ORAMI MAGAZINE
26 Juni 2018

Hati-Hati, Ini 4 Bahaya Sering Mengonsumsi Obat Penenang Untuk Tidur

Efeknya sama seperti narkoba!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami


Tidur merupakan kebutuhan tubuh setiap hari. Dengan tidur dan beristirahat otak dan tubuh kita mendapat energi yang baru.

Tapi apa jadinya kalau Anda mengalami gangguan tidur seperti insomnia? Sulit tidur bisa berdampak buruk bagi penderitanya, mulai dari sulit konsentrasi di siang hari, sampai sakit kepala yang tidak tertahankan.

Cara yang paling cepat untuk mengatasinya adalah minum obat penenang. Tapi apa jadinya kalau Anda justru ketergantungan?

Berikut beberapa informasi dampak buruk obat penenang yang perlu Anda tahu.

1. Gangguan Daya Ingat

Obat penenang bekerja pada sistem syaraf pusat dengan cara memperlambat daya kerja pada otak. Sehingga, jika obat penenang di konsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama bisa berakibat pada gangguan daya ingat.

Untuk Anda yang masih dalam usia produktif, mengalami gangguan daya ingat pasti akan menurunkan kinerja Anda sehari-hari.

2. Melemahkan Denyut Nadi

Obat penenang memberikan efek rileks dan santai pada penggunanya. Karena obat berpusat pada syaraf otak yang memegang kendali untuk sistem motorik tubuh, bukan tidak mungkin cara kerja jantung Anda pun akan melambat yang menyebabkan denyut nadi menjadi lemah.

Efeknya, jantung tidak bisa memompa darah dengan maksimal yang dapat menyebabkan banyak penyakit serius seperti jantung koroner dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga : Susah Tidur? Kenali Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya!

3. Menurunkan Sistem Kesadaran

Di tahap awal Anda mengkonsumsi obat penenang memang terasa sangat tertolong, karena Anda bisa dengan mudah istirahat dan beraktivitas seperti biasa. Tapi jika kebiasaan ini terus dilanjutkan, maka efeknya adalah tingkat kesadaran Anda Anda.

Obat penenang bisa menghasilkan hormon dopamine dalam tubuh, ini yang menyebabkan penggunanya merasa tenang dan tertidur lelap. Sehingga, jika tidak mengkonsumsinya, pengguna akan terasa kurang nyaman seperti gelisah dan menurunkan sistem kesadaran dalam otak.

4. Mengganggu Tumbuh Kembang Janin

Untuk Anda yang sedang hamil, sebaiknya tidak mengkonsumsi obat penenang. Apalagi obat yang biasa dikonsumsi adalah jenis benzodiazepin.

Zat ini bisa berakibat pada kecacatan genetik pada janin. Karena menurut survey, 3% dari penyebab kecatatan janin disebabkan oleh penyalahgunaan obat-obatan. Sebaiknya memang harus dikonsultasikan dengan dokter ahli.

Terus-terusan bergantung dengan obat penenang memang tidak baik Anda , apapun alasannya. Meski obat penenang diperbolehkan dikonsumsi, tetap saja harus ada anjuran yang jelas tentang seberapa banyak yang harus Anda konsumsi.

Jika dalam jangka waktu tertentu Anda masih belum bisa mengatasi masalah tidur Anda yang kacau, ada baiknya mengkonsultasikannya dengan dokter ahli, agar diketahui apa penyebab utamanya.

(LMF)