BALITA DAN ANAK
6 Januari 2020

Penyakit Gondok pada Balita, Berbahayakah?

Waspadai gondok pada balita, jika tidak ditangani dapat menjadi kanker tiroid
Artikel ditulis oleh Dona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gondok atau goiter adalah pembesaran kelenjar tiroid yang dapat dirasakan sebagai benjolan di bawah kulit di bagian depan leher. Ketika cukup besar untuk dilihat dengan mudah, itu disebut gondok.

Banyak orang yang sering menyamakan antara gondok dan gondongan, padahal keduanya berbeda. Gondongan biasanya disebabkan oleh virus, tapi gondok terjadi karena peradangan kelenjar tiroid atau ketika kelenjar menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

Gondongan akan sembuh dengan sendirinya, gondok pun begitu. Namun, ada beberapa jenis gondok yang jika tidak diobati akan berkembang menjadi penyakit mematikan.

Baca Juga: 6 Penyakit Bisa Bikin Balita Susah Tidur dan Cara Mengatasinya

Penyebab Gondok pada Balita

gondok pada balita

Foto: endocrineweb.com

Dilansir dari kidshealth.org, penyebab gondok pada balita umumnya karena:

1. Kekurangan Yodium

Balita yang tidak mendapatkan cukup yodium dalam makanannya bisa mengalami pembesaran tiroid. Yodium dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid.

“Sampai saat ini, penyebab paling umum gondok di dunia saat ini biasanya disebabkan oleh kekurangan makanan asupan yodium, “ ungkap Thomas P. Foley, Jr, MD, Profesor Pediatri, Fakultas Kedokteran dari Universitas Pittsburgh.

2. Genetik

Anak-anak dapat dilahirkan dengan gondok yang disebut gondok bawaan.

3. Penyakit Hashimoto

Sistem kekebalan menyerang tiroid, membuatnya membengkak. Terkadang pembengkakan ini bisa berlebihan dan bahkan bertumbuh semakin besar. Seiring waktu, tiroid bisa menjadi sangat rusak sehingga tidak bisa menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Dalam hal ini, penderita mungkin perlu mendapatkan tindakan operasi untuk mengambil hormon tiroid.

“Di Amerika Utara, penyakit tiroid autoimun menyebabkan lebih dari 90 persen kasus gondok selama masa kanak-kanak dan remaja. Penyakit-penyakit ini menyebabkan tiroiditis limfositik kronis S atau biasa dikenal dengan hashimoto tiroiditis,” ungkap Dr. Foley.

4. Penyakit Graves

Ini adalah penyebab paling umum dari gondok dengan kadar hormon tiroid yang tinggi pada balita. Sistem kekebalan menyerang bagian-bagian kelenjar tiroid, membuatnya membengkak dan memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.

Itu juga bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan di sekitar mata.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Botulisme Pada Balita yang Bisa Menyebabkan Kelumpuhan

Ciri-ciri Gondok pada Balita

gondok pada balita

Foto: thyroidnosurgery.com

Gondok paling sering terlihat karena berada di bagian paling depan leher dan bergerak naik dan turun ketika seseorang menelan. Orang dengan gondok mungkin merasakan sensasi makanan tersangkut di tenggorokan, terutama ketika mereka berbaring atau tidur terlentang.

Tetapi gondok seringkali tumbuh sangat lambat selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun sebelum diketahui. Hal ini menjadikan orang tua sulit mendeteksi gondok sejak dini jika hanya dilihat dari gejala fisik awal saja.

Pembesaran kelenjar tiroid terjadi lebih sering pada wanita daripada laki-laki. Hal ini dikarenakan karena kelenjar tiroid pada wanita jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga penyakit gondok pun akan lebih besar kemungkinannya terjadi pada anak perempuan.

Pembesaran kelenjar tiroid dapat berkembang di dalam rahim atau bisa juga keluar setelah dewasa. Siapapun dapat terkena penyakit ini di usia berapa pun.

Umumnya penyakit gondok terjadi pada orang yang berumur 14 tahun ke atas, meski ada tapi gondok jarang terjadi pada balita di bawah usia 4 tahun.

Baca Juga: Mengenal Eczema, Penyakit Kulit Yang Sering Diderita Balita

Berbahayakah Gondok pada Balita?

gondok pada balita

Foto: wikimedia.org

Apabila tidak diobati, dan terus dibiarkan membesar, penyakit gondok dapat berkembang menjadi penyakit berbahaya seperti infeksi tiroid atau kista tiroid, tumor, bahkan kanker tiroid.

"Setiap kali Anda merasakan tiroid yang membesar, Anda harus meminta dokter memeriksanya," ungkap Kristin Long, Ahli Bedah Endokrin Kesehatan UW.

Nah, setelah mengetahui penyebab hingga ciri-ciri penyakit gondok, semoga Moms jadi lebih aware dengan penyakit ini ya. Kenali gejala awalnya, dan obati sebelum penyakit ini semakin parah.

Artikel Terkait