BAYI
27 September 2019

Hanya Mitos! 4 Hal Tentang Gigi Bayi Ini Ternyata Salah

Dapatkan informasi tentang gigi Si Kecil agar membuatnya tetap sehat dan kuat
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Biasanya, bayi memiliki gigi pertama mereka saat berumur 6 bulan. Tetap ada juga yang mendapatkannya lebih cepat atau lebih lambat. Kalau anak Moms termasuk yang mana?

Semakin cepat bayi mendapatkan gigi, maka Moms juga harus semakit cepat merawatnya.

Sebab, selain tersentuh ASI, gigi bayi yang mulai MPASI juga sudah mengenal berbagai makanan yang lewat di mulutnya.

Tentunya hal tersebut harus mendapat perawatan ekstra agar gigi-gigi kecil itu terjaga kebersihannya Moms.

Meski dianggap bukan masalah besar, merawat gigi bayi ternyata tidak semudah itu Moms. Apalagi ditambah dengan banyaknya berseliwetan mitos gigi bayi.

Agar Moms dengan mudah merawat gigi Si Kecil, kami akan memberikan mitos gigi bayi yang sebenarnya salah. Cek artikel ini ya!

Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Cara Merawat Gigi Bayi dan Jawabannya

1. Gigi Susu Tidak Penting

Hanya Mitos 4 Hal Tentang Gigi Bayi Ini Ternyata Salah -1.jpg

Foto: Ameda.com

Mitos gigi bayi yang pertama ini ternyata salah. Memang, keberadaan gigi susu pada anak hanya bersifat sementara. Tapi, mereka memiliki banyak fungsi.

"Gigi bayi sangat penting untuk makan dan mendapatkan nutrisi yang tepat. Juga untuk struktur wajah, dan untuk menahan ruang bagi gigi dewasa untuk tumbuh dengan benar," kata Homa Amini, DDS, kepala kedokteran gigi anak di Nationwide Children's Hospital, di Columbus , Ohio.

Jika gigi hilang terlalu dini karena membusuk, gigi yang lain bisa bergeser sehingga tidak ada ruang yang cukup bagi gigi dewasa untuk tumbuh.

“Gigi juga penting untuk perkembangan bicara bayi. Dia akan membutuhkan giginya untuk bisa menghasilkan suara seperti l, th, dan sh,” tambah Homa.

2. Tumbuh Gigi Bisa Menyebabkan Bayi Sakit

Hanya Mitos 4 Hal Tentang Gigi Bayi Ini Ternyata Salah -2.jpg

Foto: Webmd.com

Mitos gigi bayi selanjutnya pasti sering Moms dengar. Saat gigi tumbuh, selalu diiringi dengan beberapa penyakit seperti diare, demam, dan sejumlah masalah lainnya.

Bahkan ada juga yang bilang bahwa setelah itu, bayi akan memiliki kemampuan yang baru atau ‘mau pintar’.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidak benar. Biasanya, tumbuh gigi hanya memiliki gejala penyakit ringan seperti iritasi gusi, air liur, dan rewel adalah gejala paling umum yang terkait dengan tumbuh gigi.

”Beberapa bayi juga mungkin mengalami sedikit demam. Namun, tidak setiap demam selalu terkait dengan tumbuh gigi,” kata Jade Miller, D.D.S., presiden American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD).

Baca Juga: Benarkah Empeng Dot Bisa Merusak Gigi Bayi?

3. Sikat Gigi Bayi Cukup Sekali Sehari

Hanya Mitos 4 Hal Tentang Gigi Bayi Ini Ternyata Salah -3.jpg

Foto: Stayathomemum.com

Hal ini adalah bagian dari mitos gigi bayi. Faktanya, bayi dapat membuat gigi berlubang dalam waktu 24 jam.

Dr. Jade mengatakan, seperti halnya pada orang dewasa, menyikat gigi hanya sekali dalam sehari tidak akan cukup untuk membersihkan kuman.

Sebelum bayi memiliki gigi, kata Dr Jade, bersihkan mulut dan gusinya dengan handuk basah.

Setelah gigi pertamanya muncul, ganti dengan sikat gigi kecil berbulu halus, dan gunakan pasta gigi berfluoride yang berukuran sebutir beras.

”Gunakan teknik menyikat gigi seperti pada orang dewasa. Pastikan membersihkan bagian depan dan belakang setiap gigi,” tambah dia.

Masalah pasta gigi berflouride juga kembali menjadi mitos gigi bayi. Padahal, para ahli sekarang menyarankan menggunakan pasta gigi fluoride sejak awal kemunculan gigi.

Oleh karena itu, perhatikan dengan sesama saat mrnyiak gigi bayi agar pasta gigi tidak ikut tertelan.

Kita perlu mengunjungi dokter gigi hanya ketika kita memiliki masalah dengan gigi.

Anak-anak biasanya tidak membutuhkan dokter gigi sampai mereka berusia lebih dari 3 tahun.

Pemeriksaan pertama mereka dapat ditunda sampai mereka memiliki semua gigi atau gigi permanen mulai muncul.

Baca Juga: 7 Fakta Dibalik Kebiasaan Bayi Memasukkan Tangan ke Mulut

4. Tak Perlu ke Dokter Gigi

Hanya Mitos 4 Hal Tentang Gigi Bayi Ini Ternyata Salah -4.jpg

Foto: Doralsedationdentistry.com

Mitos gigi bayi selanjutnya berhubungan dengan dokter gigi. Banyak yang beranggapan bahwa karena gigi susu tidak akan bertahan lama, jika terjadi kerusakan pada gigi bayi tidak perlu penangangan dokter.

Hal tersebut jelas salah. Peran dokter gigi sangat dianjurkan saat Moms mulai melihat gigi di mulut bayi.

Munculnya gigi pertama dapat menjadi pertanda baik bagi kesehatan gigi bayi di masa depan.

Jika Moms mengajak Si Kecil ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan, ada kemungkinan Si Krcil tidak akan memiliki masalah pada giginya di kemudian hari.

Jadi, mitos gigi bayi apa saja yang pernah Moms dengar? Apakah salah satu dari poin di atas? Jika masih ada yang kurang, tambahkan di kolom komentar ya.

(FAR)

Artikel Terkait