3-5 TAHUN
12 Maret 2020

Haruskah Memberikan Vitamin kepada Anak? Ini Alasan dan Tipsnya

Terutama jika Moms khawatir karena buah hati adalah picky eater.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Ternyata ada aturan dalam memberikan vitamin kepada anak.

Anak yang sehat dan sehari-hari mengonsumsi asupan bergizi seimbang tidak perlu minum vitamin tambahan.

Dalam situs web Baby Center, ahli gizi yang berpengalaman dalam nutrisi anak Sasha Watkins mengatakan, asupan bergizi anak yang baik termasuk mengonsumsi ikan, daging, kacang-kacangan, atau telur setiap hari.

Selain itu, anak juga perlu makan bermacam buah dan sayuran setidaknya lima porsi dalam sehari – satu porsi kira-kira setara dengan satu kepalan tangan anak.

Baca Juga: Kapan Anak Harus Minum Vitamin? Tengok Tanda Si Kecil Membutuhkannya

Apa Alasan Memberikan Vitamin pada Anak?

Tips dalam memberikan vitamin kepada anak.jpg

Ada beberapa alasan orang tua dapat memberikan vitamin kepada anak:

  • Anak memiliki masalah susah makan (picky eater)
  • Anak menjalani pola makan khusus, seperti vegan atau vegetarian, atau tidak makan gluten
  • Anak memiliki kondisi intoleransi laktosa sehingga tidak bisa minum susu atau mengonsumsi asupan yang mengandung susu
  • Anak memiliiki kondisi kesehatan khusus, seperti diabetes atau alergi sehingga tidak bisa bebas mengonsumsi makanan

Bila Moms ingin memberikan vitamin kepada anak, jangan langsung membeli sendiri di apotek. Sebaiknya Moms berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan perlu atau tidaknya anak minum vitamin.

Menurut Pegah Jalali, ahli gizi anak dari Middleberg Nutrition, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi penting untuk mengetahui kebutuhan atau dosis vitamin yang sesuai dengan kondisi anak.

Baca Juga: 6 Vitamin untuk Anak yang Penting Dikonsumsi Sehari-hari

Tips Jitu Memberikan Vitamin pada Anak

Tips dalam memberikan vitamin kepada anak (4).jpg

Selain itu, berikut beberapa tips memberikan vitamin kepada anak yang perlu Moms ketahui:

1. Beda Usia, Beda Kebutuhan

Tiap anak membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda-beda, tergantung pada usia dan tahap pertumbuhan maupun perkembangannya.

Menurut National Institute of Health, anak berusia 4−8 tahun membutuhkan 25 miligram vitamin C per hari. Sementara, anak yang berusia di bawah 4 tahun hanya membutuhkan 15 miligram vitamin C per hari.

2. Vitamin Tidak Sama dengan Permen

Saat ini Moms bisa menemukan vitamin dalam berbagai bentuk dan warna yang menarik, termasuk seperti permen kenyal. Rasanya pun tak kalah manis dan lezat dibandingkan permen kesukaan si Kecil.

Namun, Moms perlu ingat bahwa vitamin yang menarik itu bukan berarti memiliki kandungan nutrisi yang sama atau lebih baik dibandingkan vitamin yang rasanya kurang enak.

Bahkan, para ahli menyarankan Moms memberikan vitamin dalam bentuk minyak atau bubuk yang dapat langsung ditelan anak.

Vitamin berbentuk gummy justru berisiko menimbulkan masalah pada kesehatan gigi anak karena kandungan gulanya cukup tinggi.

3. Sebagian Vitamin Sulit Dicerna Tubuh

Ada dua jenis sifat vitamin, yaitu yang larut dalam air (vitamin B dan C), dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Menurut Jalali, banyak orang tua menganggap memberikan vitamin dalam jumlah banyak tidak akan berdampak negatif kepada anak – justru semakin bagus.

“Faktanya, vitamin yang larut dalam lemak lebih sulit dicerna tubuh. Jika [jumlah vitamin yang larut dalam lemak] terlalu banyak, malah berisiko menimbulkan keracunan pada lever, dan pada akhirnya mengganggu fungsi ginjal,” terang Jalali.

Satu hal yang orang tua perlu ingat: suplementasi vitamin bukanlah pengganti makanan bergizi yang mengandung nutrisi penting untuk anak. Jadi, bijaklah dalam memberikan vitamin kepada anak, Moms.

Baca Juga: 3 Bahaya Mengonsumsi Multivitamin Gummy untuk Anak

Artikel Terkait