PARENTING ISLAMI
15 Juli 2020

Hukum Memotong Rambut Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Moms Sudah Tahu?

Inilah adab memotong rambut bayi sesuai anjuran Islam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Intan Aprilia

Memotong rambut bayi merupakan salah satu tradisi yang tetap dilakukan sampai sekarang, bahkan dalam agama Islam, hal ini termasuk ke dalam anjuran.

Dilansir dari A-Z Islam, cara memotong rambut bayi menurut Islam pun tak sembarangan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan.

Contohnya yaitu melakukan aqiqah di hari ke-7 setelah bayi dilahirkan, tapi ada juga yang melakukannya di hari ke-40.

Ini dilakukan guna menunjukkan iman kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT.

Adapun hadis tentang mencukur rambut bayi dan melakukan aqiqah, yaitu:

“Seorang anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelih darinya (kambing) pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama,” (HR. An-Nasa’I, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya,” (HR. Bukhari).

قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـعَـقِـيْقَتةُ تُـذْبَحُ لِسَـبْعٍ وَلِأَرْبَعَ عَشَرَةَ

وَلِإِحْدَى وَعِشْرِيْنَ

“Aqiqah pada hari ketujuh atau keempat belas atau dua puluh satu,” (HR. Thabrani).

Secara umum, aqiqah dalam Islam memang dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi.

Namun, jika saat itu orang tua tidak mampu secara finansial mengadakan aqiqah, maka dapat ditunda sampai benar-benar stabil secara finansial.

Cara Memotong Rambut Bayi Laki-laki dan Perempuan Menurut Islam

Hukum Memotong Rambut Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Moms Sudah Tahu

Foto: shutterstock.com

Baik bayi laki-laki maupun perempuan, dianjurkan untuk dipotong rambutnya, bahkan hingga gundul.

Namun, khusus untuk bayi perempuan, tidak masalah jika orang tua tidak memotongnya sampai gundul.

Setelah itu, timbang berat seluruh potongan rambut bayi tadi. Sebab, ini akan dijadikan perak dan disedekahkan. Ibnu Abdil Bar mengatakan:

“Buah kotoran dari bayi adalah mencukur rambutnya,” (Al-Istidzkar, 5/315).

Sementara itu, dalam ensiklopedi fikih dinyatakan mayoritas ulama yaitu malikiyah, syafi’iyah dan hambali berpendapat sebagai berikut:

“Mencukur rambut kepala bayi pada hari ketujuh. Dan bersedekah seberat rambut berupa emas atau perak.”

Bagaimana Jika Belum Dicukur Setelah Hari ke-7 Kelahiran?

Hukum Meamotong Rambut Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Moms Sudah Tahu

Foto: shutterstock.com

Ibnu Hajar Al-Haytami meriwayatkan bahwa ia menyarankan untuk mencukur rambut bayi dan memberikan sedekah sesuai dengan berat rambut yang dicukur.

Dia juga menjelaskan tentang rambut bayi yang belum dicukur di bawah ini:

مَنْ لَمْ يُفْعَلْ بِشَعْرِهِ مَا ذَكَرَهُ يَنْبَغِي لَهُ كَمَا قَالَهُ الزَّرْكَشِيُّ أَنْ يَفْعَلَهُ هُوَ بِهِ بَعْدَ بُلُوغِهِ إنْ كَانَ شَعْرُ الْوِلَادَةِ بَاقِيًا وَإِلَّا تَصَدَّقَ بِزِنَتِهِ يَوْمَ الْحَلْقِ فَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ احْتَاطَ وَأَخْرَجَ الْأَكْثَرَ

“Untuk yang rambutnya tidak ditangani seperti yang disebutkan (dicukur dan amal) maka disarankan untuk melakukan pencukuran rambut setelah kedatangannya di usia tua jika rambutnya dibawa sejak lahir. Jika beratnya tidak teridentifikasi, ia harus berhati-hati, dengan memberi sedekah sedikit lagi (atau melebihkannya).” (Tuhfat al Muhtaj).

Itulah cara memotong rambut bayi menurut Islam yang harus Moms dan Dads ketahui.

Artikel Terkait