PROGRAM HAMIL
12 Desember 2019

Program Hamil dengan Inseminasi Intrauterin (IUI), Ini Faktanya

IUI juga cukup disukai karena tidak terlalu sakit, hanya keram setelahnya.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Hamil dengan Inseminasi Intrauterin (IUI) adalah prosedur kesuburan yang biasanya cepat dan tidak menyakitkan.

Tetapi, tingkat keberhasilan dapat bervariasi.

Proses IUI, atau program hamil dengan inseminasi merupakan prosedur kesuburan non-bedah di mana sperma disuntikkan ke dalam rahim wanita melalui kateter tipis dan fleksibel.

IUI adalah intervensi sederhana dengan hasil yang juga sederhana.

Dalam skenario kasus terbaik, tingkat keberhasilan dapat berkisar dari 20 hingga 50 persen kemungkinan kehamilan selama beberapa siklus IUI.

Jadi, jika itu tidak berhasil, jangan salahkan diri Moms ataupun pasangan.

Program hamil dengan inseminasi juga cukup disukai karena tidak terlalu sakit, hanya keram setelahnya.

Baca Juga: 10 Kesalahan Yang Umum Terjadi Saat Program Hamil

Apa Itu Program Hamil dengan Inseminasi Intrauterin?

baby-birth-born-41167.jpg

Foto: pixabay.com

Dikutip dari Chinese Medical Journal, meskipun mungkin terdengar menakutkan, program hamil dengan inseminasi intrauterin, atau IUI, adalah salah satu prosedur kesuburan yang paling tidak invasif, terutama bila dibandingkan dengan fertilisasi in-vitro atau IVF.

IUI jauh lebih sederhana dengan sperma, baik dari pasangan atau donor disiapkan dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim melalui kateter lunak.

Sebagian besar wanita bahkan tidak merasakan apapun serta dalam waktu yang sangat cepat.

"Bagi kebanyakan wanita, ini sangat mudah," kata Dr. Martha Noel, MD, asisten profesor kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di University of California, San Francisco.

Beberapa wanita mungkin menemukan spekulum, yang biasanya tidak dilumasi, menjadi tidak nyaman.

Kadang-kadang, kateter dapat menimbulkan ketidaknyamanan juga, terutama jika memiliki stenosis serviks dan lorong melalui serviks sempit, atau jika kemiringan rahim membuat pemasangan lebih menantang.

Baca Juga: Mengetahui Kapan Waktu yang Tepat untuk Program Hamil?

Apa yang Dilakukan Usai Program Hamil dengan Inseminasi Intrauterin?

baby-bump-expecting-mother-1974519.jpg

Foto: pixabay.com

Setelah IUI, para perempuan dapat melakukan hampir semua hal kecuali meminum alkohol, berendam di bak air panas, dan sauna, selama dua minggu sebelum tes kehamilan karena dapat berbahaya bagi embrio yang sedang berkembang, kata Dr. Paula C. Brady, MD, spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di NewYork-Presbyterian / Pusat Medis Irving Universitas Columbia.

Brady juga mengatakan berhubungan seks dan minum secangkir kopi atau teh per hari juga tidak masalah.

Tidak ada yang dapat dilakukan selama dua minggu menunggu untuk meningkatkan peluang, kata Antonio R. Gargiulo, MD, spesialis endokrinologi dan infertilitas reproduksi di Pusat Infertilitas dan Bedah Reproduksi di Rumah Sakit Brigham and Women's di Boston.

"Namun perlu banyak keberuntungan," ucapnya.

Baca Juga: Proses IVF dengan Embrio Beku, Bikin Ibu dan Bayi Lebih Sehat?

Apa Saja Risiko Program Hamil dengan Inseminasi Intrauterin?

belly-couple-expecting-208509 (1).jpg

Foto: pixabay.com

Prosedur IUI memiliki sedikit risiko.

Meskipun ada risiko infeksi karena prosedur memasukkan apapun melalui vagina dan leher rahim. kata Dr. Noel, infeksi jarang terjadi.

Namun, ada risiko psikologis, yakni menjadi kecewa, mengingat tingkat keberhasilan yang relatif rendah, menurut Dr. Gargiulo.

"Saya pikir risiko utama bagi IUI adalah kehilangan harapan dan putus asa karena kegagalan IUI," kata Dr. Gargiulo.

Program Hamil dengan Inseminasi Intrauterin Bikin Mudah Punya Anak Kembar?

Banyak orang beranggapan dengan proses bantuan semacam IVF dan IUI akan membuat kesempatan memiliki anak kembar lebih besar.

Namun, dalam hal IUI hal iut bisa terjadi hanya jika calon ibu menggunakan obat perangsang ovarium, yang dapat menyebabkan ovulasi lebih dari satu sel telur.

Satu studi terhadap 900 wanita dengan kesuburan yang tidak dapat dijelaskan antara usia 18 dan 40 dan diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada 2015, misalnya, menemukan bahwa di antara wanita yang mengambil suntikan gonadotropik, tingkat kelipatannya adalah 32 persen.

Dengan clomiphene 9 persen dan dengan letrozole 13 persen.

Nah, itulah serba serbi program hamil dengan inseminasi intrauterin. Apakah Moms berminat?

(TPW/DIN)

Artikel Terkait