PROGRAM HAMIL
28 Desember 2018

Hati-Hati Anoreksia Saat Hamil

Penurunan berat badan saat hamil akibat anoreksia bisa berbahaya bagi Moms dan si jabang bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh fitria.rahmadianti
Disunting oleh fitria.rahmadianti

Wanita yang berjuang dengan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia biasanya lebih sulit untuk hamil.

Mereka mengalami gangguan pada siklus menstruasi yang disebabkan oleh pembatasan kalori, olahraga berlebihan, atau tekanan emosional yang hebat. Jika kehamilan terjadipun, risiko komplikasi akan tinggi.

Baca Juga: Gangguan Makan Penyebab Infertilitas?

Apa Itu Anoreksia Saat Hamil?

Seorang psikolog dan direktur pendiri the UNC Center of Excellence for Eating Disorders, Cynthia Bulik, menggabungkan kata-kata ‘pregnancy’ (kehamilan) dan ‘anorexia’ (anoreksia) sehingga menjadi istilah ‘pregorexia’.

Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan wanita yang takut mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan serta tidak cukup memberi makan diri dan bayi mereka yang sedang berkembang.

Membatasi makanan yang masuk ke tubuh saat hamil bertentangan dengan kebutuhan biologis tubuh. Wanita yang mengalami anoreksia lebih mendahulukan kontrol kognitif yang besar – misalnya takut gemuk – daripada dorongan biologis untuk makan saat hamil.

Bagaimana Anoreksia Saat Hamil Memengaruhi Ibu dan Bayi?

American Pregnancy Association memperingatkan bahwa gangguan makan dapat mempengaruhi ibu hamil dan bayinya sebelum, selama, dan setelah persalinan.

Membatasi makanan dan asupan cairan menyebabkan penurunan berat badan saat kehamilan yang berdampak pada ibu hamil seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Keguguran pada trimester pertama
  • Komplikasi dengan kehamilan dan persalinan
  • Preeklampsia (tekanan darah tinggi pada wanita hamil)
  • Kemungkinan kelahiran Caesar yang lebih tinggi
  • Penyembuhan yang lebih sulit di area episiotomi
  • Kecenderungan depresi postpartum lebih tinggi dibanding wanita lainnya
  • Masalah dalam menyusui, termasuk ASI berkurang atau reaksi negatif terhadap ASI pada bayi mereka. ASI yang tidak memadai sering kali akibat dehidrasi.

Sementara itu, risiko penurunan berat badan saat kehamilan pada bayi adalah:

  • Malagizi pada bayi baru lahir
  • Perkembangan otak terhambat karena malagizi
  • Berat lahir rendah
  • Kelahiran matiBayi sungsang
  • Cacat bawaan
  • Tingkat kesehatan bayi lebih rendah
  • Masalah perkembangan bayi, misalnya seperti risiko tinggi terkena berbagai penyakit di kemudian hari.

Mencegah Penurunan Berat Badan saat Kehamilan

Menurut National Eating Disorders Association, ibu hamil harus dipantau secara hati-hati sebelum kelahiran dan selama masa postpartum.

Dalam lingkungan yang aman dan mendukung, Moms bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan untuk melindungi diri dan bayi Moms dari efek anoreksia saat hamil.

Jika Moms berencana hamil di masa mendatang, Moms dapat mengambil langkah-langkah berikut ini untuk mempersiapkan persalinan yang sehat:

  • Meminta bantuan ahli untuk mencapai berat badan normal.
  • Konsultasikan dengan ahli gizi, spesialis laktasi, dan dokter kandungan tentang kesehatan Moms saat mencoba untuk hamil.
  • Ikutilah rekomendasi diet dari ahli gizi atau spesialis kandungan, termasuk resep untuk vitamin prenatal.
  • Bangunlah jaringan dukungan terapis, teman, dan anggota keluarga yang dapat Moms hubungi jika Moms tergoda untuk melakukan anoreksia.

Selalu tanamkan dalam pikiran Moms bahwa mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan saat hamil adalah hal yang sangat wajar, bahkan disarankan.

Setelah melahirkan, Moms bisa mengembalikan berat badan Moms dengan berbagai cara, kok, salah satunya adalah dengan memberikan ASI eksklusif.

Yuk, makan yang bergizi demi kebaikan Moms dan si jabang bayi!

(ROS)

Artikel Terkait