KEHAMILAN
24 Mei 2020

HIV pada Ibu Hamil, Ini Hal yang Perlu Moms Ketahui

HIV pada ibu hamil tentunya harus mendapatkan penanganan khusus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kesehatan tentunya diharapkan semua orang, terlebih pada saat hamil yang mana kondisi ibu hamil yang lebih rentan terpapar penyakit.

Tapi, bagaimana jika saat hamil kondisi kita sedang dalam keadaan tidak sehat?

Misalnya saja, ibu hamil pengidap HIV.

Apakah kondisi ini aman bagi ibu hamil dan bayinya?

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Penyakit Menular Seksual yang Harus Diketahui dan Dihindari!

Penularan HIV Saat Hamil

Ketahui Mengenai HIV pada Ibu Hamil.jpg

Foto: womenshealth.gov

Jika Moms mengidap HIV saat hamil, ada sejumlah cara yang dapat ditularkan HIV kepada bayi.

HIV dalam darah dapat masuk ke tubuh bayi. Ini paling mungkin terjadi dalam beberapa minggu terakhir kehamilan, selama persalinan, atau melahirkan.

Menyusui bayi juga dapat menularkan, karena HIV ada dalam ASI.

Ada kemungkinan 15 hingga 45% untuk menularkan HIV kepada bayi, jika kelak saat merawat bayi tidak ada yang membantu.

Namun, mengambil perawatan yang benar selama kehamilan dan menyusui cukup bisa menghilangkan risiko penularan ini.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Menular Seksual? Kenali Penyebab Umum Penyakit Ini!

Tes HIV Saat Hamil

Ketahui Mengenai HIV pada Ibu Hamil 2.jpg

Foto: babycentre.com

Jika Moms melakukan tes HIV saat hamil, apabila hasilnya positif Moms diharuskan untuk memulai pengobatan antiretroviral sesegera mungkin. Selain itu, Moms juga akan ditawari tes pada trimester ketiga (dimulai pada minggu ke-28).

Menurut Avert yang merupakan Global information and education on HIV and AIDS, jika selama masa kehamilan atau menyusui Moms merasa telah terpapar HIV.

Maka, disarankan menjalani pengobatan Post-Exposure Prophylaxis (PEP). Moms perlu minum PEP dalam waktu 72 jam dari kemungkinan paparan untuk mencegah HIV dari pembentukan di tubuh yang kemudian ditularkan ke bayi.

Jika Moms sedang menyusui, maka harus berkonsultasi dengan dokter apakah akan melanjutkan menyusui atau tidak sesuai anjuran kesehatan tentunya.

Baca Juga: 5 Cara Memberitahukan Penyakit Menular Seksual Kita Kepada Pasangan dengan Baik-Baik

Amankah Mengonsumsi Obat-Obatan HIV

Ketahui Mengenai HIV pada Ibu Hamil 3.jpg

Foto: medscape.com

Semua wanita hamil dengan HIV harus minum obat HIV selama kehamilan untuk kesehatan mereka sendiri dan untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV dari ibu-ke-bayi juga disebut penularan HIV perinatal.

Obat-obatan HIV mencegah penularan HIV, yang mengurangi jumlah HIV dalam tubuh proses ini dinamakan viral load.

Viral load yang tidak terdeteksi adalah ketika tingkat HIV dalam darah terlalu rendah untuk dideteksi oleh tes viral load.

Risiko penularan HIV dari ibu ke bayi selama kehamilan dan persalinan akan menurun ketika seorang perempuan dengan HIV memiliki viral load yang tidak terdeteksi.

Mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi juga membantu menjaga calon ibu tetap sehat.

Sebagian besar obat-obatan HIV aman digunakan selama kehamilan.

Secara umum, obat-obatan HIV tidak meningkatkan risiko cacat lahir.

Ketika merekomendasikan obat-obatan HIV untuk digunakan selama kehamilan, penyedia layanan kesehatan mempertimbangkan manfaat dan risiko obat-obatan HIV khusus untuk wanita dan bayi mereka yang belum lahir.

Pengobatan ini pun akan terus berlanjut setelah melahirkan.

Menurut AIDS Info, persalinan caesar bisa mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak.

C-section yang dilakukan untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu-ke-bayi tidak secara rutin direkomendasikan untuk perempuan yang memakai obat-obatan HIV dan memiliki viral load tinggi (di atas 1.000).

Tentu saja, terlepas dari viral load-nya, seorang wanita dengan HIV mungkin memiliki operasi caesar untuk alasan medis lainnya.

Baca Juga: Ketahui 8 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Artikel Terkait