BAYI
15 September 2020

Kapan Golden Age Perkembangan Si Kecil? Jangan Sampai Terlewat Ya, Moms!

Jangan sampai kelewatan masa perkembagan Si Kecil ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tidak ada cara yang paling benar atau yang salah dalam membesarkan anak. Namun, yang namanya orang tua pasti selalu berusaha untuk bisa membesarkan anak dengan percaya diri sambil menikmati masa-masa tumbuh kembang Si Kecil hingga dewasa.

Apalagi saat anak bertumbuh, tantangan akan berubah, dan pemikiran Si Kecil dan orang tua juga dapat berkembang, tetapi pendekatan yang dilakukan orang tua harus konsisten, tegas dan penuh kasih sayang.

Misalnya, membantu anak belajar melalui pengalaman yang membuat upaya membangun kepercayaan diri dan membantu Si Kecil belajar untuk mengatasi tantangan.

Ditambah lagi, berdasarkan penelitian yang dikutip NYTimes, membesarkan anak yang mandiri dengan harga diri yang tinggi, lebih efektif dengan bersikap otoritatif daripada otoriter.

Moms tentu ingin Si Kecil mendengarkan, menghormati, dan mempercayai ibu dan ayahnya alih-alih takut kepada kedunya.

Nah, berbicara mengenai masa-masa tumbuh kembang anak, ada masa-masa saat Si Kecil berada pada usia emas atau yang sering disebut dengan Golden Age. Apa itu Golden Age? Yaitu kehidupan selama 1000 hari pertama bagi bayi atau sejak usia nol di kandungan hingga umur anak mencapai 5 tahun.

Baca Juga: Sangat Bermanfaat, Ini 6 Jenis Permainan yang Penting Bagi Tumbuh Kembang Balita

"Golden Age adalah periode ketika terjadi proses tumbuh kembang dan sangat pesat. Apa yang terbentuk di golden age akan membawa blueprint yang akan terbawa hingga anak remaja, dewasa dan sebagainya," jelas dr. Catharine Mayung Sambo, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang – pediatri sosial RS Pondok Indah (RSPI).

Menurut dr. Catherine, Golden Age tidak hanya berbicara tentang kecerdasan anak saja, namun juga tentang pengalaman badaniah atau fisik-fisik anak.

"Misalnya dokter anak yang ahli nutrisi dan metabolisme bisa dengan fasih menceritakan betapa di tahun-tahun awal kehidupan ada blueprint metabolisme anak. Misalnya ketika lahir, hingga anak naik berat badannya secara bertahap," tambah dr. Catherine.

Nah, apa saja yang perlu Moms ketahui tentang tumbuh kembang anak di usia Golden Age ini? Yuk kita cari tahu Moms!

Hal-Hal Terkait Golden Age pada Anak

Apa saja hal-hal yang perlu para orang tua perhatikan terkait dengan usia emas Si Kecil atau Golden Age anak yang terjadi hanya satu kali seumur hidup? Simak di bawah ini ya Moms!

1. Stimulasi Anak sesuai dengan Usianya

golden age anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika mengacu pada penelitian, tidak ada dosis pasti stimulasi harusnya seberapa banyak atau seberapa intense. Namun penting untuk memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak dan mengacu pada prinsip perkembangan. Berikan stimulasi sesuai kemampuan anak dan usia anak, karena perkembangan anak memiliki arah yang berurutan.

"Misalnya perkembangan gerak kasar (pakai otot besar) untuk berpindah tempat, seperti belajar duduk, belajar berdiri, lalu jalan. Jika anak belum bisa duduk sendiri, tidak bijaksana jika orang tua memaksa anak untuk langsung belajar berdiri," kata dr. Catherine.

Jadi ada tahap-tahap yang perlu dilewati anak. Untuk frekuensi seberapa seringnya, misalnya mengajari anak menerima dengan tangan kanan, jika Moms semakin sering mengajarkannya pada anak, maka Si Kecil akan semakin ingat, dikarenakan ada konsep pengulangan. Semakin dilakukan dengan baik, akan semakin melekat di pusat otak anak.

Nah, dalam hal ini, yang perlu Moms ketahui, kemampuan anak tentu akan berbeda-beda, bukan berarti jika anak belum berhasil, orang tua harus menambah frekuensinya. Kita harus melihat respon anak terlebih dahulu, apakah sudah dipahami atau belum. Jika belum, istirahat terlebih dahulu.

Baca Juga: Ketahui Plastisitas Otak untuk Anak yang Bisa Mencerdaskan Si Kecil

Menurut dr. Catherine, penting untuk orang tua mengerti, jadi lihat dulu tanda-tanda pada anak-anak. Orang tua harus responsif dan mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi anak.

Jika orang tua mengerti prinsip ini, maka anak akan bisa berkembang dengan cepat dan mungkin bisa mencoba hal baru lainnya, sesuai dengan usianya.

2. Memaksimalkan Peran Orang Tua yang Bekerja selama Masa Golden Age Anak

dampingi anak di masa golden age

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya karakteristik tiap keluarga itu berbeda-beda. Jadi ketika anak masih dalam kandungan, ia bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang dinamakan mikro, yaitu lingkungan yang hanya berisi ibu dan janin dalam kandungan. Nah, selama ini ikatan ibu dan anak sudah terbentuk sejak anak di dalam kandungan.

Lalu ketika lahir Si Kecil mulai diperkenalkan di lingkungan mini, yaitu keluarganya yang berisikan ayah, kakaknya, dan orang serumah lainnya. Lalu lingkungan mezo, misalnya saat anak bertemu dokter anak dan mulai masuk sekolah. Kemudian meningkatkan skill masuk ke lingkungan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Jika kembali ke lingkungan mini, saat orang tua tidak sering bersama anak di rumah, maka fungsi pengasuhan orang tua tentu harus diisi dengan orang lain. Dan ketikan tidak ada orang dilingkungan mini yang bisa melakukannya, anak diperkenalkan ke orang baru, misalnya dengan menitipkan Si Kecil ke nenek dan kakeknya. Dari hal ini, kita tahu bahwa anak butuh beradaptasi dan butuh waktu serta konsistensi lagi untuk melakukannya.

Biasanya langkah ini yang akan diambil oleh orang tua yang bekerja. Sebenarnya akan jauh lebih bijaksana jika orang tua menitipkan anak ke keluarga yang dikenal dengan baik.

Lalu bagaimana cara meningkatkan quality time? Berikut tips yang bisa dilakukan:

  1. Jika anak sudah lebih dari satu, penting untuk orang tua menyediakan waktu one on one, tidak perlu berlama-lama, cukup sebentar saja, misalnya 5 menit. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bonding antara orang tua dan anak tetap ada dan terjaga.
  2. Main bersama Si Kecil, jadi bisa sering menghabiskan waktu bersama dengan saudara lainnya dan orang tua juga.
  3. Jangan lupa melengkapi komunikasi dengan anak, jadi saat berbicara dengan anak, tunggu anak siap dulu baru diajak berbicara. Lalu berikan anak kesempatan untuk menjawab juga.

3. Bawa Tumbuhan Hidup ke dalam Rumah

baby-body-bracelet-266013.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sangat penting menjaga pernapasan Si Kecil di usia emasnya, apalagi kalau Moms membersihkan udara yang dihirupnya dengan baik, tentu paru-paru Si Kecil akan sangat berterima kasih.

Tanaman pembersih udara tidak hanya membuat kamar terlihat cantik, mereka mendetoksifikasi rumah dengan menghilangkan polutan seperti amonia (ditemukan dalam produk pembersih) dan formaldehyde (ditemukan di furnitur).

Daripada menyebarkan tanaman tunggal di sekitar, membuat tampilan kelompok di setiap kamar untuk efek pembersihan udara maksimum.

Pilihan antitoksin terbaik dan tidak beracun menurut NASA, seperti tanaman laba-laba, philodendron, dan tanaman karet.

Untuk menjaga bayi aman dari dedaunan yang bisa ia gigit atau pot yang bisa ditumbangkannya, jauhkan tanaman dari jangkauan atau tutupi dengan gerbang keselamatan anak.

Baca Juga : 3 Perkembangan Anak yang Butuh Perhatian Serius

4. Sering Mengajak Si Kecil Mengobrol

adorable-baby-boy-315265 (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sering mengajak Si Kecil ngobrol akan sangat membantu menambah kosakata Si Kecil dan kemampuannya berbicara.

Selain itu, juga ajak Si Kecil melatih pendegarnnya yang juga akan sangat berguna dengan kemampuannya dalam memperhatikan sesuatu saat mulai mengikuti kelompok belajar bahkan taman kanak-kanak.

5. Membacakannya Buku

adorable-baby-babysitter-1257110 (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Buku adalah sumber super kata-kata baru untuk bayi. Cobalah sajak anak-anak, buku papan yang kokoh, bahkan apa pun yang ada di rak buku di rumah.

Buku sangat penting bagi bayi, dikuatkan dengan sebuah riset di Jepang yang menyebutkan jika anak mendengarkan orang tuanya membaca 200 buku atau mendongeng sejak usia kehamilan hingga dua tahun, maka perkembangannya akan pesat.

Baca Juga : 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

6. Jauhkan dari Ponsel

adult-baby-biting-1693744.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sudah banyak sekali penelitian soal bagaimana pengaruh buruk telepon pintar terhadap balita dan anak-anak. Ditambah lagi, satu survei di Inggris, para peneliti menemukan bakteri pada 92 persen ponsel yang mereka uji.

Lebih buruk lagi, satu dari enam telepon terkontaminasi dengan bakteri E. coli, yang dapat menyebabkan masalah perut serius yang berpotensi mengancam jiwa bayi. Virus seperti flu dapat hidup di beberapa hari atau lebih.

Itu dia Moms beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Golden Age anak. Pastikan Moms berada di samping Si Kecil di masa-masa emasnya ini ya.

Artikel Terkait