DI ATAS 5 TAHUN
19 Juli 2017

Haruskah Anak Diberi Hadiah Supaya Mau Belajar?

Hadiah bisa memotivasi anak atau justru membuatnya manja?
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Bila anak kehilangan semangat dan dorongan untuk belajar, Mama mungkin tergoda menjanjikan hadiah tertentu agar ia mau belajar. Baik itu hadiah berupa barang maupun janji untuk jalan-jalan ke suatu tempat. Memberikan anak hadiah belajar memang kadang jadi solusi yang cepat dan efektif. Namun, apa dampak yang mungkin terjadi kalau Mama terbiasa memberikan anak hadiah supaya mau belajar? Ini dia pertimbangan yang harus Mama pikirkan.

Kata Para Ahli Soal Memberikan Anak Hadiah Belajar

Dilansir dari TODAY.com, seorang pakar psikologi pendidikan asal Amerika Serikat Michele Borba menjelaskan bahwa memberikan anak hadiah belajar mungkin terlihat efektif dalam jangka pendek. Maksudnya anak jadi lebih terdorong untuk belajar. Akan tetapi, Michele mengingatkan orangtua kalau hal ini bisa jadi ‘senjata makan tuan’ di kemudian hari.

Anak yang dijanjikan hadiah supaya dapat nilai bagus justru tak akan memahami alasan sebetulnya kenapa ia harus rajin belajar. Lebih lanjut, Michele juga mengatakan bahwa ‘menyogok’ akan membuat anak lebih fokus pada hadiahnya, bukan pada mata pelajarannya.

Seorang psikolog dan terapis Erin Schlicher juga setuju bahwa memberikan anak hadiah belajar bukan solusi yang tepat. Menurutnya, anak justru akan menggunakannya sebagai senjata untuk mengancam orangtua. Anaklah yang memegang kendali atas Mama dan ia akan selalu mendapatkan apa yang ia mau.

Erin juga berpendapat bahwa pada dasarnya semua anak itu punya motivasi internal untuk belajar dan mencari tahu. Mereka hanya butuh bimbingan untuk berjuang lebih keras. Nah, menjanjikan hadiah belajar bisa melenyapkan motivasi alamiah tersebut. Kalau tak ada hadiah yang dijanjikan, anak jadi tak mau belajar.

Aturan Memberikan Hadiah Belajar buat Anak

Seperti dijabarkan oleh Michele Borba, sebenarnya Mama boleh saja memberi hadiah belajar, tapi harus ekstra hati-hati. Jangan sampai memberi hadiah belajar dijadikan kebiasaan. Apalagi kalau buah hati Mama sudah menunjukkan antusiasme belajar.

Sedangkan untuk anak Mama yang kesulitan mengikuti pelajaran di kelas, memberikan apresiasi berupa hadiah sederhana bisa jadi salah satu cara memotivasi anak. Namun, jangan bilang hadiah tersebut adalah kado nilai bagus. Katakan bahwa Mama bangga melihat anak mau berjuang meskipun materinya susah.

Usahakan juga untuk memberikan hadiah tersebut hanya di momen-momen penting. Misalnya, setelah ulangan umum atau saat kenaikan kelas. Dengan begitu, anak tidak akan terlalu terobsesi dengan hadiah belajarnya.

Itu dia hal-hal yang harus Mama pertimbangkan sebelum memberi anak hadiah belajar. Bagaimana, apakah selama ini Mama sering menjanjikan hadiah belajar? Seperti apa hasilnya? Bagikan cerita Mama di bagian komentar, ya!

(IA)

Artikel Terkait