PROGRAM HAMIL
24 Mei 2020

Gondongan di Testis, Bisakah Mengakibatkan Ketidaksuburan?

Kita cari tahu yuk, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gondong(an) atau parotitis yang dalam bahasa Inggris disebut mumps, adalah penyakit akibat virus yang mengakibatkan peradangan pada kelenjar air liur di daerah dekat telinga. Penyakit ini biasanya terjadi di masa kecil.

Gondong menyebar dengan cara yang sama seperti pilek dan flu, melalui tetesan air liur yang terinfeksi yang dapat dihirup atau diambil dari permukaan dan dipindahkan ke mulut atau hidung.

Sejak terinfeksi pertama kali, penyakit ini biasanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu untuk muncul.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa orang yang menderita gondongan memiliki gejala yang sangat ringan (seperti pilek), atau tanpa gejala sama sekali dan mungkin tidak tahu bahwa mereka menderita penyakit tersebut.

Namun, ternyata gondongan juga bisa muncul di testis pria dewasa, lho. Apakah gondongan di testis berbahaya? Yuk, simak penjelasannya.

Baca Juga: Penyebab & Pengobatan Kurang Hormon Testosteron Pada Pria

Gondongan pada Pria Dewasa

gondongan pada testis pria

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu komplikasi infeksi virus gondong pada laki-laki adalah radang pada kelenjar testis dan lebih banyak terjadi pada individu yang tidak divaksinasi mumps (MMR).

Penyakit ini biasanya menyerang pria berusia di atas 45 tahun, terutama mereka yang mengidap gondongan leher. Jadi, pria dengan gondongan di leher berisiko lebih tinggi mengalami gondongan di testis juga.

“Keradangan pada kelenjar testis ini sering dikaitkan dengan kejadian gangguan kesuburan (infertilitas) pada pria,” jelas dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah – Puri Indah.

Namun menurut dr. Ikhsan, secara umum selama kadar hormon testosteron seseorang baik dan tidak ada gangguan mekanik (misalnya ada benjolan) pada alat kelamin, maka kemampuan seksualnya tidak terganggu.

Baca Juga: Ketahui Ciri Sifilis pada Pria, Jangan Sampai Tertular!

Bahaya Gondongan di Testis

gondongan pada testis pria

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip jurnal Mumps Complications, nyeri dan pembengkakan testis (orkitis) mempengaruhi 1 dari 4 pria yang mengalami gondongan setelah pubertas. Pembengkakan biasanya mendadak dan hanya menyerang satu testis saja. Akibatnya testis akan terasa hangat dan empuk.

Pada anak laki-laki dan pria yang menderita gondongan, pembengkakan testis biasanya dimulai 4 sampai 8 hari setelah pembengkakan kelenjar parotis. Kadang-kadang, pembengkakan dapat terjadi hingga 6 minggu setelah pembengkakan kelenjar.

Setiap nyeri pada testis dapat diredakan dengan menggunakan penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen yang bisa dibeli dari apotek atau supermarket. Jika rasa sakitnya sangat parah, hubungi dokter untuk meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat.

Baca Juga: Kenali Gejala Gonore pada Pria, Jangan Terlambat Diobati!

Mengaplikasikan kompres dingin atau hangat ke testis dan mengenakan pakaian dalam yang mendukung juga dapat mengurangi rasa sakit.

Hampir separuh dari pria yang menderita orchitis terkait gondong melihat penyusutan pada ukuran testis mereka dan diperkirakan 1 dari 10 pria mengalami penurunan jumlah sperma sehat yang dapat diproduksi tubuh mereka.

Namun, ini sangat jarang untuk menyebabkan masalah ketidaksuburan.

Artikel Terkait