KESEHATAN
13 Agustus 2019

Penyakit Hepatitis C, Apakah Bisa Disembuhkan?

Dari semua jenis penyakit hepatitis, hepatitis c merupakan jenis yang paling berbahaya
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Dari semua jenis penyakit hepatitis, Hepatitis C merupakan jenis yang paling berbahaya. Pasalnya Infeksi Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV) mudah ditularkan.

Penularan ini biasanya terjadi melalui kontak darah dari penggunaan jarum suntik atau alat kesehatan yang tidak steril, berganti-ganti pasangan seksual, alat tato, dan pemakaian alat-alat pribadi seperti sikat gigi ataupun pisau cukur.

Banyak juga yang mengatakan bahwa penularan penyakit Hepatitis C ini terjadi karena sering berganti-ganti tempat cuci darah ataupun penularan dari transfusi darah. Hal ini jelas dibenarkan dalam penelitian tahun 1970-an oleh Harvey J. Alter, Kepala Bagian Penyakit Menular di Departemen Kedokteran Transfusi di National Institutes of Health.

Ia dan tim penelitiannya menunjukkan bahwa sebagian besar kasus penyakit hepatitis pascatransfusi darah tidak disebabkan oleh virus Hepatitis A maupun B. Ia kemudian menunjukkan penelitian lanjutannya di tahun 1989 dengan mempublikasikan penemuan HCV yang menular melalui transfusi.

Baca Juga: Ibu Hamil Menderita Hepatitis B, Apakah Menurun Pada Bayi?

Gejala Hepatitis C

hepatitis c.jpg

Pada umumnya penderita penyakit Hepatitis C tidak mengalami gejala awal, mereka sering tidak menyadari jika terkena penyakit hepatitis. Sehingga tak heran jika banyak yang mengetahui setelah penyakitnya menjadi kronis.

Tapi, tak semua penderita Hepatitis c memasuki pada tahap kronis, karena ternyata Hepatitis C pun bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, jika kita menyadari gejala awalnya kita bisa mengetahui dari ciri-ciri gejala Hepatitis C, di antaranya:

  • Mata yang menguning beserta warna kulit
  • Mudah lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Mual disertai muntah
  • Nyeri pada bagian lambung, otot, dan sendi yang disertai demam
  • Urin seperti teh atau berwarna gelap
  • Feses seperti dempul atau berwarna lebih pucat

Baca Juga: Apa Beda Hepatitis A, B, dan C?

Jika Hepatitis C ini berkembang pada tahap kronis, maka gejala awal pada tahap ini meliputi:

  • Gatal-gatal pada bagian kulit
  • Mudah berdarah dan memar
  • Bengkak pada bagian kaki
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis
  • Mudah mengantuk bahkan cenderung linglung
  • Mengalami spider angioma atau pembuluh darah abnormal dekat permukaan kulit yang terasa sakit
  • Terjadi penumpukan cairan pada bagian perut

Komplikasi yang Bisa Terjadi

hepatitis c 3.jpg

Pada kondisi kronis, penderita Hepatitis C sangat berisiko tinggi terkena kanker hati. Selain itu hati yang mengalami infeksi HCV hingga membuat kerusakan parah pada hati bisa menyebabkan gagal hati, bahkan bisa mengalami kerusakan jaringan hati secara permanen (sirosis).

Waspada terkena Hepatitis C

hepatitis c 1.jpg

Siapa saja tentunya bisa saja terkena penyakit hepatitis C. Tapi, ada beberapa faktor yang bisa membuat kita berisiko tinggi terkena Hepatitis C, di antaranya:

  • Pada saat lahir, ibu sedang menderita Hepatitis C
  • Menggunakan suntikkan narkoba
  • Mentato ataupun tindik dengan alat yang tidak steril
  • Mengidap HIV dan AIDS
  • Rutin melakukan cuci darah
  • Terpapar darah penderita saat kita memiliki luka yang terbuka
  • Pasangan kita menderita Hepatitis C (penularan dari hubungan seksual)

Baca Juga: Kenali Gejala Hepatitis B Pada Anak dan Penanganannya

Hepatitis C Bisa Disembuhkan

hepatitis c 4.jpg

Penyakit Hepatitis C memang mudah menular tapi mudah juga untuk disembuhkan. Prof.Dr. Laurentius A. Lesmana, Sp.PD-KGEH mengungkapkan tentang keberhasilan sembuh dari penyakit hepatitis C ini.

Ia memaparkan, bahwa Asia memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi, jika dibandingkan dengan negara-negara Barat. Hepatitis C ini benar-benar bisa disembuhkan tidak seperti Hepatitis B yang hanya bisa ditekan penyebaran virusnya saja. Ada beberapa pengobatan yang bisa kita lakukan.

Jika kita didiagnosa mengalami penyakit Hepatitis C, maka akan diberikan obat anti-viral yang memiliki tingkat kesembuhan antara 75-100 persen. Obat antivirus ini bertujuan mematikan virus dalam tubuh minimal 12 minggu pasca pengobatan.

Bahkan, biasanya beberapa pasien masih harus diobati selama 24 hingga 72 minggu dengan obat-obatan antivirus tersebut.

Sejauh ini obat-obat antivirus paling efektif dalam penyembuhan penyakit ini, karena sekalipun kita melakukan transplantasi hati, penanganan selanjutnya tetap harus diberikan antivirus tersebut.

Jika kita ingin terhindar dari penyakit hepatitis ini, maka terapkan gaya hidup yang sehat. Hindari minuman beralkohol, tidak menggunakan narkoba, hindari hubungan seks yang tidak aman, tidak mentato atau tindik tubuh sembarangan dengan alat yang kurang steril.

Kita juga bisa rutin melakukan tes kesehatan untuk mengetahui kita dalam kondisi penyakit tertentu atau tidak.

(PSF/ERN)

Artikel Terkait