waktu yang lama atau sering sepanjang hari. Contoh asupan bayi yang mengandung gula dan pati adalah: susu, permen, kue, jus buah, sereal, dan roti.

Bakteri yang biasanya hidup di mulut mengubah sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi bayi menjadi asam. Kombinasi bakteri, makanan, asam, dan air liur membentuk zat yang disebut plak yang akan menempel pada gigi.

Seiring berjalannya waktu, asam yang dibuat oleh bakteri akan merusak gigi sehingga gigi membusuk.

Salah satu kebiasaan yang banyak Moms lakukan pada Si Kecil ternyata menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan gigi pada bayi. Banyak Moms menjadikan minum susu sebagai salah satu cara untuk menidurkan bayi.

Bayi akan tertidur dalam keadaan minum susu. Selain itu, karena Moms takut bayi terbangun, botol susu akan dibiarkan untuk terus dalam mulut bayi ketika tidur.

Jangan biasakan bayi untuk tidur dalam keaddan menyusu botol ya, Moms. Kebiasaan itu ternyata turut andil membuat Si Kecil mengalami kerusakan gigi.

Tanda Gigi Bayi Rusak

freepik2.1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada awalnya, tanda-tanda gigi bayi rusak tidak tampak. Kerusakan gigi mungkin pertama kali muncul sebagai bintik-bintik putih pada garis gusi pada gigi depan atas.

Mula-mula bintik-bintik ini sulit dilihat, bahkan untuk dokter atau dokter gigi anak tanpa menggunakan peralatan yang memadai. Bintik-bintik ini merupakan tanda bahwa enamel gigi bayi mulai rusak.

Baca Juga: Mengatasi Bayi Rewel di Malam Hari Akibat Tumbuh Gigi

Jika infeksi terus berlanjut, bintik-bintik ini akan menjadi rongga-rongga yang semakin besar, dan berwarna coklat muda. Dan jika tidak tertangani, infeksi berlanjut dan mengakibatkan rongga-rongga semakin besar dan berwarna coklat, sampai kehitaman dan gigi bayi menjadi gigis.

Moms harus sesegera mungkin berusaha menghentikan infeksi bakteri gigi ketika melihat gejala gigi bayi rusak muncul, untuk mencegah agar pembusukan gigi tidak menyebar dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

Selain tanda-tanda yang tampak oleh mata pada gigi yang mengalami kerusakan, ada juga tanda-tanda yang tampak pada perilaku bayi yang bisa diperhatikan.

Ketika kerusakan gigi mulai terjadi, maka itu berarti enamel gigi mulai rusak. Hal ini akan memberikan sensitivitas dini pada gigi.

Sensitivitas dini pada gigi membuat bayi akan lebih mudah rewel karena akan lebih mudah terpengaruh ketika ada sesuatu yang menyentuh gigi. Bayi akan lebih sensitif merasakan makanan dingin dan panas, atau makanan manis.

Artikel Terkait