KESEHATAN
2 Juni 2020

Mengenal Histeroskopi, Prosedur Medis untuk Cek Rahim

Histeroskopi biasanya dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit di dalam rahim dengan segala risikonya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Histeroskopi adalah prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam rahim, sehingga bisa mencari mendiagnosis dan mencari penyebab penyakit atau perdarahan abnormal

Prosedur histeroskopi dilakukan menggunakan tabung tipis, terang dan fleksibel yang dimasukkan melalui vagina untuk memeriksa bagian serviks dan dalam rahim.

Cleveland Clinic menguraikan bahwa histeroskopi bisa berupa diagnostik atau operatif.

Histeroskopi Diagnostik

Mengenal Histeroskopi- Histeroskopi Diagnostik - 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Histeroskopi diagnostik digunakan untuk mendiagnosis masalah rahim.

Histeroskopi diagnostik juga digunakan untuk mengkonfirmasi hasil tes lain, seperti hysterosalpingography (HSG)

HSG adalah tes sinar-X yang digunakan untuk memeriksa rahim dan saluran tuba

Selain itu, histeroskopi dapat digunakan dengan prosedur lain, seperti laparoskopi , atau sebelum prosedur pelebaran dan kuretase.

Dalam laparoskopi, dokter akan memasukkan endoskopi (tabung ramping yang dilengkapi dengan kamera serat optik) ke dalam lerut untuk melihat bagian luar rahim, ovarium dan saluran tuba.

Endoskop dimasukkan melalui sayatan yang dibuat di bagian bawah pusar.

Baca Juga: Didiagnosis Punya Dinding Rahim Tipis? Ini Penjelasannya

Histeroskopi Operatif

Mengenal Histeroskopi- Histeroskopi Operatif.jpg

Foto: Getty Images

Histeroskopi operatif digunakan untuk memperbaiki kondisi abnormal yang telah terdeteksi selama histeroskopi diagnostik.

Jika kondisi abnormal terdeteksi selama histeroskopi diagnostik, histeroskopi operatif dapat dilakukan pada saat yang sama.

Siapa yang Membutuhkan Tindakan Histeroskopi?

Mengenal Histeroskopi - Siapa yang Membutuhkan.jpg

Foto: shutterstock.com

Dokter melakukan histeroskopi untuk melihat bagian dalam leher rahim dan rahim.

Dilansir dari WebMD, jika dokter menemukan sesuatu yang abnormal, dokter akan mengambil sampel untuk pengujian lebih lanjut.

Adapun alasan paling umum orang memerlukan histeroskopi adalah periode menstruasi yang lebih lama atau lebih berat dari biasanya dan perdarahan di antara periode menstruasi.

Selain itu, seseorang mungkin juga memerlukan prosedur histeroskopi bila mengalamai kondisi berikut ini.

  1. Hasil tes pap smear tidak normal
  2. Terjadi pendarahan setelah menopause
  3. Ada fibroid, polip atau jaringan parut di rahim
  4. Pernah mengalami lebih dari satu keguguran atau masalah hamil
  5. Dokter membutuhkan sampel jaringan kecil (biopsi) dari lapisan rahim
  6. Seseorang menjalani prosedur sterilisasi sebagai alat kontrasepsi permanen

Baca Juga: Mengenal Mioma Uteri, Tumor Jinak yang Menyerang Rahim

Risiko Tindakan Histeroskopi

Mengenal Histeroskopi- Risiko dari Histeroskopi.jpg

Foto: shutterstock.com

Johns Hopkins Hospital menjelaskan bahwa sama halnya dengan tindakan medis lain, histeroskopi juga bisa menyebabkan komplikasi meliputi:

  1. Infeksi
  2. Pendarahan
  3. Penyakit radang panggul
  4. Robeknya uterus (jarang) atau kerusakan serviks
  5. Komplikasi dari cairan atau gas yang digunakan untuk memperluas rahim
  6. Terjadi pendarahan vagina dan kram selama satu atau dua hari setelah prosedur

Seseorang mungkin juga mengalami risiko lainnya berdasarkan kondisinya.

Baca Juga: 6 Kelainan Rahim yang Sering Terjadi pada Perempuan

Jadi, pastikan untuk mendiskusikan masalah apapun dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter sebelum melakukan histeroskopi.

Adapun kondisi yang sangat rentan atau bisa mengganggu proses histeroskopi, seperti penyakit radang panggul, keputihan, serviks yang meradang, atau kandung kemih kembung.

Artikel Terkait