TRIMESTER 1
4 Oktober 2019

Hamil di Usia Muda Rentan Keguguran, Benarkah?

Benarkah kehamilan di usia muda berisiko untuk alami keguguran?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Keguguran adalah momok mengerikan yang dapat mengintai setiap ibu hamil. Keguguran adalah kehilangan bayi sebelum usia 20 minggu kehamilan.

Namun, ketika Moms kehilangan bayi setelah usia kehamilan 20 minggu, maka kondisi tersebut dinamakan kelahiran mati (stillbirth).

Tanda-tanda umum dari keguguran yaitu mengalami nyeri kram perut, yang mirip dengan nyeri saat menstruasi.

Selain itu, terdapat juga perdarahan pada vagina sehingga Moms harus segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi janin. Namun, penting untuk diketahui, bahwa perdarahan pada vagina tidak selamanya berarti keguguran.

Baca Juga: Catat, Ini Perdarahan yang Normal Terjadi di Awal Kehamilan

Kehamilan di usia muda disebut-sebut rentan mengalami keguguran. Hal tersebut bisa dikatakan benar, karena wanita yang hamil di usia yang sangat muda, yaitu di bawah 15 tahun, belum memiliki organ reproduksi yang matang untuk mengandung janin.

Selain itu, melihat dari kondisi psikis ibu yang hamil di usia muda, rentan mengalami stres sehingga dapat mengakibatkan keguguran.

Risiko Keguguran Pada Ibu Hamil

young-depressed-pregnant-woman_1163-1504.jpg

Namun sebenarnya, risiko keguguran tersebut tidak hanya dimiliki oleh wanita yang hamil di usia muda, melainkan juga yang hamil di usia tua yaitu di atas 40 tahun.

Selain itu, ada beberapa kondisi wanita hamil lainnya yang rentan mengalami keguguran, di antaranya:

  1. Kelebihan berat badan atau berat badan jauh di bawah normal;
  2. Mengidap penyakit infeksi menular seksual;
  3. Mengalami preeklampsia;
  4. Mengidap penyakit bawaan, seperti diabetes atau anemia;
  5. Memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol;
  6. Pernah mengalami riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya.

Terlepas dari apa pun faktor risiko keguguran, tentunya kondisi ini menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi ibu yang mengalaminya. Terlebih lagi jika keguguran dialami oleh wanita yang masih berusia muda.

Rasa bersalah dan kehilangan janin menjadi hal yang menyedihkan bagi mereka. Untuk itu, dibutuhkan perawatan intensif terutama untuk menjaga kondisi psikis ibu hamil di usia muda yang mengalami keguguran.

Baca Juga: Ini 3 Kondisi yang Bisa Menyebabkan Keguguran

The Miscarriage Association, organisasi asal Inggris yang membantu orang-orang yang mengalami keguguran mengingatkan agar kita mencari dukungan saat keguguran terjadi.

"Mengalami keguguran adalah pengalaman yang membuat kita merasa kesepian. Berbicara dengan orang-orang terdekat bisa membantu Anda melewati kondisi tersebut," tulisnya dalam jurnal Miscarriage: The facts and your feelings.

Moms bisa berbagi cerita pada orang tua, suami, sahabat, dokter, atau suster. Bahkan bila diperlukan, Moms bisa berkonsultasi ke psikolog.

Cegah Keguguran Saat Hamil di Usia Muda

Hamil di Usia Muda Rentan Keguguran, Benarkah-2.jpg

Ada banyak faktor yang harus dipersiapkan saat ingin hamil, dilihat dari segi kondisi tubuh dan persiapan mental sebagai orang tua.

Namun, apabila seorang wanita yang hamil di usia muda sudah siap dengan segala risikonya, maka cara untuk mencegah keguguran bisa dilakukan dengan cara ini, yaitu:

  1. Menjaga kehamilan di trimester awal dengan menghindari aktivitas berat karena usia ini sangat rentan mengalami keguguran;
  2. Konsumsi makanan yang bergizi dengan asupan nutrisi yang seimbang. Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol;
  3. Rutin memeriksakan kandungan ke dokter yang sudah terpercaya. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga perkembangan janin berjalan optimal;
  4. Kelola stres dengan baik, caranya yaitu memiliki kualitas tidur yang cukup dan aktif bergerak;
  5. Dukungan orang terdekat sangat penting, terutama pasangan. Hal ini untuk mencegah tingkat kecemasan tinggi pada ibu yang hamil di usia muda.

Namun, apabila keguguran sudah terjadi dan tidak dapat dihindari, maka hal yang beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama adalah memastikan kesehatan dan kebersihan organ reproduksi sampai akhirnya nanti siklus menstruasi kembali lancar.

Selanjutnya, hindari berhubungan intim terlebih dulu dengan pasangan karena butuh waktu yang cukup lama agar mental dan fisik wanita kembali kuat. Lalu, tetap terapkan pola makan yang sehat sebagai pemulihan pasca keguguran.

Baca Juga: Pasca Keguguran, Ibu Justru Berpotensi Menjalani Kehamilan yang Sehat

Kehilangan bayi adalah hal menyedihkan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Namun, wanita yang mengalami keguguran mempunyai kesempatan untuk hamil lagi meskipun membutuhkan waktu.

Untuk itu, tetap lanjutkan hidup dengan pikiran yang positif sambil menjaga kesehatan tubuh dan mental dengan baik, ya, Moms!

(DG)

Artikel Terkait