NEWBORN
22 Juli 2019

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Ubun-ubun dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan pada bayi baru lahir.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Bayi baru lahir memiliki ubun-ubun yang sangat rentan dan perlu dijaga dengan baik.

Daerah tengkorak yang lunak dan terbuka ini disebut juga dengan fontanel.

Saat menjadi orang tua baru, bagian ini mungkin akan sangat menakutkan, namun sebenarnya mudah dirawat dan umumnya akan tertutup dengan sendirinya.

Inilah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai ubun-ubun bayi baru lahir.

Menjaga Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 01.jpg

Foto: health.clevelandclinic.org

Ubun-ubun bayi baru lahir berada di dua tempat, yaitu titik lunak di bagian atas dan di bagian belakang kepala.

Kepala bayi baru lahir dapat melewati jalan lahir karena adanya ubun-ubun yang membuat tengkorak menjadi cukup fleksibel untuk berubah bentuk saat melewati jalan yang ketat.

Otak bayi baru lahir juga akan tetap tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya usia bayi, sehingga bagian lunak atau ubun-ubun bayi baru lahir ini memungkinkan otak untuk berkembang pesat setelah mereka dilahirkan.

“Seharusnya memang lunak, karena bagian inilah yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan otak yang cepat di satu tahun pertama kehidupan bayi. Namun sebenarnya kamu tetap dapat menyentuhnya, bagian ini tidak terlalu rapuh,” ungkap Tia Hubbard, MD, perawat anak di University of California, San Diego Medical Center, seperti dikutip dari webmd.com.

Meski demikian, Moms tetap perlu menjaga ubun-ubun bayi baru lahir dari benturan keras yang dapat membahayakan kepala bayi.

Ubun-ubun bayi biasanya juga berdenyut mengikuti detak jantung, sehingga Moms tidak perlu kaget ketika melihat hal ini terjadi.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Cedera Kepala

Tanda Bahaya Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 02.jpg

Foto: rollercoaster.ie

Ubun-ubun bayi baru lahir juga dapat menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatan bayi baru lahir.

“Ini dapat menjadi indikator yang baik mengenai adanya potensi hidrasi dan status otak bayi,” ungkap Violette Recinos, MD, Kepala Bagian Bedah Saraf Pediatrik di Klinik Cleveland, seperti dikutip dari health.clevelandclinic.org.

Jika ubun-ubun bayi cekung, ini bisa menjadi pertanda bayi baru lahir mengalami bahaya dehidrasi.

Sedangkan jika ubun-ubun bayi baru lahir menonjol keluar, maka merupakan pertanda banyaknya tekanan pada otak bayi.

Beberapa bayi baru lahir juga sering terlihat memiringkan kepalanya ke satu sisi dan hal ini juga bisa menjadi pertanda adanya masalah otot yang disebut torticollis.

Jika Moms melihat adanya gejala-gejala tersebut pada bayi baru lahir, ada baiknya segera berkonsultasi pada Dokter untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama Saat Kepala Anak Terjepit

Waktu Menutup

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 03.jpg

Foto: womenshealthmag.com

Proses penutupan ubun-ubun bayi baru lahir dimulai ketika bayi berusia enam bulan dan akan menutup sepenuhnya ketika bayi berusia 18 bulan.

Dikutip dari verywellfamily.com, sangat jarang ditemukan ubun-ubun bayi baru lahir menutup lebih cepat.

Namun jika tulang tengkorak terhubung dan menutup dengan cepat, maka akan menyebabkan masalah yang disebut dengan craniosynostosis.

Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan otak dan bentuk kepala bayi baru lahir, serta menyebabkan tekanan menumpuk di dalam tengkorak bayi.

Baca Juga: Kepala Bayi Bengkak Karena Terjatuh, Apakah Berbahaya Bagi Otaknya?

Dalam kasus ringan, hal ini tidak memerlukan pengobatan. Namun dalam kasus berat, craniosynostosis pada bayi baru lahir memerlukan pembedahan.

(GS)

Artikel Terkait