ORAMI MAGAZINE
7 September 2019

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan bagi Moms yang Ingin Detoks saat Hamil

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil saat melakukan detoksifikasi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Setiap hari, kita mengonsumsi makanan untuk melengkapi nutrisi dalam tubuh.

Namun, tidak semua makanan memiliki sifat baik. Ada bahan lain seperti pemanis buatan, pengawet makanan, ikut masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh tak kalah penting, apalagi bagi Moms yang sedang hamil.

Dilansir dari babycentre.uk, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil saat melakukan detoksifikasi. Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Berikut di antaranya:

Baca Juga: Berapakah Takaran Kopi untuk Ibu Hamil?

Don'ts

00 ILUSTRASI IBU HAMIL - sumber avivaromm.jpg

Sebelum hamil, Moms bisa melakukan detoks dengan berbagai cara. Misalnya meminum teh herbal, air lemon, atau mengonsumsi suplemen tertentu. Nah, saat hamil hal ini tidak boleh dilakukan, Moms.

Proses detoks saat hamil ternyata memungkinkan bayi menerima racun yang dibuang oleh tubuh Moms.

Racun dari sel-sel tubuh Moms, dilepaskan ke aliran darah. Lalu aliran darah yang mengandung racun ini bisa saja mengalir ke dalam tubuh bayi melalui plasenta.

Selain itu, detoks saat hamil juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Saat proses pembuangan racun berlangsung, banyak cairan tubuh yang keluar. Bisa melalui keringat, urin, dan feses, sehingga ibu hamil berisiko mengalami kehilangan banyak cairan.

Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh ibu hamil, lho. Jadi sebaiknya hindari dulu teh herbal atau suplemen yang biasa Moms konsumsi sebelum hamil.

Baca Juga: 8 Manfaat Apel untuk Ibu Hamil; Cegah Cacat Lahir hingga Detoksifikasi

Do’s

ILUSTRASI TEH HERBAL - sumber teaenergy.jpg

Dikutip dari parents.com, menurut World Health Organization (WHO), seorang wanita hamil secara teknis dapat melakukan detoksifikasi.

Meski begitu, Moms harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kenyataannya adalah bahwa untuk wanita hamil, serta yang lain pada umumnya, detoksifikasi selama kehamilan harus dilakukan dengan aman dalam pengaturan medis atau perawatan yang tepat.

Sebenarnya, tubuh memiliki caranya sendiri dalam membuang racun. Misalnya melalui keringat, urin, feses, dan lainnya. Organ ginjal, paru-paru, usus, dan kulit bertugas untuk melakukan fungsi ini.

Namun, ada pilihan lain untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, terutama yang aman untuk ibu hamil.

  • Minum air putih. Minimal 8 gelas sehari. Untuk Moms yang sedang hamil, asupan air putih bisa didiskusikan dulu dengan dokter. Sebab, setiap orang berbeda kebutuhannya, tergantung pada berat badan dan faktor lain.
  • Makan sayur dan buah. Ini penting bagi nutrisi ibu hamil. Sayur dan buah mengandung banyak serat yang baik untuk bersihkan usus.
  • Olahraga. Setelah olahraga, Moms akan merasa segar karena mengeluarkan keringat. Saat inilah racun dalam tubuh ikut keluar. Tapi pastikan pilih jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil ya.

Itulah detoks yang aman bagi ibu hamil beserta yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Detoksifikasi selama kehamilan sebetulnya tidak perlu dilakukan, karena tubuh bisa mengeluarkan racunnya sendiri.

Kecuali apabila Moms sebelumnya kecanduan terhadap suatu zat atau minuman beralkohol, maka detoks harus di bawah pengawasan tim medis.

(CIL)

Artikel Terkait