PERNIKAHAN & SEKS
23 Desember 2018

Siapa yang Mendapatkan Hak Asuh Anak Saat Bercerai?

Secara hukum, ibu memang berhak menjadi wali bagi anak-anak yang belum dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Perceraian bukan hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga pada anak-anak mereka.

Menurut pengacara Michael A. Robbins dari Law Offices of Michael A. Robbins, Michigan, Amerika Serikat, setiap orang tua yang bercerai punya kondisi yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan juga aturan untuk pengasuhan anak-anaknya.

Namun, berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Epidemiology & Community Health, saat dihadapkan pada situasi perceraian, anak haruslah jadi yang utama.

Lebih Baik Anak Tinggal Secara Bergantian

shutterstock 744304924

Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa anak yang menghabiskan waktu yang sama dengan kedua orang tua mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik ketimbang anak yang tinggal dengan salah satu orang tua.

Tapi, di sisi lain, banyak orang juga berpikir bahwa anak-anak butuh stabilitas sehingga tinggal hanya dengan salah satu orang tua menjadi hal penting. Hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian tersebut.

Argumen tersebut didasarkan anak-anak yang menghabiskan waktu di dua rumah yang berbeda dengan peraturan yang berbeda akan membuat mereka lebih stres.

Namun, penelitian menemukan bahwa berdasarkan data yang diambil dari 150 ribu anak antara usia 12-15 tahun, anak yang tinggal dengan keluarga lebih sedikit yang mengalami masalah psikosomatik.

Ketika orang tua berpisah, anak yang tinggal bergantian dengan kedua orang tua mereka lebih jarang mengalami stres dibandingkan dengan anak yang tinggal hanya dengan satu orang tua.

Baca Juga: Gisel dan Gading Akan Bercerai, Ini 6 Fakta yang Harus Kita Tahu

Secara Hukum, Ibu Dapat Hak Asuh Anak

shutterstock 1166832814

Berdasarkan pasal 41 UU Perkawinan, dalam kasus perceraian, pihak istri berhak menjadi wali bagi anak-anaknya yang belum dewasa (di bawah 12 tahun), mendapat nafkah dari mantan suami selama 3 bulan 10 hari, dan mendapat harta gono-gini sebanyak setengah dari seluruh harta yang dikumpulkan selama masa pernikahan.

Dalam pasal 41 UU Perkawinan juga disebutkan, suami maupun istri tetap bertanggung jawab atas pendidikan anak.

Mantan suami tetap berkewajiban untuk memberi tunjangan pendidikan anak, kecuali bila suami tidak mampu, maka istri bisa membantu.

(AND)

Artikel Terkait