PROGRAM HAMIL
23 Oktober 2019

Hamil Menjelang Usia Menopause, Mungkinkah?

Untuk Moms yang hamil atau sedang melakukan program hamil di usia yang tidak muda lagi
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Mungkin Moms ada yang penasaran, bisa atau tidaknya hamil menjelang usia menopause. Walau masih mendapatkan menstruasi, agak membingungkan apakah masa subur di usia ini, benar-benar sesubur saat dahulu di usia produktif.

Pertama-tama, mari mengenali apa itu menopause sebenarnya.

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang biasanya terjadi saat wanita berusia 45-55 tahun.

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi selama setidaknya 12 bulan dan saat ini diidentikan dengan sudah habisnya cadangan sel telur.

Fase alami ini disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh wanita. Menjelang akhir usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun lalu akhirnya berhenti memproduksi hormon reproduksi pada usia sekitar 50 tahun.

Usia menopause pada tiap wanita berbeda-beda, tapi menopause umumnya terjadi usia 45-55 tahun. Meski demikian, ada juga sebagian wanita yang mengalaminya sebelum berusia 40 tahun.

“Namun, selama seorang wanita masih mendapatkan menstruasi maka kehamilan masihlah sangat mungkin bisa terjadi karena cadangan sel telur yang kemungkinan masih ada,” kata dr. David Mayndra Utama, Sp.OG, obgyn dari Klinik Fertilitas Bocah Indonesia, Tangerang.

Jadi, selama menopause belum tiba, Moms masih mungkin hamil.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Risiko Kesehatan setelah Menopause

Risiko Kehamilan di Usia Menjelang Menopause

Hamil Menjelang Usia Menopause.jpg

Foto: pregnancytoparenting.ca

Walaupun kehamilan masih mungkin terjadi di kala menjelang menopause, organ reproduksi wanita memiliki masa produktif yang terbatas.

Sel telur pada seorang wanita tumbuh saat bayi masih dalam kandungan dan disimpan dalam ovariumnya.

“Tapi, umur ideal seorang wanita mendapatkan kehamilan adalah antara 20-35 tahun. Di luar usia tersebut, terdapat risikonya masing-masing,” kata dr. David mengingatkan.

Jika Moms hamil di bawah usia 20 tahun, organ reproduksi belum matang dan menimbulkan risik terjadinya gangguan perkembangan janin.

Sedangkan, kehamilan pada usia di atas 35 tahun memiliki risiko terjadinya kelainan kromosom pada janin yang dikandungnya, risiko keguguran yang lebih besar dan juga kemungkinan komplikasi saat kehamilan dan persalinan meningkat.

Jadi, patut berhati-hati, Moms.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Yang Harus Dilakukan Jika Hamil di Usia Menjelang Menopause

Hamil Menjelang Usia Menopause (2).jpg

Foto: pregnancy.lovetoknow.com

Apabila seorang wanita hamil di usia yang sudah tidak muda dan menjelang menopause, dalam hal ini, berarti jauh di atas umur 35 tahun, maka Moms harus rajin mengontrolkan kehamilannya ke dokter.

“Karena sedang hamil di usia riskan, Moms harus rajin melakukan pemeriksaan tekanan darah, laboratorium dan USG sehingga bisa segera diketahui apabila ada komplikasi selama kehamilan tersebut,” kata dr. David.

Jika semua hal terkontrol, dokter jadi bisa segera melakukan penanganan atau tindakan untuk mencegah komplikasi yang lebih buruk.

Nah, Moms. Itulah penjelasan mengenai hamil di usia menjelang menopause. Kesimpulannya, tidak ada yang tidak mungkin selama Moms masih bisa menstruasi dan ovulasi. Tapi, harus berhati-hati, ya.

Baca Juga: Moms, Simak 8 Cara Alami Mengatasi Gejala Menopause Ini, Yuk

(DIN)

Artikel ini dibuat bekerja sama dengan Klinik Fertilitas Bocah Indonesia.

Artikel Terkait