KESEHATAN
2 April 2020

Penelitian Sebut Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19, Benarkah Demikian?

Penelitian ini dipublikasikan pada 16 Maret 2020
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Sudah ada banyak penelitian tentang virus COVID-19, mengingat pandemi yang terjadi secara global. Salah satunya, penelitian dari China yang menunjukkan bahwa golongan darah memengaruhi kerentanan seseorang terhadap infeksi virus COVID-19.

Penelitian yang dipublikasi pada 16 Maret 2020 oleh medRxiv, bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara golongan darah ABO dan kerentanan terhadap virus COVID-19.

Studi ini mengamati jenis darah 2.173 pasien dari tiga rumah sakit di Wuhan dan Shenzhen, dan membandingkan golongan darah tersebut dengan jenis darah dari kelompok 3.694 orang yang mewakili populasi umum Wuhan.

Baca Juga: Bantu Petugas yang Terlibat Tangani Pandemi COVID-19, dengan 4 Langkah Ini

Benarkah Kelompok Golongan Darah A Lebih Rentan COVID-19?

golongan darah rentan COVID-19-1

Foto: Orami Photo Stock

Hasilnya, didapati orang dengan golongan darah A punya risiko lebih tinggi positif COVID-19 dibandingkan golongan darah non-A. Sementara itu, tipe O punya risiko lebih rendah terinfeksi virus corona dibanding tipe non-O.

Dijelaskan, bahwa golongan darah pada 3.694 orang normal di Wuhan yang diteliti memiliki pembagian sebagai berikut: 32,16% golongan darah A; 24,90% golongan darah B; 9,10% golongan darah AB; 33,84% golongan darah O.

Sementara, pembagian data golongan darah 1.775 pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan adalah sebagai berikut: 37,75% tipe A; 26,42% tipe B; 10,42% tipe AB, dan 25,80% tipe O.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Apakah Penelitian Ini Sudah Kredibel?

golongan darah rentan COVID-19-2.jpg

Foto: vox.com

Moms mungkin bertanya-tanya apakah penelitian ini cukup kredibel dan bisa dijadikan studi yang direkomendasikan terkait virus COVID-19. Tetapi, penelitian ini belum dilakukan peer-reviewed.

Sebagai catatan, mengutip San Diago State University, peer-reviewed (tinjauan sejawat) berarti dilakukan peninjauan oleh dewan di bidang subjek penelitian, mengulas materinya untuk kualitas penelitian dan kepatuhan terhadap standar editorial jurnal, sebelum artikelnya bisa dipublikasikan.

Studi dari Wuhan saat ini masih dalam versi "pracetak," yang berarti itu diposting secara online untuk ditinjau, tetapi belum diperiksa oleh rekan-rekan atau diterbitkan dalam jurnal medis.

Baca Juga: Tegal Resmi Menerapkan Lockdown untuk Menanggulangi COVID-19

Apakah Golongan Darah A Perlu Khawatir?

golongan darah rentan COVID-19-3

Foto: Orami Photo Stock

Selain itu, penelitian ini juga memiliki keterbatasan. Meskipun jumlah sampelnya sudah ribuan, tetapi masih sangat sedikit mengingat jumlah pasien yang terinfeksi oleh COVID-19, sudah melebihi 180.000 secara global pada saat dilakukan penelitian.

"Penelitian ini tidak memberikan penjelasan yang jelas tentang interaksi molekuler antara virus dan berbagai jenis sel darah merah," kata Gao Yingdai, peneliti di State Key Laboratory of Experimental Haematology, Tianjin.

Ia melanjutkan, "Jika golongan darah Anda tipe A, tidak perlu panik. Itu tidak berarti Anda akan terinfeksi 100 persen. Juga bila Anda tipe O, itu bukan berarti benar-benar aman."

Artikel Terkait