SELEBRITI
27 Maret 2020

4 Fakta Hotel Grand Cempaka yang Disulap Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Semoga nyaman ya untuk beristirahat!
placeholder

Foto: instagram.com/aniesbaswedan

placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada stigma yang terjadi kepada tenaga medis yang berurusan dengan pasien Covid-19 mengubah dan mengoperasikan Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD PT.

Jakarta Tourisindo sebagai tempat peristirahatan bagi para tenaga medis di Jakarta yang sedang berjuang keras mengalahkan wabah COVID-19. Hal ini Anies ungkapkan di Instagramnya dan juga memperlihatkan kondisi hotel tersebut.

Milik PT Tourisindo

anies1.jpg

Foto: instagram.com/aniesbaswedan

DKI Jakarta memiliki beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) salah satunya adalah Jaktour yang sudah berdiri sejak 1996 menangani industri perhotelan dan pariwisata yang ada di DKI Jakarta.

Selain hotel Grand Cempaka ada beberapa hotel lain di bawah naungan Jaktour.

Baca Juga: Sosok dr. Handoko Gunawan, Dokter Spesialis Paru yang Berjuang Rawat Pasien COVID-19

Fasilitas Mumpuni

anies2.jpg

Foto: instagram.com/aniesbaswedan

Grand Cempaka memang menjadi salah satu hotel terbaik yang dimiliki oleh Jaktour, tidak heran fasilitas hotel ini juga memiliki fasilitas yang mumpuni.

Antara lain, fitness center, kolam renang, hingga spa dan sauna. Di lengkapi juga dengan meeting room, ballroom dengan kapasitas 1200 orang, serta restoran lounge dan bar. Ditambah lagi, hotel ini juga sangat strategis. Anies telah menyiapkan 220 kamar berisi 414 tempat tidur.

Lokasi strategis memang sangat penting bagi Jakarta yang sangat macet. Grand Cempaka terletak di Jalan Letjen R. Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Jaraknya hanya 1 kilometer dari Jakarta Islamic Hospital, kurang dari 2 kilometer dari ITC Cempaka mas, serta dekat dengan Stasiun Pasar Senen dan Gang Sentiong.

Akses depan hotel berupa jalan besar juga mempermudah mobilisasi. Selain mengandalkan Transjakarta sebagai moda jemput-antar tenaga kesehatan untuk rumah sakit, mereka juga bisa mudah bermobilisasi, meski itu tidak dianjurkan.

Baca Juga: Bantu Petugas yang Terlibat Tangani Pandemi COVID-19, dengan 4 Langkah Ini

Sementara Hanya Menerima Tenaga Kesehatan

anies3.jpg

Foto: instagram.com/aniesbaswedan

Hote ini untuk sementara waktu tidak bisa digunakan oleh pihak lain setidaknya hingga 18 April mendatang.

Sementara waktu hotel ini hanya akan menerima tenaga kesehatan. Dalam waktu dekat tiga hotel milik BUMD DKI juga akan segera menyusul, dengan jumlah total 261 kamar tambahan dan 361 tempat tidur.

Baca Juga: 6 Dokter Gugur dalam Pandemi COVID-19 di Indonesia, Turut Berduka Cita

Disiapkan Secara Baik untuk Para Tenaga Medis

anies4.jpg

Foto: instagram.com/aniesbaswedan

Di Instagramnya, Anies mengatakan kalau seluruh fasilitas pendukung di dalamnya disiapkan khusus untuk melindungi dan melayani para tenaga medis.

Setiap kamar dibersihkan dengan disinfektan secara rutin, makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan. 15 bus TransJakarta dan 50 bus sekolah dioperasikan khusus untuk antar jemput.

Semoga dengan tersedianya fasilitas ini tenaga medis bisa tetap sehat dan melakukan tugasnya dengan baik.

Artikel Terkait