PROGRAM HAMIL
6 November 2019

Green Tea untuk Kesuburan dan Pengaruh Buruknya!

Meski berasal dari bahan alami, namun dosis tinggi green tea dapat pengaruhi kesuburan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi pasangan yang sedang mendambakan keturunan, pada awalnya tentu akan mencoba beragam cara alami untuk meningkatkan peluang kehamilan. Salah satunya mungkin mengonsumsi green tea untuk kesuburan.

Namun rupanya efek green tea untuk kesuburan dapat berbalik jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan. Cek ulasannya berikut ini.

Manfaat Green Tea untuk Kesuburan

green tea untuk kesuburan

Foto: self.com

Green tea mengandung vitamin B dan folat, juga merupakan asam folat alami. Kandungan lain dalam green tea, antara lain mineral, seperti magnesium, kafein, dan antioksidan, seperti polifenol. Tidak dapat dipungkiri, green tea memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

“Polifenol dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan penyebab kanker dan penyakit lainnya. Itu juga dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan aliran darah ke jaringan dalam tubuh,” ungkap ahli diet, Sasha Watkins, seperti dikutip dari babycentre.co.uk.

Baca Juga: Ini Aturan yang Benar Minum Teh Hijau Untuk Diet

Efek Buruk Green Tea untuk Kesuburan

green tea untuk kesuburan

Foto: thehealthsite.com

Meski memiliki ragam manfaat baik, namun terlalu banyak mengonsumsi banyak green tea untuk kesuburan tidaklah direkomendasikan.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas California Irvine terhadap populasi binatang lalat buah drosophila melanogaster. Studi ini menyelidiki efek tingkat racun dalam green tea dan menghubungkannya dengan perkembangan dan reproduksi.

Dalam penelitian ini, embrio dan larva lalat buah mendapatkan berbagai dosis polifenol green tea. Larva yang mengonsumsi 10 mg green tea lebih lambat untuk berkembang, lahir lebih kecil, dan menunjukkan penurunan jumlah keturunan yang cukup drastis.

Dengan dosis 10 mg green tea, lalat buah juga lebih rentan terhadap kelaparan dan stres karena panas, namun dosis ini dapat melindungi mereka terhadap dehidrasi.

Baca Juga: Bikin Sendiri Ramuan Kecantikan Berbahan Teh Hijau

Pada betina, penelitian yang masuk dalam Journal of Functional Foods ini juga menunjukkan penurunan hasil reproduksi dan pengurangan hingga 17% masa hidup, sementara pada jantan tidak berpengaruh.

Dosis 10 miligram green tea juga menyebabkan kelainan morfologi pada organ reproduksi, seperti testis dan atrofi ovarium. Dengan dosis green tea untuk kesuburan yang terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan banyak apoptosis atau kematian sel.

“Sementara green tea bisa memberi manfaat kesehatan pada dosis rendah, studi kami dan lainnya telah menunjukkan bahwa pada dosis tinggi, (green tea) mungkin memiliki efek samping,” ungkap salah satu peneliti sekaligus Profesor Ilmu Farmasi, Mahtab Jafari, seperti dikutip dari indianexpress.com.

“Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuat rekomendasi (konsumsi) yang pasti, tapi kami menyarankan bahwa green tea harus dikonsumsi secukupnya,” tambahnya.

Alternatif Aman Green Tea untuk Kesuburan

green tea untuk kesuburan

Foto: parenting.firstcry.com

Kurangnya penelitian mengenai manfaat green tea untuk kesuburan,membuat Moms perlu waspada dalam mengonsumsinya.

Ada baiknya, Moms mengkonsultasikan pada Dokter mengenai hal apa saja yang direkomendasikan untuk dikonsumsi untuk meningkatkan kesuburan.

Beberapa rekomendasi yang dapat Moms konsumsi selain green tea untuk kesuburan, antara lain vitamin prenatal, seperti folic acid dan CoQ10.

Baca Juga: Kulit Kering? Lembapkan dengan Serum yang Mengandung Beauty Green Tea

Sebuah penelitian dari Kanada menyebutkan bahwa coenzyme Q10 dapat meningkatkan kualitas telur pada tikus, sehingga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Pada wanita yang menjalani program hamil IVF bahkan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat herbal, untuk mencegah timbulnya komplikasi yang tidak diinginkan.

“Secara garis besar, jika tertarik pada suplemen holistik, kami merekomendasikan untuk melakukan akupunktur kesuburan. Saya pikir banyak produk herbal perlu diuji dan diteliti lebih lanjut sebelum mereka direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan (kesuburan) mainstream,” ungkap Mingxue Yang, MD, PhD dari New Hope Fertility Center, seperti dikutip dari romper.com.

Artikel Terkait