NEWBORN
13 Desember 2017

Hati-hati, Kaus Kaki Terlalu Ketat Bisa Sebabkan Bayi Cantengan!

Penting untuk Moms memerhatikan cara dan waktu pemakaian kaus kaki bayi yang tepat
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Moms sudah membaca berbagai macam buku persiapan menyambut kelahiran bayi dan siap membawa Si Kecil pulang ke rumah setelah melahirkan. Namun, ada satu pertanyaan yang terkadang membuat Moms galau, salah satunya perlu atau tidaknya memakaikan kaus kaki pada bayi.

Beberapa pendapat mengatakan kaus kaki sangat penting untuk kesehatan bayi, namun sisanya berpendapat bahwa kaus kaki justru bisa menghalangi tumbuh kembang normal kaki bayi baru lahir. Terutama memakaikan kaus kaki ketat pada bayi. Jadi, pendapat mana yang benar?

Percaya atau tidak, kaus kaki bayi lebih dari sekadar aksesoris pelengkap pakaian bayi. Kaus kaki bermanfaat untuk menjaga suhu tubuh Si Kecil dan menjaga agar kakinya terhindar dari bahaya seperti sengatan sinar matahari dan benda-benda yang bisa melukainya.

Namun, kaus kaki juga bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi bayi bila salah memakaikannya. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengetahui kapan dan mengapa Moms perlu memakaikan kaus kaki pada Si Kecil.

Baca Juga : Ini Alasan Harus Menggunakan Gunting Kuku Bayi Untuk Merawat Si Kecil

Risiko Bayi Memakai Kaus Kaki Terlalu Ketat

Meskipun berguna menjaga kaki bayi dari hawa dingin, dokter anak sering merekomendasikan agar bayi bertelanjang kaki sehingga mereka bisa menggerakkan jari-jari kakinya. Sebenarnya, beberapa ahli kesehatan menyampaikan bahwa bertelanjang kaki sangat penting mendukung perkembangan bayi. Maka dari itu, sebaiknya biarkan Si Kecil bertelanjang kaki tanpa kaus kaki sesering mungkin.

Jika Moms memakaikan kaus kaki pada Si Kecil, penting untuk menghindari kaus kaki terlalu ketat. Karena kaus kaki yang terlalu ketat bisa mengganggu sirkulasi darah dan perkembangan normal kaki bayi, serta menyebabkan kondisi yang disebut hyperpigmentasi sock-line (bekas luka yang tidak berbahaya namun permanen).

Memakaikan kaus kaki terlalu ketat atau berukuran lebih kecil dari kaki bayi bisa menyebabkan kuku jari tumbuh ke dalam. Kuku tumbuh ke dalam yang dikenal juga sebagai onychocryptosis atau cantengan, juga dapat didefinisikan sebagai kuku yang tumbuh ke dalam kulit jari kaki.

Hal tersebut disebabkan karena kaus kaki terlalu ketat akan memberikan tekanan pada kuku kaki bayi, sehingga kuku melengkung dan masuk ke dalam kulit. Seiring tumbuhnya kuku jari kaki bayi yang tajam, masuknya kuku akan lebih mendalam hingga menyebabkan munculnya rasa sakit.

Perhatikan Pemilihan dan Kebersihan Kaus Kaki

Oleh karena itu, Moms perlu memilih kaus kaki untuk bayi yang masih menyisakan ruang kurang lebih 0,5 – 1,5 cm. Dengan begitu kaki Si Kecil akan lebih leluasa bergerak. Selain itu, pastikan kaki Si Kecil selalu terjaga kebersihannya selama memakai kaus kaki.

Jangan biarkan bayi terlalu lama memakai kaus kaki, seperti misalnya hingga seharian penuh. Membiarkan Si Kecil memakai kaus kaki seharian penuh hanya mengundang jamur tumbuh. Sehingga penting memberikan kesempatan kaki Si Kecil untuk terkena udara.

Sebenarnya selain beberapa alasan kesehatan di atas, memakaikan kaus kaki terlalu ketat tentu akan membuat Si Kecil menjadi tidak nyaman. Jadi, jangan lupa untuk lebih aware dengan masalah penggunaan kaus kaki ini ya, Moms.

(RGW)

Artikel Terkait