PROGRAM HAMIL
14 Februari 2019

Hati-hati! Ini Bahayanya Demam Berdarah Saat Kehamilan

Demam berdarah pada ibu hamil dapat menyebabkan kelahiran premature hingga kematian janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh mentari.delita
Disunting oleh mentari.delita

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan pada manusia oleh nyamuk tertentu.

Biasanya penyakit ini memang tak berlangsung lama, namun gejalanya bisa parah atau fatal.

Demam berdarah adalah salah satu dari beberapa penyakit dapat menimbulkan masalah atau bahkan berbahaya bagi ibu hamil dan bayi.

Mari simak ulasan lebih lanjut mengenai demam berdarah ketika hamil:

Demam Berdarah Saat Kehamilan

shutterstock 152302001

Demam berdarah sangat berbahaya bagi ibu hamil karena mereka dapat menularkan virus ke janin mereka selama kehamilan atau saat kelahiran.

Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, atau kelahiran prematur.

Bayi yang terinfeksi demam berdarah, memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit yang parah.

Gejala umum saat demam berdarah adalah demam tinggi, sakit kepala parah, sakit di belakang mata, nyeri sendi, nyeri otot dan tulang, ruam, dan pendarahan ringan biasanya dari hidung atau gusi.

Beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan risiko yang fatal jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Ketahui Tempat Nyamuk Demam Berdarah Bersarang dan Cara Membasminya

Pengobatan Demam Berdarah Pada Kehamilan

shutterstock 1100580779

Mengatasi demam berdarah pada kehamilan mirip dengan pengobatan demam berdarah pada orang lain.

Jika ibu hamil didiagnosis menderita demam berdarah, dokter akan mengobati berdasarkan gejala dan tingkat keparahan penyakit.

Perawatan untuk demam berdarah ringan diantaranya:

1. Minum Banyak Cairan

Demam berdarah membuat tubuh dehidrasi, karenanya penting untuk mengganti asupan cairan yang hilang dengan banyak mengonsumsi air mineral, jus segar, sup dan air kelapa. Hal ini akan membantu mencegah dehidrasi akibat muntah dan demam tinggi.

2. Obat Demam

Saat demam berdarah dokter akan meresepkan obat demam untuk membantu mengurangi rasa sakit dan demam.

Namun demikian, dokter akan menghindari aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, seperti ibuprofen. Hal ini lantaran obat tersebut meningkatkan risiko komplikasi perdarahan.

3. Perawatan di Rumah Sakit

Jika demam berdarah yang Moms alami ternyata tergolong parah, maka langkah pengobatan biasanya dilakukan dengan perawatan di rumah sakit.

Demam berdarah saat hamil meningkatkan risiko terkena tekanan darah yang sangat rendah.

Oleh karena itu penting untuk penggantian cairan dan elektrolit intravena (IV) untuk mengelola kehilangan cairan, mencegah dehidrasi, dan mempertahankan tekanan darah.

Tak hanya itu, pada beberapa kasus transfusi darah untuk menggantikan kehilangan darah juga diperlukan.

Baca Juga: 4 Tips Melindungi Bayi dari Gigitan Nyamuk

Jika Moms sedang hamil, hindari bepergian ke daerah-daerah di mana demam berdarah sedang merebak karena tubuh berisiko besar tertular penyakit tersebut.

Jika Moms tetap harus melakukan perjalanan, lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah gigitan nyamuk seperti kenakan pakaian pelindung seperti celana panjang dan kemeja lengan panjang.

Selain itu, pastikan juga lingkungan rumah Moms bersih dan aman dari risiko terjangkitnya demam berdarah.

Mulailah dari yang termudah, seperti memastikan tidak adanya pakaian yang menumpuk di balik pintu guna mencegah nyamuk bersarang.

(MDP)

Artikel Terkait