KESEHATAN
23 Juli 2019

Hati-Hati Dads! Membesarkan Otot Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria

Tubuh memang terlihat atletis, tetapi …
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bila sebagian perempuan ingin mempunyai tubuh ramping dan indah, maka sebagian pria ingin terlihat atletis dan gagah. Tubuh atletis idaman pria biasanya digambarkan dengan perut sixpack, lengan kekar, dan tubuh berotot.

Salah satu cara yang dilakukan oleh sebagian pria untuk memiliki tubuh atletis tersebut adalah mengonsumsi steroid anabolik, yaitu obat khusus untuk membesarkan otot.

Ironisnya, upaya memiliki tubuh atletis yang dilakukan oleh pria tersebut ternyata menyimpan efek samping yang merugikan. Dikutip dari The Independent, para ahli mengatakan upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria sehingga membuat mereka susah punya anak.

Kondisi tersebut disebut paradoks Mossman-Pacey yang diambil dari nama dua peneliti yang pertama kali menemukan fenomena tersebut, yaitu James Mossman, Ph.D. dari Brown University dan Profesor Allan Pacey dari University of Sheffield.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Obat Steroid Mengganggu Kinerja Hormon

hormon otot

Foto: verywellfit.com

Selain merujuk kepada upaya pria membesarkan otot, paradoks Mossman-Pacey juga terjadi pada pria yang mengonsumsi obat khusus untuk mengatasi kebotakan.

Dikutip dari situs web BBC, Mossman pertama kali menciptakan istilah paradoks tersebut saat ia sedang mengerjakan disertasinya di University of Sheffield.

“Ketika itu saya melihat pria-pria yang menjalani tes kesuburan rata-rata bertubuh besar [dan berotot]. Ternyata mereka sengaja membuat tubuhnya seperti itu karena memang ingin terlihat atletis dan gagah,” terang Mossman.

Namun, Mossman melanjutkan, para pria tersebut tidak menyadari bahwa langkah-langkah membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria. “[Setelah menjalani pemeriksaan] diketahui bahwa saat mereka ejakulasi, dalam air mani mereka tidak terdapat sperma sama sekali,” kata Mossman.

Dikutip dari Men’s Health, menurut Cleveland Clinic, obat steroid anabolik mengurangi kesuburan pria dengan mengganggu kerja hormon yang semestinya merangsang produksi sperma.

Sebenarnya, upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria ini tidak selalu menjadi vonis pria pasti tidak bisa punya keturunan.

Baca Juga: Ini Dia 7 Faktor yang Menyebabkan Jumlah Sperma Sedikit

Kembali Normal Ketika Berhenti Mengonsumsi Obat Steroid

hormon otot

Foto: natural-health-journals.com

Produksi sperma dapat kembali normal bila pria menghentikan konsumsi obat steroid anabolik. Hanya, tidak demikian halnya pada pria yang telah menggunakan obat tersebut dalam jangka waktu sangat lama.

Sayangnya, masih banyak pria yang tidak memahami tentang upaya membesarkan otot bisa pengaruhi kesuburan pria. Lembaga NHS menyatakan, penggunaan obat steroid anabolik telah menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada pria.

Phil Harris, konsultan kebidanan dan kandungan dan pimpinan klinis Fertility Fusion mengatakan ia menemui banyak pria yang tak memahami dampak buruk dari konsumsi obat steroid anabolik terhadap kesuburan mereka dalam praktiknya.

Oleh karena itu, Harris mengingatkan siapa pun yang kelak ingin memiliki keturunan untuk berhenti menggunakan obat steroid anabolik sesegera mungkin.

Sementara, Mossman dan Pacey menganggap perlu adanya edukasi tentang bahaya penggunaan obat steroid anabolik, terutama bagi pria.

Artikel Terkait