KELUARGA
22 Juni 2020

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Bertengkar dengan Suami, Bahaya!

Moms, jangan lakukan hal-hal di bawah ini sehabis bertengkar dengan suami, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sangatlah normal jika Moms dan suami memiliki pendapat yang berbeda saat mengobrol atau sedang menentukan pilihan. Hal ini terjadi karena Moms dan suami bukanlah satu orang yang sama dan memiliki pola pikir yang berbeda pula.

Jika bertengkar dengan suami, gunakanlah kata “Aku”, dengan kata lain, hindari penyebutan nama Moms sendiri, ya. Hal ini adalah salah satu cara klasik agar debat terdengar lebih fair.

Rasa tidak enak atau tindakan-tindakan yang terjadi setelah pertengkaran, sangatlah penting bagi kelancaran hubungan suami istri ke depannya karena pasti itulah yang akan diingat terus.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Bertengkar dengan Suami

Itulah sebabnya, penting untuk menghindari 5 hal ini setelah bertengkar dengan suami. Apa saja? Simak di bawah ini, ya!

1. Memberi Jarak dengan Maksud Menghukum

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Setelah Bertengkar dengan Suami! 1.jpg

Setelah bertengkar dengan suami, Moms jangan memberi jarak dengan maksud untuk menghukum. Butuh jeda setelah bertengkar, merupakan hal yang wajar selama Moms memberi pengertian kepada suami.

“Salah satu kesalahan terbesar dalam pertengkaran yaitu adanya penghalang atau jarak,” kata Rachel A. Sussman seorang psikoterapis dan pakar hubungan di New York.

Jangan dengan sengaja bermaksud memberi hukuman akan adanya jarak, karena hal ini dapat menahan suami untuk mengutarakan perasaan mereka. Untuk hubungan yang sehat, pakar menyebutkan maksimal waktu saling marahan ialah 24 jam atau sampai matahari terbit.

Apabila memang emosi Moms tidak cepat hilang, Moms dapat mengatakan “Emosiku tidak cepat hilang, beriku waktu 24 jam dan semua akan baik-baik saja.” Tetapi pastikan setelah 24 jam Moms memang akan benar-benar kembali untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga: Hati-hati Jadi Bertengkar! Ini 3 Kesalahan saat Diskusi dengan Suami

2. Ungkit Sebab Pertengkaran

bertengkar dengan suami

Jangan ungkit sebab pertengaran setelah bertengkar dengan suami. Hanya mengatakan “aku tidak bersungguh-sungguh” karena ucapan menyakitkan Moms sebelumnya merupakan hal yang tidak tepat. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi.

Untuk itu, berfokuslah untuk mencari solusi dari pertengkaran dibanding mengungkit yang telah lewat.

3. Melakukan Hubungan Seks Jika Moms Sedang Tidak Ingin

5 Tips Menolak Hubungan Seks Saat Lelah

Banyak yang berpendapat bahwa berhubungan seks mampu meredam emosi tapi nyatanya jika salah satu pihak sedang tidak bergairah, jangan dipaksakan.

Tolak secara halus dengan memeluk suami agar tidak melukai perasaannya. Nyatanya, angry sex tidak pernah menyelesaikan masalah apapun, hanya meredamnya sementara waktu saja.

Dikutip dari Psychologytoday.com, seks setelah bertengkar bisa jadi berbahaya. Bukan hanya tidak akan menyelesaikan inti masalahnya, tapi juga malah membuat masalah semakin rumit.

Baca Juga: 3 Cara Mengendalikan Diri saat Bertengkar dengan Suami

4. Menghindar Jika Dads Ingin Berbagi Pendapat

bertengkar dengan suami 01.jpg

Selang beberapa menit setelah perdebatan, cobalah untuk saling terbuka untuk bertanya dan mendengar tentang rasa frustasi yang timbul setelah masing-masing pihak berpikir. Namun tidak masalah jika sharing terjadi beberapa hari setelahnya.

Jangan menghindari pembicaraan. “Komunikasi non-verbal sama kerasnya dengan berteriak,” ungkap Dr. Golland. Maka dari itu, saling meminta maaf dan dengarkan dengan baik.

Pertengkaran yang kemarin terjadi tetap harus didiskusikan apa sebab dan bagaimana solusinya agar ke depannya masalah yang sama tidak terulang kembali.

5. Membagikan Masalah ke Media Sosial

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Setelah Bertengkar dengan Suami!2.jpg

Jangan membagikan masalah ke media sosial setelah bertengkar dengan suami. Hal yang wajar jika Moms membutuhkan validasi atas perasaan yang dialami dari teman dekat, keluarga, atau rekan kerja. Tapi perlu dicatat, jangan jadikan konsumsi publik karena menurut psikoterapis Marni Feuerman hal ini akan merusak kepercayaan Moms dari suami.

Selain itu, orang-orang tidak akan banyak membantu, apalagi akan menilai hubungan Moms dan suami tidak harmonis. Ketimbang lewat sosial media, akan lebih baik untuk berbicara dengan orang yang dapat Moms percaya untuk dimintakan nasihat yang seimbang dan jujur.

Baca Juga: 5 Cara Memperbaiki Hubungan dengan Suami Setelah Bertengkar

Itulah hal-hal yang jangan Moms lakukan setelah bertengkar dengan suami. Pada intinya, apabila Moms dan Dads mau saling terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusinya, pasti akar masalah akan terlihat dan tidak terulang lagi di kemudian hari.

Artikel Terkait