PROGRAM HAMIL
18 November 2019

Hamil dengan Satu Tuba Falopi, Mungkinkah?

Kehamilan ektopik sebelumnya rentan membuat wanita berakhir hanya memiliki satu tuba falopi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Hamil dengan satu tuba falopi atau bahkan tanpa tuba falopi pun masih mungkin terjadi di beberapa kasus.

Namun, jika sebelumnya Moms mengalami kehamilan ektopik dan kini hanya memiliki satu tuba falopi atau hanya satu yang berfungsi, umumnya untuk hamil kembali merupakan hal yang cukup menantang.

Tugas Tuba Falopi

Hamil dengan Satu Tuba Falopi 01.jpg

Foto: health.com

Sebelum mengetahui bagaimana dapat hamil dengan satu tuba falopi, Moms perlu mengetahui bagaimana cara kerja tuba falopi hingga mencapai kehamilan.

Normalnya, wanita memiliki dua tuba falopi yang berhubungan dengan ovarium (yang melepaskan telur setiap bulan) ke rahim Moms.

Saat pembuahan terjadi, satu telur akan dibuahi dalam salah satu tuba falopi dan kemudian melakukan perjalanan ke rahim, sehingga terimplan ke dalam lapisan rahim dan tumbuh menjadi embrio.

Baca Juga: Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung, Ibu Hamil Wajib Pahami Dulu 5 Hal Ini

Hamil dengan Satu Tuba Falopi

Hamil Dengan Satu Tuba Falopi 02.png

Foto: lespecialiste.be

Salah satu hal yang dapat menyebabkan wanita hanya memiliki satu tuba falopi adalah karena pernah mengalami kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik terjadi saat embrio terimplan di tempat lain, bukan pada lapisan rahim. Salah satunya pada tuba falopi dan rentan menyebabkan luka pada tuba falopi.

Jika ini terjadi, maka tuba falopi tidak lagi berfungsi baik dan telur tidak dapat melewatinya.

Pada kasus luka yang berat, tuba falopi yang rusak perlu dihilangkan. Selain kehamilan ektopik, beberapa kondisi lain yang menyebabkan wanita hanya memiliki satu tuba falopi.

“Anda mungkin hanya memiliki satu tuba falopi jika sebelumnya pernah melakukan pembedahan panggul akibat infeksi, tumor, atau kehamilan ektopik sebelumnya. Pada beberapa kasus, beberapa wanita memang hanya dilahirkan dengan satu tuba falopi,” ungkap Yvonne Butler Tobah, M.D.

Dikutip dari Journal of Clinical Medicine, hamil dengan satu tuba falopi masih mungkin terjadi, asalkan tuba falopi lainnya masih bekerja. Meskipun mungkin memerlukan usaha dan waktu sedikit lebih lama untuk hamil, namun banyak wanita hamil dengan satu tuba falopi.

Baca Juga: Selain Buah Zuriat, 7 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Hamil

Hamil Tanpa Tuba Falopi

Hamil Dengan Satu Tuba Falopi 03.jpg

Foto: washingtonpediatric.com

Tidak hanya hamil dengan satu tuba falopi, wanita yang sudah tidak memiliki kedua tuba falopi pun masih memiliki peluang untuk hamil.

Tidak berfungsinya kedua tuba falopi bisa dilakukan untuk tujuan sterilisasi permanen dengan cara menjepit, menutup, atau mengikat salurannya, namun tuba falopi tetap ada.

Meski sterilisasi permanen merupakan salah satu cara untuk mengendalikan kehamilan yang baik (terutama bagi yang sudah tidak ingin hamil lagi), namun prosedurnya tetap tidak sempurna.

“Setiap kali pasien berkonsultasi mengenai ini, saya katakan bahwa mengangkat tuba-nya, sudah memotong atau menutupnya pun tetap masih ada peluang sangat kecil untuk bisa hamil. Tidak pernah 100%,” ungkap dokter kandungan asal Texas, Jessica Shepherd, M.D.

Untuk itu, tidak perlu khawatir bagi Moms yang ingin hamil dengan satu tuba falopi, karena hal tersebut masih mungkin terwujud.

Syaratnya, asalkan sisa tuba falopi masih sehat, berfungsi baik, dan Moms tetap mendapatkan siklus menstruasi bulanan yang normal.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

(GS/DIN)

Artikel Terkait