BAYI
14 Juni 2019

Hati-Hati, Ini Bahaya Gigitan Nyamuk Bagi Bayi

Jangan gunakan lotion anti nyamuk pada bayi baru lahir.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Saat nyamuk mulai terlihat mengganggu, Moms dapat dengan mudah mengusir, menyemprot, atau memukul agar terhindar dari gigitan nyamuk.

Berbeda dengan bayi baru lahir yang belum bisa mencegah sengatan atau gigitan nyamuk sendiri.

Sehingga, bayi baru lahir membutuhkan bantuan Moms dalam mencegah bahaya dari gigitan nyamuk.

Seberapa berbahayakah gigitan nyamuk pada bayi baru lahir? Temukan jawabannya berikut ini.

Gigitan Nyamuk Umum

1 Gigitan Nyamuk Umum.jpg

Foto: momjunction.com

Faktanya, tidak semua nyamuk suka menyengat dan menghisap darah.

Hanya nyamuk betina yang menggigit, sedangkan nyamuk jantan memakan nektar bunga.

Sama seperti kasus pada anak dan dewasa, gigitan nyamuk pada bayi baru lahir sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

“Sebagian besar sengatan atau gigitan nyamuk hanya menyebabkan ketidaknyamanan sementara dan menimbulkan reaksi ringan. Seperti gatal atau rasa tersengat dan pembengkakkan ringan, merupakan hal yang umum,” ungkap dokter anak di Summit Medical Group, Dr. Geraldine Summa, seperti dikutip dari romper.com.

Gejala ringan dari gigitan nyamuk pada bayi baru lahir, antara lain muncul benjolan merah kecil, area kulit yang kemerahan, disertai bayi baru lahir menangis tanpa alasan.

Gejala ringan gigitan nyamuk pada bayi baru lahir ini biasanya akan hilang dan mereda dalam beberapa hari.

Selanjutnya, bekas gigitan nyamuk akan berubah menghitam dan perlahan juga akan hilang dengan sendirinya.

Baca Juga : Mana Lebih Aman untuk Anak: Obat Nyamuk Semprot, Bakar, atau Lotion?

Gigitan Nyamuk Berbahaya

2 Gigitan Nyamuk Berbahaya.jpg

Foto: bundoo.com

Gigitan nyamuk pada bayi baru lahir bisa menjadi berbahaya, jika nyamuk yang menyengat juga membawa virus atau parasit yang dapat menyebabkan penyakit parah.

Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, antara lain: malaria, demam berdarah, chikungunya, hingga infeksi otak (encephalitis).

Jika Moms menemukan gejala gigitan nyamuk yang lebih berat, misalnya bayi baru lahir terlihat lesu dan ruam akibat gigitan nyamuk semakin melebar, ada baiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter.

Jika bayi baru lahir demam hingga sesak napas, atau Moms merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Si Kecil setelah mendapatkan gigitan nyamuk, maka segera konsultasikan dengan Dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi bayi baru lahir.

Baca Juga : 6 Tips Mengurangi Bayi Gatal Akibat Gigitan Nyamuk

Pencegahan Gigitan Nyamuk

3 Pencegahan Gigitan Nyamuk.jpg

Foto: deltachildren.com

Cara terbaik bayi baru lahir agar terhindar dari gigitan nyamuk ringan maupun berbahaya adalah dengan melakukan pencegahan.

Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan pada bayi dan anak terhadap gigitan nyamuk adalah penggunaan semprotan atau lotion anti nyamuk khusus untuk anak, sesuai dosis yang direkomendasikan.

Namun menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anti nyamuk (bahkan yang bebas DEET) tidak aman digunakan oleh bayi baru lahir hingga usia dua bulan.

Sedangkan beberapa dokter anak lainnya, ada pula yang merekomendasikan untuk tidak memberikan lotion atau semprotan nyamuk pada bayi hingga usia enam bulan.

Untuk itu, pencegahan yang bisa dilakukan pada bayi baru lahir terhadap gigitan nyamuk adalah dengan memastikan Si Kecil tetap terjaga.

“Cobalah menjaga Si Kecil tetap dalam kelambu. Jika berada di luar ruangan, gunakan stroller yang memiliki tenda kecil dan penutupnya,” ungkap dokter anak di Canadian Paediatric Society’s Public Education Advisory Committee, Janice Heard, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Jadi, sekarang Moms tahu kan bagaimana bahayanya gigitan nyamuk untuk anak dan bagaimana menanganinya?

(GS/CAR)

Artikel Terkait