BAYI
25 September 2019

Hidrokel pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Segera periksakan Si Kecil ke dokter ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Hidrokel adalah jenis pembengkakan di skrotum yang terjadi ketika cairan terkumpul pada selubung tipis yang mengelilingi testis.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya hilang dengan sendirinya pada usia 1 tahun.

Bagaimana hidrokel dapat terjadi pada bayi? Apakah hidrokel pada bayi berbahaya dan membutuhkan perawatan khusus?

Terbentuk Sejak Bayi Belum Lahir

Hidrokel Pada Bayi, Apakah Berbahaya 1.jpg

Foto: learnreligions.com

Hidrokel pada bayi umumnya terbentuk sebelum kelahiran.

Testis turun dari rongga perut bayi yang sedang berkembang ke skrotum. Kantung menyertai masing-masing testis, memungkinkan cairan mengelilingi testis. Biasanya, setiap kantung tertutup, cairan akan terserap.

“Ketika saluran inguinalis bayi laki-laki gagal menutup, cairan dari perut dapat mengumpul di kantung skrotum,’ kata Steven Tennenbaum, M.D., seorang ahli urologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Morgan Stanley di New York-Presbyterian Columbia University Medical Center, seperti dikutip dari Parents.

Baca Juga : Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Skrotum Bayi Membengkak Tetapi Tidak Sakit

Hidrokel Pada Bayi, Apakah Berbahaya 2.jpg

Foto: newsd.co

Gejala hidrokel pada bayi dapat dikenali dari bengkaknya skrotum. Meskipun demikian, pembengkakan yang terjadi tidak membuat bayi kesakitan.

Jadi, jika Si Kecil tampak kesakitan dan skrotumnya tampak membengkak, segera hubungi dokter. Rasa sakit yang muncul dapat berarti bahwa bayi menderita hernia atau masalah lain.

Mungkin Menjadi Kondisi yang Lebih Serius

Hidrokel Pada Bayi, Apakah Berbahaya 3.jpg

Foto: kidspot.com.au

Dalam laman Georgia Urology, Dr. Michael Garcia-Roig, M.D, dokter spesialis urologi pediatrik, menuliskan bahwa pembukaan processus vaginalis pada bayi biasanya kecil, hanya membiarkan cairan masuk dan keluar.

Namun hidrokel pada bayi terkadang dapat menyebabkan bukaan tersebut menjadi lebih besar dan semakin besar di kemudian hari.

Bukaan yang lebih besar dapat mengkhawatirkan karena memungkinkan organ-organ dari perut, seperti usus, jatuh ke dalam skrotum dan menjadi terlilit, memotong aliran darah ke bagian usus itu. Di mana ini adalah kondisi yang sangat darurat.

Baca Juga : Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Pengobatan Hanya Dilakukan pada Kasus Tertentu

Hidrokel Pada Bayi, Apakah Berbahaya 4.jpg

Foto: wisegeek.com

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, hidrokel pada bayi umumnya tidak memerlukan pengobatan. Moms hanya perlu memperhatikan perubahan pembengkakan.

Namun, jika pembengkakan bertambah besar atau muncul-hilang, segera hubungi dokter.

Laman Uofmhealth.org menyebutkan bahwa bayi mungkin perlu dioperasi untuk mengeluarkan cairan jika:

  • Masih memiliki hidrokel pada usia 2 tahun.
  • Pembengkakan muncul-hilang.
  • Pembengkakan menyebabkan rasa sakit.
  • Pembengkakan bertambah parah.

Hidrokel pada bayi membawa risiko yang sama dengan hernia. Tindakan operasi dalam kasus yang lebih serius berfungsi untuk mengalirkan cairan dan menutup pembukaan.

(RGW/CAR)

Artikel Terkait