KESEHATAN
26 Desember 2019

Glaukoma, Penyakit Kerusakan Saraf Mata

Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan pada lansia
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, glaukoma adalah penyakit kerusakan saraf optik mata kita. Hal ini biasanya terjadi ketika cairan menumpuk di bagian depan mata. Cairan ekstra itu meningkatkan tekanan di mata, lalu merusak saraf optik.

Kelainan mata ini bisa dikatakan sebagai salah satu penyebab utama kebutaan bagi orang berusia di atas usia 60 tahun. Glaukoma dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Banyak bentuk glaukoma tidak memiliki tanda-tanda peringatan. Efeknya sangat bertahap sehingga kita mungkin tidak melihat perubahan penglihatan hingga kondisi mata kita sampai pada stadium lanjut.

Baca Juga: Glaukoma pada Balita, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Penyebab Glaukoma

glaukoma

Foto: nuccawellnesschicago.com

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari glaukoma. Diketahui ada beberapa kelainan genetika pada tipe glaukoma tertentu (primer), namun hubungan sebab akibatnya masih belum jelas.

Faktor risiko utama yang dikaitkan dengan terjadinya glaukoma adalah tekanan bola mata.

Hal ini tidak dapat diartikan secara sederhana dan dikaitkan dengan ketahanan saraf optik per individu terhadap tekanan tersebut. Tekanan bola mata tertentu dapat menyebabkan glaukoma dan perburukan kondisi.

“Hal lain yang menjadi faktor risiko adalah penyakit diabetes melitus, darah tinggi, kelainan refraksi tertentu,” kata dr. Astrianda Nadya Suryono, Dokter Spesialis Penyakit Mata Konsultan Glaukoma RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Adapun beberapa hal diketahui dapat menyebabkan glaukoma sekunder, seperti penggunaan obat steroid jangka panjang atau berulang, katarak yang terlalu tebal dan lanjut, peradangan di dalam bola mata, sebagai komplikasi operasi mata lain, atau komplikasi penyakit sistemik seperti diabetes melitus, hipertensi, dan lain-lain.

Gejala Glaukoma

glaukoma

Foto: rowaneyecenter.com

Gejala yang ditimbulkan dari glaukoma, berbeda berdasarkan dari tipenya. Ada 2 tipe glaukoma berdasarkan onset penyakitnya:

Baca Juga: 3 Risiko Penyakit Akibat Extension Bulu Mata & Tips Agar Bulu Mata Lentik alami

1. Tipe Kronis

Glaukoma tipe ini tidak menimbulkan gejala, dan dikenal juga sebagai “pencuri penglihatan”. Pasien umumnya baru mengeluh penglihatan terganggu apabila sudah terjadi penyempitan lapang pandang yang ekstrim, seperti mengintip lubang kunci.

Gejala yang mungkin terjadi adalah sering tersandung dan/atau menabrak, atau tidak melihat objek yang datang dari arah samping kanan atau kiri pasien.

2. Tipe Akut

Glaukoma tipe ini terjadi mendadak akibat peningkatan tekanan bola mata seketika. Gejalanya rasa sakit, penglihatan kabur, dan mata merah secara tiba-tiba. Kadang kala apabila sakit sangat hebat, dapat menimbulkan mual dan muntah.

Secara umum, kedua tipe glaukoma ini akan tetap mengalami progresivitas penurunan penglihatan, walaupun sudah diterapi, karena penyebab pastinya yang belum diketahui.

Mengatasi Glaukoma

glaukoma

Foto: rowaneyecenter.com

Faktor tekanan bola mata masih merupakan faktor risiko yang diketahui mendukung perkembangan dan memperberat penyakit glaukoma. Oleh sebab itu, untuk memperlambat progresivitas, cara mengatasi glaukoma adalah dengan menjaga tekanan bola mata senormal mungkin.

“Tekanan bola mata dapat diturunkan dengan obat-obat tetes dan minum, dengan tindakan laser, dan pembedahan,” tutur dr. Astrianda Nadya Suryono.

Tipe pembedahan antara lain adalah pembuatan saluran secara manual atau dengan menanamkan implan di bola mata.

Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma

glaukoma

Foto: healthline.com

Orang-orang dengan riwayat anggota keluarga lain yang menderita glaukoma mempunyai risiko lebih tinggi menderita glaukoma, oleh sebab itu sebaiknya segera memeriksaan mata secara rutin, khususnya jika sudah berusia di atas 40 tahun.

Faktor risiko lain adalah usia tua (lebih dari 40 tahun), kelainan refraksi (miopia dan hipermetropia), dan menderita penyakit diabetes melitus.

Baca Juga: 5 Gejala Katarak yang Tidak Disadari, Catat!

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang glaukoma. Jadi, meskipun lebih banyak menyerang kelompok usia di atas 40 tahun, glaukoma juga bisa terjadi pada kelompok usia lain. Selalu lakukan pencegahan ya.

Artikel Terkait