BAYI
1 Oktober 2019

Hernia Umbilikalis alias Pusar Bodong pada Bayi, Apa Bahayanya?

Hernia umbilikalis sering dikenal sebagai pusar bodong pada bayi. Apakah berbahaya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Biasanya, orang tua seringkali merasa khawatir pada kondisi tak biasa yang terjadi pada bayinya. Salah satunya pusar bodong.

Banyak orang tua yang merasa malu pada kondisi ini. Bahkan nggak sedikit yang menganggap kondisi ini berbahaya. Terkadang malah ada yang menutupinya dengan koin 500 rupiah, agar pusar bodongnya menghilang.

Mengenai hal tersebut belakangan, sempat menjadi obrolan di medsos. Seorang dokter bernama Arifianto Apin, yang berpraktik di RS Pasar Rebo, Jakarta, sempat mengunggah status seputar kondisi pasien bayinya yang ditempeli koin seribu rupiah untuk menghilangkan bodongnya.

“Saya jelaskan, bahwa kondisi ini normal dan terjadi pada 10-20% bayi baru lahir. Seiring berjalannya waktu, pusar bodong akan menghilang meski tidak diapa-apakan,” kata Dr Apin.

“Jika terjadi infeksi seperti kemerahan atau bayi terlihat kesakitan di bagian pusar, bengkak dan nyeri saat disentuh, baru dilakukan perawatan oleh dokter.”

Baca Juga: Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi

Kenapa Pusar Bisa Bodong?

1ff62582-064a-4a35-9e06-24d5c7d2b5b9.jpeg

Foto: thebump.com

Saat masih dalam kandungan, janin mendapatkan oksigen dan makanan melalui tali pusar. Tali pusar ini melewati lubang kecil di otot perut.

Pada kebanyakan kasus, lubang tersebut akan menutup segera setelah bayi lahir. Nah, pusar bodong alias hernia umbilikalis, terjadi karena otot perut tidak melekat sempurna. Ada bagian usus atau jaringan lain muncul ke permukaan, sehingga menimbulkan pembengkakan di kulit dan pusar lebih menonjol.

Sekitar 90% kasus bayi dengan pusar bodong akan hilang dengan sendirinya di usia balita. Namun, jika bodongnya tidak hilang setelah usia 4 tahun, barulah membutuhkan pembedahan.

Baca Juga: Ini Dia, Tahapan Pengobatan Hernia Diafragmatika!

Penyebab Hernia Umbilikalis

Pusar yang menonjol bisa terjadi pada bayi maupun orang dewasa. Beberapa faktor seperti kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia umbilikalis.

Untuk kasus orang dewasa, biasanya karena pengaruh otot perut yang lemah sehingga menjadikan pusar lebih menonjol. Faktor lainnya mencakup: berat badan berlebih, kehamilan yang terlalu sering, kehamilan anak kembar, operasi di bagian perut, hingga cairan di rongga perut.

Baca Juga: Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi

Kapan Harus Waspada?

c9720d45-da16-11e7-b9bb-47061d98ee9d.jpeg

Foto: whattoexpect.com

Hernia umbilikalis bisa dihilangkan dengan operasi yang mendorong tonjolan pusar ke dalam perut dan menguatkan area perut yang lemah agar tidak ada lagi jaringan yang menonjol.

Operasi ini biasanya disarankan jika anak telah berumur 4 tahun atau lebih, dan tonjolan pusarnya belum menghilang atau terlihat tambah besar. Sebelum mencapai usia ini, tidak disarankan mengoperasi pusar bodong.

Untuk pasien dewasa, disarankan untuk segera melakukan operasi. Kemungkinan terjadinya komplikasi pusar bodong lebih besar pada orang dewasa dan jarang menghilang sendiri seperti pada bayi.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait