GAYA HIDUP
29 Januari 2020

5 Hal Ini Merupakan Penyebab Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Lindungi kulit Moms dan Dads dari bahaya kanker kulit
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Apakah Moms dan Dads termasuk salah satu orang yang malas melindungi kulit dari paparan matahari? Hati-hati, hal ini bisa mengakibatkan kanker kulit jika Moms dan Dads tidak melindunginya dari sekarang.

Terdapat tiga jenis kanker kulit, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Yang paling ganas diantara ketiganya adalah kanker melanoma. Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit, yaitu sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin.

Baca Juga: 6 Tips Sederhana Merawat Kulit

Penyebab Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Apa saja penyebab dari kanker ini?

1. Paparan Sinar UV Langsung

kanker, kulit

Foto: thesun.co.uk

Sinar matahari pagi memang baik untuk kesehatan, tetapi jika Moms dan Dads berjemur tanpa menggunakan perlindungan dari sunscreen tentu saja berbahaya.

Paparan sinar matahari langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit karena dapat menembus lapisan kulit luar dan masuk ke dalam lapisan kulit dalam. Hal ini dapat merusak dan juga membunuh sel-sel kulit.

Selain itu, ada baiknya menghindari baju tipis di musim panas. "Denim justru berfungsi lebih baik sebagai pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi katun tipis tidak," kata dokter Brittany Buhalog, MD, spesialis kanker kulit di California.

Jika ingin tetap menggunakannya, dokter Brittany menyarankan untuk memilih bahan high-tech dengan sun-resistant. Walau sedikit lebih mahal, tapi ini dapat memberikan proteksi lebih untuk Moms dan Dads.

2. Tanning

kanker, kulit

Foto: consumerreports.org

Beberapa orang suka menggelapkan kulitnya dengan teknik tanning. Beberapa salon kecantikan pun menyediakan jasa menggelapkan kulit ini. Namun, terlalu sering melakukan tindakan ini dapat membahayakan kulit, lho.

Menurut penelitian American Academy of Dermatology, tingkat melanoma pada wanita berusia 18-39 tahun meningkat 800 persen dari tahun 1970 hingga 2009.

"Melanoma adalah penyebab utama kematian terkait kanker pada wanita berusia 25-30 tahun," ujar dokter Tsippora Shainhouse, MD, dokter kulit dan instruktur klinis dari University of Southern California, Amerika. Dokter Tsippora menyarankan agar para wanita menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit setiap hari.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Dampak Negatif Alkohol untuk Tubuh

3. Minuman Beralkohol

kanker, kulit

Foto: visitmilwaukee.org

Baru-baru ini dari beberapa penelitian ditemukan bahwa minum lebih dari satu koktail setiap hari secara teratur meningkatkan risiko melanoma sebesar 20 persen. Hal ini bisa jadi karena senyawa dalam alkohol membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Hasil analisis ini juga mengungkapkan jika mengonsumsi lebih dari empat koktail atau beberapa bir sehari, Moms dan Dads memiliki risiko melanoma hingga 55 persen.

4. Radiasi

kanker, kulit

Foto: verdict.co.uk

Jika Moms atau Dads bekerja di pabrik dengan radiasi tinggi atau rumah sakit, pastikan perlengkapan yang digunakan untuk melindungi tubuh dari radiasi dipakai dengan baik.

Hal ini nyatanya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker melanoma pada kulit Moms dan Dads. Selain kondisi di atas, orang yang sedang menjalani kemoterapi juga dapat terkena akibat dari radiasi pada kulit mereka.

5. Usia

kanker, kulit

Foto: tokyoreview.net

Seiring bertambahnya usia, maka semakin meningkat pula risiko kanker kulit terjadi. Itu sebabnya, melanoma lebih banyak dialami oleh orang tua.

Di Inggris, sekitar setengah dari orang yang didiagnosis melanoma berusia 65 tahun ke atas. Tapi, hal ini tidak menutup keungkinan dialami oleh mereka yang masih muda. Sebab saat ini melanoma menjadi kanker nomor dua yang paling umum dialami orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Baca Juga: Kulit Menghitam Saat Hamil, Tak Perlu Khawatir

Jadi, tingkatkan perlindungan untuk kulit Moms dan Dads mulai dari sekarang. Penggunaan tabir surya dengan cara yang tepat serta menjaga pola hidup tetap sehat tentu akan sangat membantu pencegahannya.

Artikel Terkait