KESEHATAN
25 Juni 2020

Hydrosalpinx, Gangguan Saluran Tuba yang Bisa Sebabkan Infertilitas

Hydrosalpinx atau penyumbatan saluran tuba bisa memengaruhi kehamilan dan kesuburan wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Hydrosalpinx adalah penyumbatan di tuba fallopi, yang mana saluran tuba membentang dari uterus, satu di kanan dan satu di kiri.

Jika saluran tuba tersumbat atau terinfeksi, kondisi ini bisa menyebabkan infertilitas.

Studi dari American Journal of Obstetrics & Gynecology, menemukan bahwa penyumbatan hidrosalpinx ditemukan pada 10 hingga 30 persen dari kasus infertilitas tuba.

Penyumbatan hidrosalpinx biasanya terjadi di ujung tuba fallopi, dekat ovarium. Tetapi, ada kemungkinan penyumbatan terjadi di kedua ujungnya.

Dalam sistem reproduksi yang sehat, saluran tuba berfungsi sebagai jalur sel telur yang telah diovulasi untuk mencapai rahim.

Setelah telur dilepaskan dari ovarium, proyeksi seperti jari dari tuba fallopi, yang disebut fimbriae akan menarik telur ke dalam tabung.

Bila diasumsikan seks terjadi dekat dengan masa ovulasi, sel telur akan bertemu dengan sperma di dalam tabung. Kemudian pembuahan akan terjadi di dalam tabung, bukan di dalam rahim.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Asherman yang Membuat Ukuran Rahim Mengecil

Kemudian sel telur yang telah dibuahi atau embrio akan masuk ke dalam tabung menuju rahim dan tertanam di dinding rahim.

Jadi, bila jalur ini tersumbat, maka kondisi ini bisa menyebabkan masalah infertilitas.

Kondisi ini juga merusak fimbriae untuk membantu telur yang diovulasi dari ovarium ke saluran tuba.

Penyebab dan Faktor Risiko Hydrosalpinx

Mengenal Hydrosalpinx - penyebab.jpg

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa yang menyebabkan hidrosalpinx dapat terjadi. Tapi, penyebab yang paling umum termasuk:

  1. Infeksi menular seksual (IMS)
  2. Endometriosis
  3. Penyakit radang panggul (PID)
  4. Usus buntu pecah
  5. Operasi perut

Saat suatu area tubuh mengalami cedera, tubuh dengan cepat akan mengangkut sel-sel inflamasi ke area tersebut sebagai bagian dari respon imun.

Sementara itu, peradangan dan penyembuhan di tuba fallopi dapat menyebabkan hilangnya fimbria (proyeksi seperti jari di ujung tuba fallopi) dan akhirnya penutupan tuba.

Baca Juga: Didiagnosis Punya Dinding Rahim Tipis? Ini Penjelasannya

Risiko Hydrosalpinx Bagi Kesuburan

Mengenal Hydrosalpinx - kesuburan.jpg

Foto: shutterstock.com

Jika seseorang ingin hamil, maka sperma harus membuahi sel telur.

Sekitar 14 hari dari siklus menstruasi wanita, sel telur akan dilepaskan dari ovarium dan mulai bergerak ke rahim untuk beetemu dengan sperma.

Tapi bila tabung tersumbat, maka sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma dan kehamilan tidak dapat terjadi.

Baca Juga: 5 Penjelasan Tentang Polip Rahim yang Bisa Menyebabkan Sulit Hamil

Bagaimana Jika Hanya Satu Tabung yang Tersumbat?

Mengenal Hydrosalpinx - tabung tersumbat.jpg

Foto: shutterstock.com

Sel telur tidak akan keluar dari ovarium sisi yang sama setiap bulannya atau selalu bergantian.

Tapi dilansir dari Healthline, beberapa wanita mungkin sel telurnya bisa dilepaskan dari kedua sisi pada bulan yang sama.

Jika Moms hanya memiliki satu saluran tuba yang tersumbat. Secara teknis kehamilan pun tidak mungkin terjadi.

Tuba fallopi yang rusak dapat mengeluarkan cairan ke dalam rahim selama kehamilan.

Namun, para ilmuwan tidak mengetahui persis tentang cairan yang menyebabkan masalah.

Penelitian dari European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology menunjukkan bahwa hydrosalpinx dapat memengaruhi aliran darah di rahim dan ovarium yang bisa berdampak pada implantasi.

Artikel Terkait