KEHAMILAN
13 September 2020

9 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik

Termasuk penggunaan alat kontrasepsi lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebagaimana diketahui, kehamilan ektopik terjadi karena telur yang berhasil dibuahi tertanam di suatu tempat di luar rahim, umumnya di tuba falopi.

Penyebabnya sendiri cukup beragam, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga faktor genetik.

Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik

Namun, ternyata berbagai hal di bawah ini dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik lho, Moms. Yuk, simak lebih lanjut.

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Kehamilan Ektopik

1. Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 1

Foto: freepik.com

Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sekitar 17 kali lebih mungkin untuk kembali mengalaminya.

“Risiko kehamilan yang terjadi untuk kedua kalinya adalah 15 persen hingga 20 persen,” kata Mark D. Levie, profesor OB / GYN dan kesehatan wanita di Albert Einstein College of Medicine, seperti dikutip dari Parents.

2. Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 2

Foto: unsplash.com

Alat kontrasepsi intrautein (IUD), menurut VeryWell Family, telaj lama dianggap sebagai faktor risiko kehamilan ektopik.

Akan tetapi, para peneliti percaya bahwa IUD sebenarnya tidak secara teknis meningkatkan risiko hamil ektopik.

Sebaliknya, jika terjadi pembuahan, kehamilan tersebut akan berisiko menjadi ektopik.

Risiko ini juga bervariasi pada setiap wanita, tergantung pada jenis IUD yang digunakan.

Baca Juga: OMG! Ternyata Saya Mengalami Blighted Ovum alias Kehamilan Kosong

3. Saluran Tuba Yang Abnormal

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 3

Foto: freepik.com

VeryWell Family juga menyebutkan bahwa kelainan anatomi tuba falopi juga dapat membuat implantasi lebih mungkin terjadi di luar rahim, yang menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik.

4. Infeksi

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 4

Foto: freepik.com

Sebagaimana disebutkan Medical News Today, riwayat radang dan infeksi saluran tuba, rahim, ataupun indung telur dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Adapun infeksi yang berhubungan dengan kehamilan ektopik termasuk penyakit radang panggul dan salpingitis. Bahkan sekitar 50% kehamilan ektopik berkaitan dengan salpingitis.

Baca Juga: 9 Tanda Hamil Anggur yang Harus Diwaspadai

5. Usia Calon Moms

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 5

Foto: unsplash.com

Semakin tua seorang wanita ketika dia hamil, semakin tinggi pula risikonya untuk memiliki kehamilan ektopik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Research in Medical Science.

Meskipun demikian, masih belum jelas mengapa usia dapat mempengaruhi risiko kehamilan ektopik. Sejauh ini beberapa peneliti menghubungkannya dengan beberapa faktor yang berkaitan dengan usia, yaitu:

Kemungkinan adanya jaringan parut pada tuba akibat penyakit radang panggul.

Epidemi gonokokal dan klamidia mayor.

Perubahan fungsi tuba yang menyebabkan keterlambatan transportasi ovum dan implantasi tuba.

6. Pernah Melakukan Tubektomi

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 6

Foto: unsplash.com

Setelah menjalani prosedur bedah yang melibatkan tuba falopi, seperti tubektomi, juga dapat membuat seorang wanita lebih mungkin memiliki kehamilan ektopik.

“Setelah tubektomi, liebih dari 99% Anda masih bisa menghadapi risiko kehamilan ektopik atau penutupan tuba falopi yang tidak sempurna yang menyebabkan kehamilan,” jelas Alexander W. Pastuszak, MD, PhD, asisten profesor bedah urologi di University of Utah School of Medicine di Salt Lake City, Utah, sebagaimna dikutip dari situs University of Utah Health.

“Yang berarti bahwa kehamilan sebenarnya dimulai dari tuba falopi, tetapi karena tuba falopi sudah ditutup, sel telur yang telah dibuahi tidak bisa sampai ke rahim dan mulai tumbuh di tuba falopi.”

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Hamil Anggur? Simak Penjelasannya di Sini

7. Pernah Menjalani Operasi Tertentu

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 7

Foto: unsplash.com

Memiliki riwayat operasi caesar dan/atau operasi pengangkatan fibroid juga termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

“Meskipun jarang, sel telur juga dapat menempel dalam ovarium, leher rahim, perut, atau bahkan bekas luka operasi caesar. Tempat-tempat yang tidak memiliki ruang yang memadai atau jaringan yang tepat untuk perkembangan kehamilan,” kata Dr. Levie.

8. Endometriosis

8 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik 8

Foto: freepik.com

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan oleh University of Aberdeen, wanita yang memiliki endometriosis terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki kehamilan ektopik dibandingkan dengan mereka yang bukan penderita endometriosis.

Hal tersebut dikarenakan endometriosis dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut dan adhesi, yang kemudian dapat menganggu kemampuan sel telur yang sudah dibuahi untuk mencapai rahim.

9. Memiliki Kebiasaan Merokok

Merokok Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik

Foto: Orami Photo Stocks

Penelitian dari para ahli di Universitas Edinburgh mengatakan Cotinine di dalam rokok memicu reaksi yang meningkatkan protein di saluran telur.

Mereka mengatakan protein, yang disebut PROKR1, meningkatkan risiko telur terimplan di luar rahim.

Rincian penelitian dipublikasikan di American Journal of Pathology.

Studi tersebut menemukan bahwa wanita yang merokok dan mengalami kehamilan ektopik memiliki PROKR1 dua kali lebih banyak di tuba Fallopi mereka dibandingkan wanita yang tidak merokok dan sebelumnya pernah mengalami kehamilan yang sehat.

Para peneliti percaya bahwa terlalu banyak protein mencegah otot-otot di dinding tuba Fallopi berkontraksi, yang pada gilirannya menghalangi transfer telur ke rahim.

Jadi, itulah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Apakah Moms memiliki salah satunya? Jangan lupa konsultasikan dengan dokter sebelum mulai menjalani program hamil.

Baca Juga: Benarkah Endometriosis Menyebabkan Wanita Sulit Hamil?

Artikel Terkait