2-3 TAHUN
9 Maret 2019

Hiperleksia pada Balita alias Terlalu Cepat Bisa Membaca, Cerdas atau Gangguan?

Balita sudah bisa membaca sebelum usia 3 tahun? Bisa jadi itu karena hiperleksia, Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Balita yang bisa membaca di usia sangat muda sering dianggap memiliki kecerdasan di atas rata-rata, namun hiperleksia ternyata bisa jadi penyebabnya lho, Moms.

Seperti apa sebenarnya hiperleksia pada balita dan bagaimana cara tepat untuk menghadapinya? Yuk, simak lebih lanjut untuk tahu jawabannya.

Hiperleksia Pada Balita

bisa cepat membaca alias hiperleksia, tanda balita cerdas atau gangguan belajar 1

Foto: kabritausa.com

Ada tiga karakteristik yang menggambarkan kondisi hiperleksia pada balita secara akurat, yaitu:

  • Kemampuan membaca yang sangat baik di usia dini, jauh melebihi ekspektasi pada anak seusianya.
  • Kesulitan signifikan dalam memahami dan menggunakan bahasa verbal atau gangguan belajar non-verbal.
  • Kesulitan signifikan dalam menghadapi interaksi sosial.

Jadi pada dasarnya hiperleksia adalah kemampuan membaca yang sangat baik di usia dini, tapi tidak dibarengi dengan kemampuan bahasa dan bicara yang setara.

Selain memiliki ingatan visual dan auditori yang kuat, balita dengan hiperleksia juga sangat tertarik pada angka dan huruf.

Baca Juga: Kapan Waktu Paling Tepat untuk Mulai Belajar Membaca?

Jenis Hiperleksia Pada Balita

bisa cepat membaca alias hiperleksia, tanda balita cerdas atau gangguan belajar 2

Foto: sleepingshouldbeeasy.com

Menurut pakar hiperleksia Dr. Darold Treffert, ada 3 jenis hiperleksia pada balita:

  • Hiperleksia tipe 1: Balita dengan kecerdasan di atas rata-rata yang bisa membaca di usia dini.
  • Hiperleksia tipe 2: Anak dengan autisme yang memiliki hiperleksia sebagai keterampilan sempalan.
  • Hiperleksia tipe 3: Anak tanpa autisme yang bisa membaca di usia dini, tapi menunjukkan gejala seperti autis yang kemudian memudar.

Sindrom hiperleksia seringkali terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti gangguan spektrum autis, gangguan bahasa dan komunikasi nonverbal, ADD, gangguan belajar sensory integration, OCD, maupun dispraksia motorik.

Baca Juga: Terapkan 8 Cara Ini Agar Bayi Suka Membaca

Menghadapi Hiperleksia Pada Balita

bisa cepat membaca alias hiperleksia, tanda balita cerdas atau gangguan belajar 3

Foto: verywellfamily.com

Bagaimanapun juga, balita dengan hiperleksia memiliki kebutuhan dan masalah tersendiri. Untuk menghadapinya, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan seperti yang disarankan Susan Miller dalam bukunya, Hyperlexia Handbook, A Guide to Intervention Strategies and Resources:

  • Tidak berbicara terlalu cepat, karena balita hiperleksia butuh waktu lebih lama untuk memahami komunikasi verbal.
  • Gunakan instruksi tertulis dan bantuan visual agar balita lebih mudah memahami sesuatu.
  • Rutin mengajak Si kecil mengobrol untuk membantunya mengembangkan kemampuan bahasa, mengekspresikan diri, berkomunikasi, serta memahami ucapan lisan dan emosi orang lain.
  • Mengajarkan skill interaksi sosial melalui role play, berlatih percakapan, maupun mengajaknya melihat Moms mengobrol dengan orang lain.
  • Dorong dan dukung balita untuk mengeksplorasi minatnya.

Baca Juga: Mengenal Metode Fonik Untuk Bantu Balita Belajar Membaca

Jangan khawatir Moms, dengan intervensi dini dan dukungan dari orang tua, kondisi hiperleksia pada balita dapat berdampak positif bagi kemajuan belajar Si kecil.

Bila perlu, Moms juga bisa mendatangi terapis bicara anak untuk mendapatkan penanganan yang lebih profesional.

Bagaimana menurut Moms, apakah balita perlu bisa membaca di usia dini?

Artikel Terkait